Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

​​Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang​ Belet Lydia Ingrit; Agustina Cempaka Larinse; Jaselyne Zefanya; Lidya Febriani; Juwita Fransiska br Surbakti
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.18760

Abstract

Anemia adalah kondisi rendahnya hemoglobin dari batas normal yaitu <12 g/dL. Pada remaja Putri, anemia berdampak pada konsentrasi belajar sehingga memengaruhi penurunan produktivitas dan prestasi. Berdasarkan hasil dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, remaja putri menglami anemia pada usia 15-24 tahun sebanyak 18%. Beberapa faktor penyebab utama anemia adalah siklus menstruasi, pola makan, dan pola tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan cross sectional dengan analisis multivariat. Sampel pada penelitian berjumlah 100 responden dengan teknik purposive sampling yang dilaksanakan pada Januari-April 2025 dengan menggunakan kuesioner dan alat ukur hemoglobinometer. Hasil dari penelitian inimenunjukkan remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 38%, hasil uji regresi logistik multivariat membuktikan bahwa siklus menstruasi (p-value 0.000) dan pola makan (p-value 0.000) berpengaruh pada kejadian anemia sedangkan pola tidur tidak memengaruhi kejadian anemia (p-value 0.678). Kejadian anemia padaremaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Curug dipengaruhi oleh dua faktor yaitu siklus menstruasidan pola makan. Diharapkan, remaja putri dapat memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan anemia dan melakukan pengecekan hemoglobin di fasilitas kesehatan terdekat.
PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI METODE GARDENING THERAPY UNTUK MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PENYANDANG DM DI DESA BINONG Elysabeth Sinulingga; Fiolenty B. Marulianna Sitorus; Marisa Manik; Juwita Fransiska Br Surbakti; Heman Pailak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2602

Abstract

The Community Service Activity (PKM) in Binong Village addresses the high prevalence of Type II Diabetes Mellitus (DM) and the limited knowledge of non-pharmacological therapies among patients. This initiative focuses on improving patient health through gardening therapy, which also serves as a practical, low-cost solution to reduce the economic burden of medication. The primary objective of this PKM is to enhance participants' understanding of DM management and increase their physical activity. The program was implemented in two stages. The first stage involved an educational session evaluated with pre- and post-quizzes. The results showed a significant improvement in knowledge, with the average score rising from 53.29 to 66.33 among 40 participants, a gain of 13.04 points. The second stage featured a competition where participants grew herbal plants like bay leaves, basil, and red betel leaves. The judging panel assessed the plants at the participants' homes in the third month. The overall outcomes demonstrate that the activity was effective in boosting participants' knowledge of gardening therapy and encouraged them to use their homegrown herbal plants to help manage their daily blood sugar levels.