Agung Wibisono
Universitas Pamulang, Banten, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Literasi Digital Siswa-Siswi SMK Grafika Desa Putra Untuk Menangkal Berita Palsu Komarudin Subekti; Salwa Lila Vahista; Agung Wibisono
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.9741

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini  bertujuan memfasilitasi terkait peningkatan kesadaran literasi digital untuk Siswa-Siswi SMK Grafika Desa Putera, Jagakarsa, Jakarta Selatan dalam  mengetahui ciri-ciri dan kategori berita palsu menjadi semakin penting karena melatih siswa diarahkan untuk berpikir kritis untuk menangkal berita palsu dengan serangkaian kegiatan yang mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi identifikasi berita palsu. Kegiatan ini diadakan selama dua hari, dengan metode komprehensif  yang mencakup ceramah, praktik langsung, monitoring dan evaluasi. Hasilnya menunjukan meningkatkan kemampuan Siswa-Siswi di SMK Grafika Desa Putera dalam mengidentifikasi sumber informasi yang valid dan resmi, meningkatnya motivasi terhadap akses literasi digital, dan peningkatan kesadaran sosial dan etika digital. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran literasi digital Siswa-Siswi SMK Grafika Desa Putera diharapkan dengan terciptanya lingkungan digital dikalangan siswa yang lebih aman, positif dan informatif di sekolah. Selain itu, juga memberikan kontribusi dalam mempersiapkan bekal kepada siswa-siswi di sekolah mengenai peningkatan yang signifikan dalam hal pengetahuan, sikap, dan keterampilan literasi digital. This Community Service Program (PKM) aims to facilitate the improvement of digital literacy awareness among the students of SMK Grafika Desa Putera, Jagakarsa, South Jakarta. The goal is to help students recognize the characteristics and categories of fake news, which is increasingly important as it trains students to think critically in countering misinformation through a series of activities including counseling sessions, interactive discussions, and fake news identification simulations. This program was held over two days using a comprehensive method that included lectures, hands-on practice, monitoring, and evaluation. The results showed an increase in the students’ ability to identify valid and official sources of information, higher motivation to access digital literacy resources, and greater awareness of social and digital ethics. This program also had a positive impact on raising digital literacy awareness among the students of SMK Grafika Desa Putera. It is expected to help create a safer, more positive, and informative digital environment among students at school. In addition, the program contributes to better preparing the students by significantly improving their knowledge, attitudes, and skills in digital literacy.
VIRTUAL IDENTITY ON SOCIAL MEDIA: AN ANALYSIS OF THE SECOND ACCOUNT AND FAKE ACCOUNT PHENOMENON IN SOCIAL REPRESENTATION Agung Wibisono; Tri Febri Kurniawan
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 16 No. 01 (2026): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media, which encourages the formation of virtual identity through the practice of secondary accounts and fake accounts. The aim of this study is to analyze the construction of virtual identity among Generation Z within the framework of Moscovici’s Social Representation Theory (SRT), emphasizing the processes of anchoring and objectification in the formation of social meaning. The initial hypothesis suggests that digital identity is fragmented and contextual, depending on the social function of each account. This study employs a descriptive qualitative approach within the constructivist paradigm. The research subjects consisted of eight Generation Z informants who are active on social media and have alternative accounts. Data were collected through in-depth interviews, digital observation, and documentation, then analyzed using open coding, axial coding, and selective coding, along with thematic analysis based on SRT. The findings reveal that virtual identity is formed in three main layers: the main account as a curated public representation, the secondary account as a space for personal and emotional expression, and the fake account as a tool for anonymity and social observation. These results align with previous studies that position alternative accounts as impression management strategies, yet extend them within the context of social representation and power relations. The processes of anchoring and objectification are evident through digital symbols such as usernames, language styles, and interaction patterns. This study concludes that virtual identity is an adaptive and layered social construct, serving as a communication strategy for negotiating public–private boundaries, social control, and authenticity in the digital space.
Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Komunikasi pada Anggota Forum Anak Tri Febri Kurniawan; Agung Wibisono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v4i2.931

Abstract

Forum Anak Kabupaten Tangerang merupakan wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi serta berperan aktif dalam isu perlindungan dan kesejahteraan anak. Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki anggota Forum Anak adalah kemampuan public speaking agar mampu menyampaikan gagasan secara efektif di berbagai forum. Hasil observasi awal dan wawancara dengan mitra menunjukkan bahwa sebagian anggota masih mengalami kesulitan berbicara di depan umum, seperti kurang percaya diri, gugup saat menyampaikan pendapat, serta belum mampu mengomunikasikan ide secara terstruktur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri anggota Forum Anak Kabupaten Tangerang melalui pelatihan yang bersifat edukatif dan partisipatif. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, praktik berbicara di depan umum (role play), serta pemberian umpan balik secara langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Oktober 2025 di Kecamatan Tigaraksa dan diikuti oleh 20 anggota Forum Anak Kabupaten Tangerang. Evaluasi dilakukan menggunakan rubrik observasi yang mencakup aspek keberanian tampil, kejelasan penyampaian materi, kontak mata, intonasi, bahasa tubuh, dan kemampuan merespons audiens. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan public speaking peserta meningkat dari 2,12 sebelum pelatihan menjadi 3,42 setelah pelatihan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan mampu memperkuat kemampuan komunikasi peserta, terutama dalam keberanian berbicara di depan umum, penyampaian pesan secara lebih terstruktur, serta penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal yang lebih efektif. Pelatihan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas komunikasi anggota Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor dalam mendukung pemenuhan hak partisipasi anak.