Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Mengonsumsi Kopi Pada Pasien Osteoporosis Terhadap Kadar Kalsium Urin Khairal Yasmin; Lale Budi Kusuma Dewi; Ida Bagus Rai Wiadnya; I Wayan Getas
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v5i1.406

Abstract

Latar belakang: Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa tulang dan peningkatan risiko patahtulang. Konsumsi kopi dapat meningkatkan ekskresi kalsium urin sehingga berpotensi memperburukkondisi osteoporosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah konsumsi kopi terhadap kadar kalsium urin pada pasien osteoporosis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mengonsumsi kopi pada pasienosteoporosis terhadap kadar kalsium urin. Metode Penelitian: Penelitian ini dilaksanakan di RSI Siti Hajar Mataram dan Laboratorium Kimia TLMPoltekkes Kemenkes Mataram pada Juli–September 2025. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel jenuh pada seluruh pasien osteoporosis peminum kopi. Variabel bebas adalah jumlah konsumsi kopi, sedangkan variabel terikat adalah kadar kalsium urin yang diperiksa dengan metode titrasi kompleksometri. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA atau Kruskal-Wallis sesuai distribusi data. Hasil Penelitian: Rerata kadar kalsium urin pasien yang mengonsumsi 1 gelas per hari berada pada kisaran 212.5 mg/24 jam, kelompok 2 gelas per hari 322 mg/24 jam, dan kelompok 3 gelas per hari 444.8 mg/24 jam. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji One-Way ANOVA, ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar kalsium urin antara kelompok yang mengonsumsi 1, 2, dan 3 gelas kopi per hari. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah konsumsi kopi, kadar kalsium urin pada penderita osteoporosis cenderung meningkat. Hal ini menegaskan bahwa konsumsi kopi berpengaruh terhadap ekskresi kalsium, sehingga perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan dan penatalaksanaan osteoporosis.