Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Makna Tata Rias dalam Membangun Kepercayaan Diri Perempuan Maharani Adhwa Qurrotu’aini; Gadisa Aprilia Miranti; Yasmine Radiyya Prasojo; Veronica Ardelia Elsi Viana; Nabila Miftahul Hidayah; Anik Maghfiroh
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.362

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek penting bagi perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup, interaksi sosial, dan pengembangan diri, dengan citra tubuh yang berpengaruh positif terhadapnya. Sosialisasi standar kecantikan sejak dini mendorong perempuan merawat penampilan, termasuk melalui tata rias (make-up), yang tidak hanya bersifat estetika tetapi juga membantu meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan menelaah makna tata rias wajah dalam membangun kepercayaan diri perempuan dan mengidentifikasi persepsi serta pengaruhnya terhadap citra diri dalam interaksi sosial. Menggunakan metode literature review, data dikumpulkan dari artikel ilmiah yang relevan berdasarkan kriteria inklusi psikososial dan budaya. Analisis naratif menemukan pola positif hubungan make-up dengan kepercayaan diri, menjadikannya faktor psikososial signifikan di luar aspek estetika. Kajian ini memberikan pemahaman menyeluruh sebagai dasar penelitian lanjutan berbasis data.
A Mirror of Time: Historical Traces and Cultural Changes in Defining Ideal Beauty Anik Maghfiroh; Maria Krisnawati; Cantika Maharani; Elva cinta Lamiis Susanto Putri; Veronica Ardelia Elsi Viana; Safiyyah Raihana; Linda Ayu Wulandari
Indonesian Journal of Cosmetics Vol. 4 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Cosmetics
Publisher : Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/ijcos.v4i1.2529

Abstract

ABSTRACT Artikel ini menelusuri perjalanan sejarah serta perubahan budaya yang membentuk konsep “kecantikan ideal” dari berbagai periode waktu. Melalui metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkap bahwa standar kecantikan tidak pernah bersifat statis, melainkan selalu mengalami transformasi seiring dinamika sosial, ekonomi, politik, serta perkembangan teknologi dan media. Setiap era menunjukkan konstruksi estetika yang berbeda, mulai dari kecantikan yang diasosiasikan dengan status sosial pada masa-masa awal, hingga nilai-nilai budaya dominan yang memengaruhi preferensi fisik dan gaya hidup masyarakat. Perubahan tersebut semakin kompleks ketika globalisasi dan arus informasi memperluas interaksi antarbudaya. Media massa, industri hiburan, hingga platform digital modern berperan besar dalam menyebarkan, memperkuat, bahkan menantang standar kecantikan yang berlaku. Representasi visual yang terus-menerus dikonsumsi publik membentuk persepsi bersama tentang apa yang dianggap menarik, meskipun sering kali tidak lepas dari bias estetika tertentu. Namun, perkembangan media sosial juga membuka ruang bagi munculnya gerakan counter-narrative yang menekankan keberagaman, penerimaan diri, dan inklusivitas. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa kecantikan merupakan konstruksi sosial yang terus dinegosiasikan, dipengaruhi oleh konteks zaman serta relasi kekuasaan yang bekerja dalam masyarakat. Dengan memahami jejak evolusi konsep kecantikan, kita dapat mengembangkan perspektif yang lebih kritis dan sensitif terhadap keberagaman penampilan. Hal ini penting untuk membangun pemahaman estetika yang lebih humanis dan tidak terbatas pada satu definisi tunggal, sehingga masyarakat modern dapat lebih menghargai berbagai bentuk ekspresi kecantikan yang otentik. Kata Kunci: kecantikan ideal, sejarah kecantikan, budaya, konstruksi sosial, perubahan estetika. ABSTRACT This article traces the historical journey and cultural shifts that have shaped the concept of the “ideal beauty” across different periods of time. Through a literature study using a descriptive qualitative approach, this research reveals that beauty standards are never static; instead, they continuously transform in line with social, economic, and political dynamics, as well as technological and media developments. Each era presents a distinct aesthetic construct, ranging from beauty associated with social status in earlier periods to dominant cultural values that influence physical preferences and lifestyle choices in society. These changes become even more complex as globalization and the flow of information expand intercultural interactions. Mass media, the entertainment industry, and modern digital platforms play significant roles in disseminating, reinforcing, and even challenging prevailing beauty standards. The constant stream of visual representations consumed by the public shapes collective perceptions of what is considered attractive, although such portrayals often remain intertwined with certain aesthetic biases. However, the rise of social media has also opened space for counter-narratives that emphasize diversity, self-acceptance, and inclusivity. The findings of this research illustrate that beauty is a social construct that is continuously negotiated, influenced by the context of the era and the power relations operating within society. By understanding the evolutionary trajectory of beauty concepts, we can develop a more critical and sensitive perspective toward the diversity of appearances. This is essential for cultivating a more humanistic understanding of aesthetics one that is not confined to a single definition—allowing modern society to appreciate a wider range of authentic expressions of beauty. Keywords: ideal beauty, beauty history, culture, social construction, aesthetic changes.