Yosa Yulia Nasri
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN APLIKASI MARBEL MEMBACA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL PADA SISWA DISABILITAS RUNGU Era Fazira; Elsa Efrina; Rahmahtrisilvia; Yosa Yulia Nasri; Rila Muspita
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.1797

Abstract

Recognizing vowels is something that is very important for all students to master, including students with hearing disabilities. This research is motivated by the presence of a student with hearing impairment and is in grade III of SLB Negeri 1 Payakumbuh who has not been able to recognize vowels well. This study aims to see whether the Marbel Reading Application is able to help the student to improve his ability to recognize vowels. This study uses an experimental approach in the form of Single Subject Research (SSR) with an A B A design, which is divided into three phases: initial observation (A1) for 3 sessions, treatment (B) for 7 sessions, and final observation (A2) for 3 sessions. Data collection was carried out through a vowel recognition test consisting of 20 questions, then analyzed visually through graphs. The research findings show that in phase (A1) the student's ability was at 35%, then increased to 90% in the intervention phase, and remained high at 85% in phase A2. This proves that the Marbel Reading Application is proven to be effective in helping students with hearing disabilities to recognize vowels. Mengenali huruf vokal merupakan hal yang sangat perlu dikuasai oleh semua siswa, termasuk bagi siswa disabilitas rungu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya seorang siswa yang mengalami gangguan pendengaran dan duduk di kelas III SLB Negeri 1 Payakumbuh yang belum mampu mengenali huruf vokal dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Aplikasi Marbel Membaca mampu membantu siswa tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengenali huruf vokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A B A, yang dibagi ke dalam tiga fase yaitu pengamatan awal (A1) selama 3 sesi, pemberian perlakuan (B) selama 7 sesi, dan pengamatan akhir (A2) selama 3 sesi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes mengenal huruf vokal yang terdiri dari 20 butir soal, lalu dianalisis secara visual melalui grafik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa fase (A1) kemampuan siswa berada di angka 35%, kemudian meningkat menjadi 90% pada fase intervensi, dan tetap tinggi di 85% pada fase A2. Hal ini membuktikan bahwa Aplikasi Marbel Membaca terbukti efektif dalam membantu siswa disabilitas rungu untuk mnegenali huruf vokal.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA INTELLIGENCE STICK BAGI MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN Agita Hendini; Mega Iswari; Antoni Tsaputra; Yosa Yulia Nasri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2166

Abstract

This study aimed to improve the subtraction skills of a sixth-grade student with a mild intellectual disability at SLBN 1 Payakumbuh in solving two-digit subtraction problems requiring the borrowing technique, utilizing "intelligence sticks" as a learning aid. The study was motivated by the student's limited ability to solve subtraction problems involving numbers up to 50 that required borrowing. A Single-Subject Research (SSR) method with an A-B design was employed; the baseline condition spanned three sessions, while the intervention condition lasted seven sessions. Data were subsequently analyzed using visual graphic analysis. The results demonstrated an improvement in the student's subtraction skills following the intervention with intelligence sticks, rising from a stable baseline of 42% to 88% by the end of the intervention phase. These findings indicate that students with mild intellectual disabilities benefit from learning experiences that are concrete, visual, repetitive, and participatory. Intelligence sticks can be considered an appropriate learning tool to support the teaching of subtraction with borrowing for students with mild intellectual disabilities. However, as this study involved only a single student, the findings cannot be generalized to the entire population of students with mild intellectual disabilities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengurangan murid kelas VI dengan disabilitas intelektual ringan di SLBN 1 Payakumbuh dalam menyelesaikan soal pengurangan dua angka yang melibatkan teknik meminjam melalui penerapan media pembelajaran berupa intelligence stick (tongkat kecerdasan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan angka hingga 50 yang memerlukan teknik meminjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain A-B. kondisi baseline dilaksanakan selama tiga sesi, sedangkan kondisi intervensi dilaksanakan selama tujuh sesi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengurangan murid meningkat setelah intervensi menggunakan intelligence stick, dari kondisi baseline yang stabil di angka 42% menjadi 88% pada akhir fase intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa murid dengan disabilitas intelektual ringan memperoleh manfaat dari pengalaman belajar yang bersifat konkret, visual, repetitive, dan partisipatif. Intelligence stick dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang tepat untuk mendukung materi pengurangan dengan teknik meminjam bagi murid dengan disabilitas intelektual ringan. Namun, dikarenakan penelitian ini hanya melibatkan satu murid, akibatnya temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi siswa dengan disabilitas intelektual ringan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PENJUMLAHAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN MOBIL HITUNG BAGI MURID DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Di Kelas IV SLB Bina Bangsa) Sara Bensu; Mega Iswari; Zulmiyetri; Yosa Yulia Nasri; Rila Muspita
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2201

Abstract

Addition is one of the foundational math skills students with mild intellectual disabilities need before moving on to more advanced concepts. At SLB Bina Bangsa Padang, a student was observed struggling with addition problems involving numbers 1–10, answering only four out of ten questions correctly. This study set out to find whether a counting-car board could raise the addition ability of a fourth-grade student with mild intellectual disabilities at SLB Bina Bangsa Padang. The researchers took a quantitative approach through a Single Subject Research (SSR) A–B design, with one fourth-grade student with a mild intellectual disability as the participant. Data came from addition-skill tests given at each session and were then read visually, both within and across conditions. During baseline, the student's score held steady at 40%. Once the intervention began, scores climbed step by step On average, the student's ability rose from 40% to 76%, confirming that the counting-car board helped strengthen addition skills in a student with mild intellectual disabilities. Kemampuan berhitung penjumlahan menjadi fondasi matematis yang wajib dikuasai murid disabilitas intelektual ringan sebelum melangkah ke konsep matematika lanjutan. Hasil observasi di SLB Bina Bangsa Padang memperlihatkan seorang murid belum bisa mengerjakan soal penjumlahan bilangan 1–10 dengan baik — dari 10 soal yang diberikan, hanya empat yang terjawab benar. Penelitian ini menguji apakah media papan mobil hitung mampu mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV SLB Bina Bangsa Padang. Peneliti memakai pendekatan kuantitatif melalui metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B. Subjeknya seorang murid kelas IV penyandang disabilitas intelektual ringan. Data diambil lewat tes kemampuan penjumlahan di setiap sesi pertemuan, lalu dibaca secara visual baik dalam satu kondisi maupun antar kondisi. Pada fase baseline, kemampuan subjek bertahan di angka 40%. Selama fase intervensi, angka ini naik bertahap. Rata-rata kemampuan subjek terangkat dari 40% menjadi 76%. Media papan mobil hitung terbukti efektif mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan.