Dudun Ubaedullah
Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Komitmen Organisasi melalui Lingkungan Kerja dan Komunikasi Interpersonal Dudun Ubaedullah
Edukasiana: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2022): Edukasiana: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/edukasiana.v1i1.5

Abstract

Abstrak Komitmen kerja pendidik kepada lembaga dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan organisasi ke depan. Hanya lembaga pendidikan yang dapat berkembang yang dapat memenangkan persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lingkungan kerja dan komunikasi interpersonal sebagai faktor penentu komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Kuesioner disebarkan kepada 27 responden di MTs. Al-Fathimiyah Karawang dengan teknik total sampling pada Agustus 2019. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja memberikan pengaruh terbesar dalam upaya peningkatan komitmen kerja dengan komunikasi interpersonal sebagai variabel intervening. Oleh karena itu, perbaikan fasilitas kerja, kenyamanan ruang kerja dan dibantu dengan keterbukaan diri, ketegasan, dukungan ekspresif, dan kedekatan pendidik MTs. Al-Fathimiyah Karawang dapat mendorong komitmen organisasi yang kuat.
Transformasi Strategi Pengadaan Fasilitas Belajar untuk Mendukung PJJ pada Masa Pandemi di Pesantren Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi Depok Agnesya Wulantika; Dudun Ubaedullah
Edukasiana: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2023): Edukasiana: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/edukasiana.v2i2.132

Abstract

Over the past year, the educational landscape has undergone significant shifts in response to the global pandemic. Limitations on physical interaction and efforts to reduce the spread of the virus have compelled educational institutions to transition to a Distance Learning (DL) model. This study focuses on the transformation of procurement strategies for learning facilities to support DL during the pandemic. A qualitative method was utilized, taking a case study approach in five leading educational institutions in Indonesia.The findings indicate that there are three main factors that are the focal points in procuring learning facilities for DL: technology, accessibility, and quality of learning materials. Technology serves as the backbone of DL, but its provision must be balanced with equitable accessibility for all students. Therefore, procurement strategies involve collaborations with technology service providers, the government, and the community to ensure every student has access to learning tools. Moreover, the quality of learning materials also becomes pivotal, given the dynamics of DL which require curriculum and teaching method adjustments.This research recommends that educational institutions consider cross-sectoral partnerships in their procurement strategies and ensure adequate training for educators in using the new learning facilities. Through this procurement strategy transformation, it is hoped that education can remain effective and inclusive amidst the pandemic challenges.
Pengembangan Model Kurikulum Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Keterampilan Abad ke-21 di Sekolah Menengah di Jakarta Dudun Ubaedullah; Sofwan Manaf; Rokimin; Miftah Hur Rahman Zh; Athia Nur Kamilah
Edukasiana: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2025): Edukasiana: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/edukasiana.v4i2.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI) yang relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasi AI di sekolah menengah. Metode penelitian kualitatif untuk memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai permasalahan yang ada. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali tantangan yang dihadapi oleh sekolah, guru, dan kebijakan pendidikan terkait penerapan AI, serta untuk mendapatkan pandangan komprehensif mengenai pengembangan model kurikulum berbasis AI yang sesuai dengan konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pendidikan menengah dapat meningkatkan keterampilan abad ke-21 siswa, dengan adanya peningkatan signifikan dalam kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi masalah etika terkait bias algoritma dan privasi data, keterbatasan keterampilan guru, serta infrastruktur teknologi yang belum memadai di beberapa sekolah. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan pedoman etika yang jelas, pelatihan berkelanjutan bagi pendidik, serta peningkatan infrastruktur teknologi di sekolah untuk memastikan penerapan AI yang efektif dan adil.
The Utilization of Gamification and Game-Based Learning in the Independent Curriculum: Systematic Literature Review on Student Motivation and Learning Outcomes Dudun Ubaedullah; Nasirudin; Sita Husnul Khotimah; Muhammad Mamduh Nuruddin
Edukasiana: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): Edukasiana: Journal of Islamic Education
Publisher : Universitas Darunnajah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/edukasiana.v5i1.804

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires adaptive, student-centered learning approaches that enhance meaningful engagement. Gamification and Game-Based Learning (GBL) have emerged as innovative strategies to address this challenge. This study aims to analyze the use of gamification and GBL within the Merdeka Curriculum and their impact on students' motivation and learning outcomes. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA 2020 protocol, searching the Scopus, ScienceDirect, ERIC, and SINTA databases for publications from 2019 to 2025. Of 842 identified articles, 32 met the inclusion criteria and were thematically analyzed. The findings reveal that gamification and GBL consistently improve intrinsic motivation, cognitive engagement, and both cognitive and affective learning outcomes across educational levels. Platforms such as Kahoot!, Quizizz, Minecraft Education, and Wordwall are the most frequently used. However, challenges persist regarding teacher readiness, digital infrastructure, and alignment with the Pancasila Student Profile. The study concludes that integrating gamification and GBL significantly contributes to achieving the goals of the Merdeka Curriculum.