Cedera tusuk jarum merupakan bahaya okupasional yang umum dihadapi tenaga kesehatan, terutama di rumah sakit, dan berpotensi menimbulkan infeksi penyakit menular seperti HIV dan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan cedera tusuk jarum pada tenaga kesehatan. Pendekatan yang digunakan adalah narrative review, dengan pencarian literatur melalui PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci "needlestick injury," "sharp injuries," "healthcare workers," dan "occupational hazard." Artikel yang diterbitkan antara 2015–2025 dan memenuhi kriteria inklusi diseleksi melalui judul, abstrak, dan teks lengkap, kemudian disintesis secara deskriptif-tematik ke dalam tiga kategori utama: pola kejadian, determinan risiko, dan strategi pencegahan. Hasil menunjukkan cedera tusuk jarum masih menjadi masalah signifikan, terutama pada tenaga kesehatan yang melakukan prosedur invasif, dengan faktor risiko meliputi pengalaman kerja terbatas, kurangnya pelatihan, dan pengelolaan limbah medis yang tidak sesuai prosedur. Pencegahan efektif memerlukan kebijakan keselamatan komprehensif, penggunaan alat medis berfitur pengaman, dan penguatan budaya keselamatan kerja. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mengintegrasikan kebijakan, teknologi, dan kepemimpinan untuk menurunkan insiden cedera tusuk jarum di rumah sakit.