Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Generation Z Consumers’ Perceptions of Purchasing Intention Toward Organic Agricultural Products in Padang City M. Farrasky Delas Putra; Yozi Putri Sakinah; Sultani Sultani; Hermawan Hermawan; Riza Pebriani
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i4.490

Abstract

This study investigates Generation Z consumers’ purchase intention toward organic agricultural products in Padang City by examining the influence of digital, economic, social, and perceptual factors. The research topic is important due to the increasing global demand for organic food and the need to understand the behavioral determinants that shape healthy consumption patterns among young populations. The study hypothesizes that these four variables significantly affect purchase intention. A quantitative approach was employed using an online survey distributed to 73 Generation Z respondents, and data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that all variables significantly contribute to purchase intention, with consumer perception emerging as the strongest predictor, followed by digital and social factors, while economic constraints remain a major barrier. The model explains 62% of the variance in purchase intention, indicating substantial predictive power. These findings highlight that health-related beliefs, digital exposure, and social norms play a critical role in shaping healthy consumption behavior among young consumers. The study contributes to health sciences by demonstrating that promoting organic food consumption requires integrating health education with digital communication and socio-economic considerations
Penyusunan Kerangka Penilaian Multidimensi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan: Tinjauan Literatur Review Defri Rahman; Ahmad Fachri; Sultani Sultani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i3.2836

Abstract

Pembangunan pertanian berkelanjutan menuntut pencapaian yang melampaui peningkatan produksi. Penilaiannya perlu mencakup kelayakan ekonomi, keadilan sosial, integritas lingkungan, dan kapasitas kelembagaan secara terpadu. Namun, literatur masih menunjukkan fragmentasi indikator, perbedaan skala analisis, dominasi indikator ekonomi dan lingkungan, serta lemahnya operasionalisasi dimensi sosial dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis indikator keberlanjutan dan mengembangkan kerangka penilaian multidimensi pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review. Literatur yang relevan ditelusuri, diseleksi, dievaluasi, dan disintesis berdasarkan kesesuaiannya dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka penilaian pembangunan pertanian berkelanjutan perlu mencakup empat dimensi utama. Pertama, dimensi ekonomi meliputi produktivitas, profitabilitas, stabilitas pendapatan, diversifikasi usaha, efisiensi penggunaan input, dan akses pasar. Kedua, dimensi sosial mencakup kesejahteraan petani, ketahanan pangan rumah tangga, keadilan distribusi manfaat, kesetaraan gender, pekerjaan layak, partisipasi masyarakat, dan regenerasi petani. Ketiga, dimensi lingkungan meliputi kesehatan tanah, efisiensi penggunaan air, penggunaan pupuk dan pestisida, emisi gas rumah kaca, keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah, dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Keempat, dimensi kelembagaan mencakup kapasitas kelompok tani, akses penyuluhan dan pembiayaan, kepastian penguasaan lahan, partisipasi dalam pengambilan keputusan, kemitraan, koordinasi antaraktor, serta efektivitas kebijakan. Keempat dimensi tersebut saling berkaitan dan perlu dinilai secara bersamaan. Kerangka yang dihasilkan dapat menjadi dasar untuk menyusun indikator dan indeks pembangunan pertanian berkelanjutan yang terukur, kontekstual, partisipatif, dan relevan bagi pengambilan kebijakan.