Ineke Permatasari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinants of Exclusive Breastfeeding Among Mothers in Buleleng Regency, Bali: A Cross-Sectional Study Luh Mertasari; Luh Nik Armini; Ria Tri Harini; Ineke Permatasari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 11 No. 1 (2026): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmik.v11i1.943

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding plays a crucial role in supporting infant growth, health, and development during the first six months of life. Despite ongoing breastfeeding promotion efforts, the proportion of infants receiving exclusive breastfeeding remains inadequate in several parts of Indonesia. Identifying factors that influence breastfeeding behavior is essential for developing targeted maternal and child health programs. This study explored determinants associated with exclusive breastfeeding among mothers residing in Buleleng Regency, Bali. Method: A community-based analytical study with a cross-sectional approach was undertaken between June and July 2025. The study involved 144 mothers who had children aged 6–24 months. Eligible participants were selected from public health service areas through purposive recruitment. Information was gathered through face-to-face structured interviews, and factors related to exclusive breastfeeding were examined using multivariable logistic regression. Result: Of all respondents, 43.1% reported practicing exclusive breastfeeding during the first six months after birth. After controlling for potential confounding factors, mothers from lower-income households were less likely to exclusively breastfeed than those from higher-income households (AOR=0.20; 95%CI: 0.07–0.60; p=0.005). Receipt of breastfeeding information during the postpartum period was strongly associated with increased odds of exclusive breastfeeding (AOR=23.82; 95%CI: 3.10–182.94; p=0.001). In addition, mode of birth remained significantly related to breastfeeding practice, with mothers who delivered by cesarean section showing higher odds of exclusive breastfeeding than those who delivered vaginally (AOR=4.50; 95%CI: 1.39–15.12; p=0.012). Conclusion: Exclusive breastfeeding prevalence in Buleleng Regency has not yet reached optimal levels. Household economic status, childbirth-related factors, and postpartum breastfeeding support were identified as important determinants of breastfeeding continuation. Expanding breastfeeding assistance after delivery may contribute to improving exclusive breastfeeding outcomes in community settings.
Latihan Fisik Terapeutik dalam Asuhan Kebidanan untuk Nyeri Haid: Sebuah Scoping Review Ineke Permatasari; Aliesya Patricia Wulandari; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Masyita Siregar
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.223

Abstract

Nyeri haid merupakan keluhan ginekologis paling umum pada wanita usia subur. Lebih dari enam puluh persen perempuan Indonesia mengalaminya dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan reproduksi memiliki peluang besar untuk memberikan intervensi nonfarmakologis yang aman dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai bentuk latihan fisik terapeutik berikut parameter efektivitasnya untuk praktik kebidanan. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey dan O'Malley. Pencarian literatur dilakukan pada November 2024 hingga Januari 2025 melalui PubMed, Google Scholar, dan portal Garuda. Kata kunci yang digunakan meliputi dismenore, nyeri haid, latihan fisik, asuhan kebidanan, yoga, dan stabilisasi inti. Kriteria inklusi adalah artikel terbit tahun 2015–2025, subjek wanita dengan dismenore primer, intervensi latihan fisik terapeutik, serta berbahasa Indonesia atau Inggris. Dari 147 artikel, hanya 12 yang memenuhi seluruh kriteria. Hasil menunjukkan latihan aerobik intensitas sedang selama 30 menit tiga kali seminggu menurunkan nyeri haid sebesar 2,8-3,1 poin pada skala visual analog. Yoga dua kali seminggu selama 12 sesi menurunkan skor nyeri dari 6,4 menjadi 2,1. Latihan stabilisasi inti meredakan nyeri punggung bawah hingga 62%. Kombinasi beberapa jenis latihan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan satu jenis latihan saja. Simpulannya, latihan fisik terapeutik berupa aerobik, yoga, dan stabilisasi inti efektif mengurangi nyeri haid. Bidan direkomendasikan untuk mengajarkan dan memfasilitasi latihan tersebut sebagai bagian dari asuhan kebidanan komplementer.
Pedagogi Olahraga Responsif Menstruasi: Systematic Review tentang Model Pembelajaran Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Kebugaran dan Kesehatan Mental Mahasiswi Ineke Permatasari; Masyita Siregar; Mertasari Luh
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 17 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpko.v17i2.116329

Abstract

Kebugaran fisik dan kesehatan mental mahasiswi kerap terganggu oleh perubahan hormonal selama fase siklus menstruasi, terutama dismenore dan ketidakstabilan suasana hati. Berbagai model pembelajaran aktivitas fisik telah dikembangkan, namun belum tersintesis secara sistematis dalam kerangka pedagogi olahraga yang responsif terhadap siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris tentang model pembelajaran aktivitas fisik berbasis siklus menstruasi terhadap peningkatan kebugaran dan kesehatan mental mahasiswi. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan pada database Scopus, PubMed, Google Scholar, dan Garuda periode 2015–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel asli dan review terbitan jurnal terakreditasi, populasi mahasiswi usia 18–24 tahun, intervensi berupa program aktivitas fisik terstruktur minimal 4 minggu, serta luaran kebugaran (VO2max, kekuatan otot, fleksibilitas) dan kesehatan mental (ansietas, depresi, stres). Dari 847 artikel yang teridentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa model latihan aerobik intensitas sedang (60-70% HRmax) selama fase folikuler dan latihan fleksibilitas-relaksasi selama fase luteal serta menstruasi memberikan peningkatan kebugaran kardiorespirasi sebesar 12-18% dan penurunan skor ansietas (d=0,78). Simpulan, pedagogi olahraga responsif menstruasi efektif meningkatkan kebugaran dan kesehatan mental mahasiswi. Disarankan pengintegrasian model ini ke dalam kurikulum pendidikan jasmani dan kepelatihan olahraga.