Marsel Marsel
STKIP Pelita Nusantara Buton

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL BAGI MAHASISWA CALON GURU Ali Rahmat Unton; Masdiana Masdiana; Lismawati Sudiah; Karim Karim; Wa Ode Nining Setiyawan; Rizal Rizal; Marsel Marsel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10896

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to enhance prospective teachers’ understanding and ability to utilize information technology as a tool in the teaching and learning process. Additionally, this initiative aims to equip them with strong digital skills so they can integrate technology into innovative, creative, and effective teaching methods in the future when they become teachers in schools. Before using information technology, each participant was given a questionnaire to measure learning motivation (Pre-test) using a Likert scale: Strongly Agree, Agree, Somewhat Agree, Disagree, and Strongly Disagree. The questionnaire covered four aspects: 1) Perseverance in learning; 2) Interest and enthusiasm for learning; 3) Independence and participation; 4) Need for learning media. Based on the results obtained, it was found that before the activity was conducted, participants tended to answer “Strongly Agree” or “Agree.” This indicates that participants demonstrated low learning motivation due to the limitations of conventional methods. After the activity concluded, the questionnaire was administered again, and participants demonstrated very high enthusiasm for learning by utilizing information technology in the learning process and improving their digital literacy skills. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu, upaya ini bertujuan memberikan keterampilan digital yang baik kepada mereka agar mampu menggabungkan teknologi dalam metode mengajar yang inovatif, kreatif, dan efektif di masa depan ketika mereka menjadi guru di sekolah. Sebelum menggunakan teknologi informasi, setiap peserta diberikan angket untuk mengukur motivasi belajar (Pre-test) dengan skala Likert, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Angket tersebut mencakup empat aspek, yaitu: 1) Ketekunan dalam belajar; 2) Minat dan semangat belajar; 3) Kemandirian dan partisipasi; 4) Kebutuhan media pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, peserta cenderung menjawab "Sangat Setuju" atau "Setuju". Artinya, peserta menunjukkan motivasi belajar yang rendah karena keterbatasan metode konvensional. Setelah kegiatan selesai, kembali diberikan angket dan peserta menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan literasi digital mereka.
ADAPTASI SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN PESISIR Alimato Alimato; Hanisu Hanisu; Marsel Marsel; La Jana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8844

Abstract

ABSTRAK Perubahan lingkungan pesisir, seperti kenaikan muka air laut, abrasi, degradasi ekosistem, dan meningkatnya cuaca ekstrem, telah menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan mata pencaharian masyarakat nelayan, khususnya di wilayah kepulauan terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, informasi, dan layanan pemerintah. Kondisi tersebut mendorong nelayan untuk mengembangkan berbagai strategi adaptasi guna menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial rumah tangga mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi adaptasi sosial-ekonomi masyarakat nelayan di Desa Holimombo Jaya, Kabupaten Buton, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan strategi adaptasi tersebut. Penelitian dilaksanakan selama Juni–Agustus 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi. Sebanyak 60 kepala keluarga nelayan dipilih secara purposive sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik melalui proses transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan menerapkan lima strategi adaptasi utama, yaitu penyesuaian pola dan waktu melaut, diversifikasi mata pencaharian, penguatan jejaring sosial, pemanfaatan teknologi sederhana, dan pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal. Strategi-strategi tersebut memberikan dampak ganda, yakni memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan kerugian, stabilisasi pendapatan, dan peningkatan efisiensi, serta memperkuat ketahanan sosial melalui peningkatan keselamatan, solidaritas, pembelajaran kolektif, dan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi nelayan di wilayah terpencil merupakan proses integratif yang melibatkan dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi, sehingga penting dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan pesisir yang berkelanjutan dan inklusif. ABSTRACT Coastal environmental changes, including sea level rise, coastal erosion, ecosystem degradation, and increasing extreme weather events, pose serious challenges to the sustainability of fishing livelihoods, particularly in remote island communities with limited access to capital, technology, information, and government services. These conditions have compelled small-scale fishers to develop various adaptation strategies to maintain their economic and social resilience. This study aims to identify the forms of socio-economic adaptation strategies employed by fishing communities in Holimombo Jaya Village, Buton Regency, and to analyze the factors influencing the success and constraints of these strategies. The research was conducted from June to August 2025 using a qualitative approach through semi-structured interviews, field observations, and documentation. A total of 60 fishing household heads were selected purposively as research participants. Data were analyzed using a thematic approach involving transcription, coding, categorization, and theme development, supported by source and method triangulation. The findings reveal that fishers implement five main adaptation strategies: adjustment of fishing patterns and timing, livelihood diversification, strengthening of social networks, utilization of simple technologies, and resource management based on local wisdom. These strategies generate dual impacts by enhancing economic resilience through reduced losses, income stabilization, and improved operational efficiency, while simultaneously strengthening social resilience through increased safety, solidarity, collective learning, and environmental awareness. The study concludes that adaptation among fishers in remote coastal areas represents an integrative process involving economic, social, cultural, and technological dimensions, and therefore should serve as an empirical basis for formulating sustainable and inclusive coastal development policies.