Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Dini dan Edukasi Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Melitus Marisa Manik; Ineke Patrisia; Fiolenty Sitorus; Deborah Siregar; Ester Silitonga; Heman Pailak; Chriska Sinaga; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12167

Abstract

ABSTRAK Diabetes adalah penyebab utama komplikasi kesehatan yang serius dan termasuk dalam 10 penyebab kematian di dunia. Prevalensi dan kejadian Diabetes Melitus tipe 2 meningkat pesat di seluruh dunia. Beban komplikasi DM juga akan meningkat seiring dengan prevalensi penyakit yang terus meningkat. Untuk mengatasi beban ini maka diperlukan strategi pencegahan yang efektif seperti deteksi dini dan pendidikan kesehatan kepada individu maupun masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan perawatan Diabetes Melitus. Kegiatan PkM ini dilakukan pada 23 Maret 2023 dan 30 Maret 2023. Metode pembelajaran adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan return-demonstration. Media pembelajaran yang digunakan adalah PowerPoint dan alat peraga berupa kertas koran. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa pengetahuan peserta didik pada kegiatan pertama (23 Maret 2023) meningkat dengan skor rata-rata 60 dan pengetahuan peserta didik pada kegiatan kedua (30 Maret 2023) meningkat dengan skor rata-rata 53,33. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Mengingat komplikasi dari Diabetes Melitus yang serius dan dapat menurunkan kulitas hidup seseorang maka rekomendasi dari kegiatan ini adalah diperlukan deteksi dini dan pendidikan kesehatan kepada individu atau masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Deteksi Dini, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Diabetes is the leading cause of serious health complications and one of the top ten causes of death worldwide. The prevalence and incidence of type 2 Diabetes Mellitus are rapidly increasing around the world. The burden of diabetes complications will increase in line with the disease's prevalence. Effective prevention strategies, such as early detection and health education for individuals and communities, are required to reduce this burden. This activity aims to raise awareness of the significance of early detection and management of diabetes Mellitus treatment. This activity was carried out on March 23, 2023, and March 30, 2023. The method was lectures, discussions, demonstrations, and return demonstrations. PowerPoint and newsprint teaching aids are used as learning media. The results obtained from this activity were that the knowledge of participants in the first activity (23 March 2023) increased with an average score of 60 and the knowledge of participants in the second activity (30 March 2023) increased with an average score of 53.33. Based on the findings, we can conclude that health education plays a role in increasing an individual's knowledge. Diabetes Mellitus can reduce a person's quality of life, therefore the recommendation from this activity is that early detection and ongoing health education are required for individuals or communities. Keywords: Diabetes Mellitus, Early Detection, Health Education
Edukasi First Aid Dan Bantuan Hidup DasarPada Komunitas Gereja Di Tangerang Eva Chris Veronica Gultom; Evanny Indah Manurung; Marisa Junianti Manik; Elissa Oktoviani Hutasoit; Heman Pailak; Ekarisma Elisabeth Aprilia Udju; Suntoro Suntoro; Kesia Oktrivina Wanti
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1107

Abstract

First aid merupakan tindakan pertama yang dilakukan kepada seseorang yang membutuhkan pertolongan dengan segera. Kondisi ini dapat berupa henti jantung (cardiac arrest) yang dapat terjadi di komunitas mana pun, termasuk komunitas gereja. Korban yang mengalami cardiac arrest dapat diberikan pertolongan dengan melakukan bantuan hidup dasar berupa Resusitasi Jantung Paru (Cardiopulmonary Resucitation). Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan first aid dan bantuan hidup dasar bagi jemaat di gereja GBI Glow Karawaci, Tangerang. Metode yang dilakukan berupa ceramaah, demonstrasi, dan praktik keterampilan peserta. Jumlah peserta yang hadir 32 orang dengan kategori usia, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan yang beragam. Selain itu, sebagian besar peserta adalah perempuan. Sebelum kegiatan peserta diberikan lembar pre test, dan setelah kegiatan diberikan lembar post test, dengan  peningkatan nilai yang signifikan. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dan antusias dari peserta, sehingga dapat diupayakan agar program ini dapat disosialisasikan dengan target jumlah yang lebih banyak.