Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesalahan Afiksasi pada Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X MAN 1 Magelang Naswa Maulida; Mimi Mulyani; Herpindo Herpindo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/w7rq5f95

Abstract

Ketepatan penggunaan afiks menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan dalam keterampilan menulis siswa. Dalam implementasinya, masih terdapat banyak kesalahan penulisan afiksasi, salah satunya dalam teks laporan hasil observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan afiksasi pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X MAN 1 Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yakni teks laporan hasil observasi milik siswa kelas X MAN 1 Magelang. Pengumpulan data melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan terdapat 133 data kesalahan afiksasi. Kesalahan paling dominan terdapat pada prefiks di- sebanyak 45 data. Selain itu, ditemukan kesalahan lain pada prefiks me(N)- sebanyak 4 data, sufiks -nya sebanyak 21 data, kombinasi afiks me-i sejumlah 3 data, kombinasi afiks di-i sejumlah 11 data, kombinasi afiks me-kan sebanyak 10 data, kombinasi afiks di-kan sejumlah 24 data, kombinasi afiks diper-kan sebanyak 1 data, kemudian kesalahan konfiks ber-an sebanyak 10 data, konfiks pe-an dan konfiks ke-an yang masing-masing berjumlah 2 data. Kesalahan-kesalahan afiksasi tersebut meliputi penulisan di- yang terpisah, ketidaktepatan penerapan kaidah morfofonemik, penghilangan unsur afiks tertentu, serta ketidaktepatan penggunaan alomorf.
Representasi Bahasa dan Budaya Daerah dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia untuk Pelajar: Regional Language and Cultural Representation in the BIPA Textbook Sahabatku Indonesia for Learners Winasti Rahma Diani; Liana Shinta Dewi; Nilam Rizki Yazera; Naswa Maulida
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 2 (2026): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v10i2.3612

Abstract

Sahabatku Indonesia 1–7 for Students are the most accessed teaching materials by users as a reference in learning Bahasa Indonesia as a Foreign Language (BIPA) for beginner and intermediate-level students. These books contain linguistic and cultural materials that can be studied by BIPA learners at the school age equivalent to elementary and junior high school levels. Through these books, the teaching content presented serves as a representation of the Indonesian language and culture for BIPA learners who wish to learn and deepen their knowledge about Indonesia. Therefore, this study aims to identify the representation of regional languages and cultures in Indonesia within the Sahabatku Indonesia 1–7 for Students, published by the Ministry of Education and Culture. This research is important as a form of feedback from BIPA practitioners. The results of the study show that the representation in these books is quite diverse, but the distribution of language and cultural content at each level is inconsistent. Regional language representation is most prevalent in level 4 books, while regional cultural representation is most prevalent in level 1 books.