Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan Infrastruktur Pengendalian Banjir di Jakarta: Evaluasi Ketahanan dan Tantangan Pembangunan Giant Sea Wall Deka Satya Ardaputra; Stanislaus Riyanta; Margaretha Hanita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.62631

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta serta tantangan ketahanan wilayah dalam menghadapi risiko banjir yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan penurunan muka tanah. Meskipun pemerintah pusat dan daerah telah membangun sejumlah infrastruktur seperti Sodetan Ciliwung, Bendungan Ciawi–Sukamahi, Kanal Banjir Timur, sistem polder, pompa air, dan penguatan garis pantai, efektivitasnya belum optimal dalam mereduksi risiko banjir secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi aktual pengelolaan banjir, mengidentifikasi permasalahan infrastruktur, serta menganalisis faktor-faktor kelembagaan, kebijakan, dan tata kelola multi-level governance yang mempengaruhi implementasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan kapasitas infrastruktur, ketidakseimbangan daya tampung air, penurunan muka tanah, banjir rob, keterlambatan proyek NCICD dan GSW, serta lemahnya koordinasi antar lembaga. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian banjir yang lebih holistik dan terintegrasi, meliputi peningkatan kapasitas infrastruktur, penguatan kelembagaan lintas sektor, inovasi pembiayaan, pemanfaatan teknologi, optimalisasi tata ruang, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, pengendalian banjir di Jakarta diharapkan dapat menjadi lebih adaptif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap tantangan iklim di masa mendatang.
Avoided Loss Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan untuk Keamanan Nasional, Ekologis, dan Human Security Indonesia Khulfi Khalwani; Margaretha Hanita; Jaya D. Cipta
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2463

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan permasalahan lingkungan yang memiliki dampak multidimensional terhadap keamanan nasional, terutama melalui gangguan pada kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan ketahanan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan signifikan luas area terbakar. Namun, capaian tersebut masih cenderung dipahami secara deskriptif dalam perspektif lingkungan, tanpa disertai pengukuran yang memadai terhadap kerugian sosial-ekonomi yang berhasil dicegah, serta belum sepenuhnya ditempatkan dalam kerangka keamanan nasional yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai kerugian sosial-ekonomi yang berhasil dihindarkan (avoided loss) akibat penurunan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mereposisi pengendalian karhutla sebagai bentuk aksi iklim yang berkontribusi terhadap penguatan keamanan nasional melalui stabilitas ekologis dan pertahanan non-militer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis kebijakan, yang diperkaya dengan estimasi ekonomi lingkungan berbasis data sekunder. Perhitungan avoided loss dilakukan menggunakan pendekatan konservatif per hektare dan dianalisis dalam kerangka keamanan non-tradisional. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan perspektif konstruktivisme yang memandang ancaman sebagai hasil konstruksi sosial, serta pendekatan human security yang menekankan pentingnya perlindungan lingkungan, kesehatan, dan ekonomi sebagai bagian dari keamanan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan sekitar 78% luas karhutla dibandingkan baseline krisis 2019 telah mencegah kerugian sekitar Rp38,7 triliun. Selain memperbaiki kondisi lingkungan, pengendalian karhutla juga menurunkan risiko kesehatan, gangguan ekonomi, dan kerentanan sosial. Dengan demikian, pencegahan karhutla dapat dipahami sebagai bentuk pertahanan preventif non-militer yang memperkuat keamanan nasional melalui perlindungan sistem ekologis dan kesejahteraan manusia dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.