Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cedera Tusuk Jarum sebagai Bahaya Okupasional pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit: Analisis Pola Kejadian, Determinan, dan Strategi Pencegahan: Needlestick Injury as an Occupational Hazard among Healthcare Workers in Hospitals: Analysis of Incidence Patterns, Determinants, and Prevention Strategies Erika Agustianti; Amanah Eva Fidusia; Luluk Hermawati; Siti Darifah; Yuda Nabella Prameswari; Firda Asma’ul Husna
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2590

Abstract

Cedera tusuk jarum merupakan bahaya okupasional yang umum dihadapi tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit, dan berpotensi menimbulkan infeksi penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan cedera tusuk jarum pada tenaga kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah narrative review, dengan pencarian literatur melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci "needlestick injury," "sharp injuries," "healthcare workers," dan "occupational hazard." Artikel yang diterbitkan antara 2015–2025 dan memenuhi kriteria inklusi diseleksi melalui judul, abstrak, dan teks lengkap, kemudian disintesis secara deskriptif-tematik ke dalam tiga kategori utama: pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan. Hasil menunjukkan cedera tusuk jarum masih menjadi masalah signifikan, terutama pada tenaga kesehatan yang melakukan prosedur invasif, dengan faktor risiko meliputi pengalaman kerja terbatas, kurangnya pelatihan, dan pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur. Pencegahan efektif memerlukan kebijakan keselamatan komprehensif, penggunaan alat medis berfitur pengaman, dan penguatan budaya keselamatan kerja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan kepemimpinan untuk menurunkan insiden cedera tusuk jarum di rumah sakit.
Relationship of Noise Level to Increased Blood Pressure in Workers at PT X 2025 Hafidza Sabrin; Siti Darifah; Erni Trisnasari
International Journal of Medicine and Public Health Vol 2, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/inomed.v2i2.32705

Abstract

Increased blood pressure is caused by various risk factors, such as noise. Noise is a physical occupational hazard that acts as a stressor, disrupting hearing, sleep, communication, and daily activities, thereby potentially increasing sympathetic nervous system activity. This study aims to investigate the relationship between noise levels and the increase in blood pressure before and after work at PT. Shinko Plantech, a construction and manufacturing company specializing in pipe and forged steel production. This study used cross sectional study. The study subject were workers of PT. Shinko Plantech, selected by stratified random sampling according to inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed with chi-square test, using univariate and bivaraite methods, through SPSS application. This study showed 63.3% of workers that were exposed to noise levels ≥ 85 dB, and 66% experienced an increased blood pressure before and after work. Based on analysis, there was a significant association between noise intensity and increased blood pressure (p = 0.048). Other factors, such as age, length of employment, working hours, smoking habits, use of APD (earplug), and body mass index (BMI) were not significant to increased blood pressure before and after work. Noise intensity ≥ 85 dB and increased blood pressure was significantly associated.Keywords : Noise intensity, increased blood pressure, industry, manufacture, repeated impulsive noise