Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Profesi Guru SD Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Aris Susanto; Ali Rahmat Unton; Masdiana Masdiana; Lismawati Sudiah; Rahmawati Nurkarima; Silvia Agnesi Waly; Karim Karim
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.159

Abstract

Guru mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang generasi masa depan. Guru juga selalu dituntut untuk melaksanakan perbaikan menuju kualitas pada dunia formal pendidikan, sehingga hampir semua usaha yang menyangkut pembaharuan di bidang pendidikan bergantung pada guru. Oleh sebab itu, perlu ada kegiatan pengembangan dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme pendidik. Kriteria profesionalisme guru meliputi: kemampuan menguasai bahan, mengelola PBM, mengelola kelas, mengelola media atau sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, mengenal interaksi belajar mengajar, menilai prestasi siswa, mengenal fungsi dan program pelayanan BP, serta mengenal administrasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri 1 Baadia merupakan kegiatan kerjasama antara Guru SD Negeri 1 Baadia bersama Dosen STKIP Pelita Nusantara Buton dalam rangka pengembangan profesionalisme guru di Sekolah serta meningkatkan mutu sumber daya manusia di dunia pendidikan. Adapun metode penyampaian pada pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu penyuluhan atau sosialisasi dalam rangka meningkatkan pemahaman serta kesadaran terhadap profesionalitas guru pada implementasi kurikulum merdeka belajar. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu, guru di SD Negeri 1 Baadia dapat memahami tugas dan fungsi serta perannya dalam mewujudkan peserta didik yang cerdas serta terampil sesuai dengan cita-cita kurikulum merdeka belajar.
PENGUATAN KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL BAGI MAHASISWA CALON GURU Ali Rahmat Unton; Masdiana Masdiana; Lismawati Sudiah; Karim Karim; Wa Ode Nining Setiyawan; Rizal Rizal; Marsel Marsel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10896

Abstract

ABSTRACT This community service activity aims to enhance prospective teachers’ understanding and ability to utilize information technology as a tool in the teaching and learning process. Additionally, this initiative aims to equip them with strong digital skills so they can integrate technology into innovative, creative, and effective teaching methods in the future when they become teachers in schools. Before using information technology, each participant was given a questionnaire to measure learning motivation (Pre-test) using a Likert scale: Strongly Agree, Agree, Somewhat Agree, Disagree, and Strongly Disagree. The questionnaire covered four aspects: 1) Perseverance in learning; 2) Interest and enthusiasm for learning; 3) Independence and participation; 4) Need for learning media. Based on the results obtained, it was found that before the activity was conducted, participants tended to answer “Strongly Agree” or “Agree.” This indicates that participants demonstrated low learning motivation due to the limitations of conventional methods. After the activity concluded, the questionnaire was administered again, and participants demonstrated very high enthusiasm for learning by utilizing information technology in the learning process and improving their digital literacy skills. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Selain itu, upaya ini bertujuan memberikan keterampilan digital yang baik kepada mereka agar mampu menggabungkan teknologi dalam metode mengajar yang inovatif, kreatif, dan efektif di masa depan ketika mereka menjadi guru di sekolah. Sebelum menggunakan teknologi informasi, setiap peserta diberikan angket untuk mengukur motivasi belajar (Pre-test) dengan skala Likert, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Angket tersebut mencakup empat aspek, yaitu: 1) Ketekunan dalam belajar; 2) Minat dan semangat belajar; 3) Kemandirian dan partisipasi; 4) Kebutuhan media pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, peserta cenderung menjawab "Sangat Setuju" atau "Setuju". Artinya, peserta menunjukkan motivasi belajar yang rendah karena keterbatasan metode konvensional. Setelah kegiatan selesai, kembali diberikan angket dan peserta menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kemampuan literasi digital mereka.
HUBUNGAN KOORDINASI MATA KAKI DAN KESEIMBANGAN DENGAN KETERAMPILAN SEPAK SILA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW Alif Lam Akhmady Akhmady; Ariamin Mondo; Karim Karim
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.14283

Abstract

The sila kick is the most dominant basic technique in sepak takraw, serving as a technique for receiving, controlling, and passing the ball, as well as an initial defensive technique. Preliminary observations among eighth-grade students at SMP Negeri 3 Buton showed that 20 of 30 students (66.67%) had not mastered the sila kick correctly, with an average practical score of 68.40%, below the Minimum Completeness Criteria (KKM) of 75. This condition was presumed related to students' low eye-foot coordination and balance. This study aimed to analyze the relationship between eye-foot coordination, balance, and their simultaneous relationship with sila kick skills among eighth-grade students at SMP Negeri 3 Buton. This study used a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 30 male students selected using purposive sampling. Data were collected through tests of eye-foot coordination, balance, and sila kick skills, then analyzed using IBM SPSS version 22 through Spearman's rho correlation test and multiple regression analysis. Results showed a significant relationship between eye-foot coordination and sila kick skills (r = 0.457; sig. = 0.011), while the relationship between balance and sila kick skills was not significant (r = 0.302; sig. = 0.105). Simultaneously, eye-foot coordination and balance had a significant relationship with sila kick skills (R = 0.500; R Square = 0.250; sig. = 0.021), contributing 25% to skill variation. ABSTRAK Sepak sila merupakan teknik dasar paling dominan dalam permainan sepak takraw karena berfungsi ganda sebagai teknik menerima, mengontrol, dan mengumpan bola, sekaligus teknik pertahanan awal. Observasi awal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Buton menunjukkan bahwa 20 dari 30 siswa (66,67%) belum mampu melakukan sepak sila dengan teknik yang benar, dengan rata-rata nilai praktik 68,40%, masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Kondisi ini diduga berkaitan dengan rendahnya koordinasi mata-kaki dan keseimbangan tubuh siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan koordinasi mata-kaki, keseimbangan, serta hubungan keduanya secara simultan dengan keterampilan sepak sila pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Buton. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 30 siswa laki-laki yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes dan pengukuran koordinasi mata-kaki, keseimbangan, dan keterampilan sepak sila, lalu dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 22 melalui uji korelasi Spearman's rho dan regresi berganda. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara koordinasi mata-kaki dengan sepak sila (r = 0,457; sig. = 0,011), sementara hubungan keseimbangan dengan sepak sila tidak signifikan (r = 0,302; sig. = 0,105). Secara simultan, koordinasi mata-kaki dan keseimbangan memiliki hubungan signifikan dengan sepak sila (R = 0,500; R Square = 0,250; sig. = 0,021), dengan kontribusi 25% terhadap variasi keterampilan tersebut.