Septi Gumiandari
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERGESERAN PEMBERIAN NAFKAH DALAM KELUARGA TKW: ANALISIS MAQASID AL-SYARI‘AH DI KECAMATAN KALIWEDI Gina Avesina Mumtazah; Akhmad Khalimy; Septi Gumiandari; Ratu Salma Salsabila; Faiq Rahman Isa Anshori
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 15 No. 2 (2026): Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v15i2.30834

Abstract

Perubahan struktur ekonomi keluarga Muslim akibat migrasi kerja perempuan menimbulkan ketegangan antara norma kewajiban nafkah suami dan realitas kontribusi ekonomi istri. Di Kabupaten Cirebon, tingginya angka migrasi pekerja perempuan memperlihatkan bahwa remitansi menjadi sumber utama pembiayaan rumah tangga, termasuk di Kecamatan Kaliwedi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pergeseran pemberian nafkah dalam keluarga migran, menilai status hukum istri sebagai pemberi nafkah dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif, serta mengevaluasinya melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan metode socio-legal terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan dua pola pergeseran, yaitu pola dominan dan kolaboratif, tanpa menghapus kewajiban normatif suami sebagai penanggung nafkah. Dalam perspektif maqasid, pergeseran tersebut dapat dinilai sah secara kondisional apabila menjaga hifz al-mal, hifz al-nasl, hifz al-nafs, dan hifz al-‘ird. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan maqāṣid sebagai instrumen evaluatif untuk menjembatani realitas empiris keluarga migran dengan struktur normatif qiwāmah, sehingga diskursus kewajiban nafkah tidak berhenti pada dikotomi pelanggaran dan kepatuhan, tetapi bergerak pada analisis kemaslahatan yang proporsional. Kata Kunci: Keluarga Migran; Kewajiban Nafkah; Maqasid Al-Syari‘ah.
Cultivating the Ethical-Digital Companion: A Socio-Pedagogical Study on Islamic Character Building in the Age of Artificial Intelligence. Karlina Nina; Septi Gumiandari
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Assyfa Journal of Islamic Studies (August) In Press
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v4i2.986

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) and digital technology has significantly transformed family dynamics, necessitating a socio-pedagogical shift in Islamic character building (akhlaq) for early adolescents. This study investigates the parental practices, strategies, and socio-pedagogical challenges in digital mediation among parents of seventh-grade students at SMPN 2 Kuningan, Indonesia, aiming to construct a value-based Ethical-Digital Companion model. Utilizing a descriptive qualitative approach, in-depth interviews were conducted with 19 parents. The findings reveal that parents perform five vital socio-pedagogical roles: technology regulators, information filters, educational rule enforcers, digital companions, and role models for digital ethics. The strategies employed include dialogic assistance, proactive regulation, and school-home partnerships, despite persistent challenges such as peer social pressure and parental digital literacy gaps in navigating intelligent technologies. The study concludes that cultivating Islamic character requires a paradigm shift from restrictive technical control to the Ethical-Digital Companion model. This framework contributes to Islamic interdisciplinary studies by synergizing socio-pedagogical strategies with transcendental ethical integrity, ultimately fostering akhlaq resilience in the AI era.