Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Motivasi Belajar Mahasiswa Bekerja dan Tidak Bekerja terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Milfa Yetty
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.961

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi motivasi mahasiswa, baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja, terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif menggunakan data primer dan sekunder. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Semester IV-B Kelas Pagi Reguler dan Kelas Eksklusif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Data diperoleh melalui metode angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan motivasi antara mahasiswa yang bekerja dan yang tidak bekerja terkait dengan prestasi akademik mereka. Hal ini terlihat dari IPK yang tidak berbeda secara signifikan. Baik responden yang bekerja maupun yang tidak bekerja sama-sama menyetujui hasil analisis tersebut, yang berarti bahwa motivasi belajar mahasiswa tidak dipengaruhi oleh status mereka sebagai pekerja atau bukan pekerja. Mereka memiliki motivasi yang tinggi berupa semangat dan keinginan untuk mencapai hasil yang lebih baik..
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Program Literasi Siswa di Sekolah SMP Negeri 2 Binjai Langkat Rahmi Utami; Yholla Wilanda; Milfa Yetty; Muhamad Hamdan
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2025): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v9i1.24408

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the implementation of character education for students through literacy programmes at SMP Negeri 2 Binjai Langkat, to identify the strategies used by teachers in implementing character education for students through literacy programmes, and to identify the obstacles faced by teachers in implementing character education for students through literacy programmes at the school. This research is a qualitative field study, which involves collecting data in the field. The research uses field research methods, including observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that character education is reflected in daily life at school, both by the principal, teachers, and students. Teachers' strategies in implementing character education for students through student literacy programmes at school include several methods, such as teachers always setting a good example and being role models for students, teachers always giving appreciation and moral messages, and teachers always guiding students to always be honest and open about things. Challenges teachers face in implementing character education through student literacy programmes include students often ignoring teachers when they provide motivation. Lack of motivation, both from within the students and from external sources, as well as students arriving late to school, are significant challenges for schools in beginning to change students' character.
Hubungan Ekspresi Emosi Orang Tua dengan Tingkat Depresi pada Remaja: Studi pada Siswa MTs Al-Washliyah Medan Krio Muhammad Najari; Milfa Yetty; Rahmi Utami
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Takuana, Oktober 2024
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v3i2.698

Abstract

Adolescent depression has become an important mental health issue because of its impact on adolescents’ psychological, social, and academic development. Family emotional climate, particularly Parental Expressed Emotion (PEE), has been identified as one of the factors associated with adolescent mental health. This study aimed to examine the relationship between parental expressed emotion and depression levels among students at MTs Al-Washliyah Medan Krio. A quantitative correlational design was employed involving 105 students selected from a population of 155 students. Data were collected using Likert-scale questionnaires measuring parental expressed emotion and adolescent depression. The data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product-Moment correlation after meeting the required statistical assumptions. The findings indicated that parental expressed emotion had a significant relationship with adolescents’ depression levels (r = 0.4619, p < 0.05). These findings suggest that the quality of parents’ emotional expression is associated with adolescents’ psychological well-being. Strengthening positive emotional communication within families may therefore contribute to efforts aimed at preventing depression among adolescents.
Implementasi Strategi Pembelajaran Jigsaw dalam Pembelajaran Fikih di MTsN 4 Langkat Milfa Yetty; Asmayani Asmayani; Ahmad Khairuddin
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Takuana (April - June)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i1.704

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Jigsaw learning strategy in Fiqh instruction at MTsN 4 Langkat, explain its implementation stages, and identify the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving the principal, Fiqh teacher, and students. The findings reveal that the implementation of the Jigsaw strategy consists of three main stages: planning, implementation, and evaluation. The learning process is conducted through the formation of home groups and expert groups, enabling students to exchange knowledge collaboratively and take responsibility for mastering the assigned learning materials. Supporting factors include students’ readiness and the availability of learning resources, while inhibiting factors comprise limited learning motivation, insufficient cooperative learning skills, limited instructional time, and inadequate learning media. Overall, the findings indicate that the Jigsaw strategy promotes active, collaborative, and student-centered learning in Fiqh instruction.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menangani Kenakalan Remaja di MTs Al-Ishlahiyah Binjai Atikah Rahmah Syawalyah Wijaya; Milfa Yetty
Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Oktober
Publisher : Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59342/jgt.v5i2.1118

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena kenakalan remaja di lingkungan madrasah yang memerlukan strategi pembinaan berbasis nilai keislaman. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku siswa agar selaras dengan ajaran Islam dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani kenakalan remaja di MTs Al-Ishlahiyah Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dilaksanakan melalui keteladanan, pembinaan spiritual terprogram, dan pendekatan humanis berbasis dialog. Strategi tersebut efektif dalam membangun disiplin, meningkatkan kesadaran religius, serta menekan pelanggaran tata tertib siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi pembinaan spiritual dan pendekatan personal guru berkontribusi dalam menciptakan lingkungan madrasah yang religius dan kondusif