Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Test Screening Hepatitis A dan Hepatitis B pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Alas Barat Febriyanti Rizki Diana Lestari Diana; Rohmi; Thomas Tandi Manu; Siti Zaetun
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v5i1.91

Abstract

Latar Belakang: Test screening HAVAg dan HbsAg merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi dini infeksi virus hepatitis A dan hepatitis B pada seseorang. Hepatitis sendiri merupakan penyakit peradangan pada hati yang dapat sembuh dengan sendirinya atau berkembang menjadi fibrosis (jaringan parut), sirosis, atau kanker hati. Wilayah Alas Barat masih menjadi wilayah yang memiliki angka infeksi hepatitis yang tinggi serta rendahnya informasi tentang hepatitis dan akses pelayanan laboratorium penanganan kasus hepatitis pada masyarakat sebagai latar belakang masalah. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis dan mengetahui hasil test screening Hepatitis A dan Hepatitis B pada Masyarakat yang terkena infeksi Hepatitis A dan Hepatitis B. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data yaitu data primer dan sekunder. Hasil: Test screening pada Hepatitis A menunjukkan bahwa 20 sampel yang telah dilakukan test screening di dapatkan hasil Non-Reaktif/Negatif Hepatitis A (HAVag), sedangkan pada Hepatitis B di dapatkan hasil dari 80 sampel yang telah dilakukan test screening 20 sampel di antaranya menunjukkan hasil Reaktif/Positif Hepatitis B (HbsAg). Kesimpulan: Di wilayah Alas Barat tidak ditemukan virus Hepatitis A dan pada Hepatitis B ditemukan sekitar 25% penduduk Alas Barat terkena infeksi virus Hepatitis B.
Korelasi Hasil Skrining TB dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Kabupaten Lombok Utara Ni Komang Harmoni S; Lalu Srigede; Ari Khusuma; Rohmi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v5i1.185

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) dan Diabetes Melitus (DM) menjadi masalah di dunia utamanya 80% pada negara endemis Tuberkulosis. Penderita diabetes melitus beresiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi tuberkulosis dibanding yang tidak DM yaitu sebesar 2,5 kali. (IDF 2021). Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko tersering pada pasien TB paru. Beberapa penelitian menunjukkan dampak diabetes pada tuberkulosis adalah terapi TB yang cenderung gagal dan penderita cenderung meninggal selama terapi dibandingkan yng bukan DM. Keterkaitan TB dengan DM menghendaki intervensi pada kedua penyakit tersebut,untuk meningkatkan deteksi dan mencegah diabetes atau tuberkulosis terkait komplikasi,sehingga perlu dilakukan Screening pemeriksaan TB pada penyandang Diabetes Melitus. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara pemeriksaan screening TB dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Metode Penelitian: Observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan data primer dan dianalisa secara statistik dengan uji Spearmen rank. Hasil Penelitian: Jumlah sampel sebanyak 30 pasien dengan Diabetes melitus.Didapat 16 orang (53.33%) dengan kadar gula darah normal dan 14 orang 46.67%) dengan Gula darah tinggi.untuk pemeriksaan TCM didapatkan 28 orang (93.33%) TCM MTB not detected, 2 orang (6.67.97%) MTB detected. Korelasi hasil pemeriksaan Kadar gula darah degan hasil TCM (p = 0.286 > nilai α= 0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara Hasil Screening TB degan Kadar Gula Darah pada pasien Diabetes Melitus.