kristoforus frederic setyanto
Institut Seni Indonesia Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performativitas dan Inkulturasi Mazmur Tanggapan dalam Liturgi Ekaristi di Gereja St. Pius X Karanganyar kristoforus frederic setyanto; Bondet Wrahatnala
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2707

Abstract

Mazmur Tanggapan adalah bagian penting dalam Liturgi Ekaristi yang berasal dari Kitab Suci, terutama Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama. Istilah “Mazmur” merujuk pada ayat-ayat Alkitab. Sementara itu, “tanggapan” menunjukkan interaksi antara pemazmur dan umat melalui respon nyanyian. Oleh karena itu, Mazmur Tanggapan tidak hanya berfungsi sebagai elemen musik, tetapi juga sebagai sabda Tuhan yang dihayati dan direspon secara aktif dalam perayaan liturgi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji” Performativitas Mazmur Tanggapan dalam Liturgi Ekaristi di Gereja St. Pius X Karanganyar” dengan menyoroti tiga aspek utama. Aspek-aspek tersebut adalah penguatan iman dan spiritualitas umat, peningkatan respon dan partisipasi umat, serta praktik inkulturasi Katolik dalam konteks budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analitis melalui observasi liturgi, wawancara dengan pastor, pemazmur, anggota koor, dan umat, serta studi dokumen liturgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menyanyikan ayat-ayat Mazmur dari Alkitab, yang disajikan dengan melodi sederhana dan ekspresif, membantu umat merenungkan Sabda Tuhan dengan lebih mendalam. Pola Mazmur yang interaktif mendorong keterlibatan aktif umat dalam Liturgi Sabda. Selain itu, penggunaan Mazmur Tanggapan berbahasa Jawa setiap minggu pertama merupakan bentuk nyata inkulturasi yang memperkuat identitas religius dan budaya umat serta mendukung pelestarian budaya.
SYMBOLIC INTERACTIONISM IN MUSIC: ANALYSIS OF SOCIAL MEANING AND CULTURAL IDENTITY NEGOTIATION Bondet Wrahatnala; Abraham Anton Febrindo Luwiga; Ifa Hanifa Rahman; Riana Kapri; Kristoforus Frederic Setyanto
Jurnal Kajian Seni Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Kajian Seni Vol 12 No 2 April 2025
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jksks.112544

Abstract

This study examines musical practice as an arena of symbolic interaction in society, using the theoretical framework of symbolic interactionism. The framework stems from the assumption that social meaning is not inherently attached to objects or actions, but is formed through symbolic exchange between individuals and through processes of reflection and self-interpretation in social interaction. This research explores how music actors (players, listeners, communities) participate in the construction of musical meaning, how musical symbols are interpreted and negotiated, and how music functions as a medium for identity formation and social transformation. Through a descriptive-interpretive approach based on literature review of theories and previous research findings, it was found that symbolic interaction in musical practice encompasses processes of symbol repetition, public negotiation, role internalization, and intergenerational reinterpretation. Music becomes more than sound: it is a vehicle for symbolic communication that actively shapes and is shaped by society. These findings confirm that music analysis in ethnomusicology must consider aspects of symbolic micro-interaction in order to understand how cultural meaning, identity, and social structure are realized and transformed through music.