Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Kebisingan dengan Kelelahan Kerja pada Nelayan di Tambak Lorok Semarang Annisa Aulia; Kartika Pertiwi; Heri Sugiarto; Sri Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebisingan yang dihasilkan dalam kegiatan penangkapan ikan berasal dari mesin diesel. Tanpa disadari, mesin yang digunakan merupakan penyumbang kebisingan. Kebisingan menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran, peningkatan tekanan darah, dan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat meningkatkan risiko menurunnya produktivitas dan kecelakaan kerja. Di mana 414 pekerja mengalami kecelakaan kerja karena kelelahan kerja tinggi (Kemenakertrans,2021). Penelitian bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja pada nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah nelayan di Tambak Lorok yang diambil menggunakan teknik quota sampling dan diperoleh 88 nelayan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk mengukur kelelahan kerja dan Sound Level Meter untuk mengukur kebisingan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji korelasi  Pearson untuk mengetahui hubungan variabel bebas dan terikat. Hasil penelitian didapatkan distribusi kebisingan dengan kelelahan kerja. Didapati terdapat 11 orang atau 20.4% responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja rendah, 37 orang atau 66.5% responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja sedang, 6 orang atau 11.1% responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja tinggi. Hasil penelitian nilai p-value yaitu 0,002 yang menunjukkan nilai p-value < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara kebisingan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kebisingan dan kelelahan kerja pada nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Sebagian besar responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja sedang.   Kata kunci: Kebisingan, Kelelahan Kerja, Nelayan. ABSTRACT The noise produced in fishing activities comes from diesel engines without realizing that the engine used is a contributor to noise. Noise causes health problems such as hearing loss, increased blood pressure, and work fatigue. Work fatigue can increase the risk of decreased productivity and work accidents. Where 414 workers experienced work accidents due to high work fatigue (Ministry of Manpower and Transmigration, 2021). The study aims to determine the analysis of the relationship between noise and work fatigue in fishermen in Tambak Lorok Semarang. The research design is quantitative with a cross sectional approach. The research sample was fishermen in Tambak Lorok which was taken using the quota sampling technique and obtained from 88 fishermen. The instruments used were in the form  of a Subjective Self Rating Test  questionnaire from the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) to measure work fatigue and a Sound Level Meter to measure noise. The data analysis used was bivariate analysis with a Pearson correlation test to determine the relationship between free and bound variables. The results of the study showed that there were 11 people or 20.4% of respondents who had high noise with low work fatigue, 37 people or 66.5% of respondents who had high noise with moderate work fatigue, 6 people or 11.1% of respondents who had high noise with high work fatigue. The results of the study showed a p-value of 0.002 which showed a p-value of <0.05 so that there was a relationship between noise and work fatigue. The conclusion of this study is that there is a relationship between noise and work fatigue in fishermen in Tambak Lorok, Semarang. Most of the respondents had high noise with moderate work fatigue.   Keywords: Noise, Work Fatigue, Fisherman.
Peningkatan Pengetahuan Zero Waste dan Kesehatan Lingkungan melalui Edukasi Partisipatif pada Siswa Sekolah Menengah Atas Alfan Afandi; Kartika Pertiwi; Lisa Virdinarti Putra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fqzyed55

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi isu kesehatan lingkungan yang memerlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan peserta didik. Konsep Zero Waste merupakan pendekatan pengelolaan sampah yang menekankan pengurangan timbulan sampah sejak sumbernya dan berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah menengah atas mengenai Zero Waste dan kesehatan lingkungan melalui edukasi partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner pengetahuan. Kegiatan ini diikuti oleh 29 siswa sekolah menengah atas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 57,43 pada pre-test menjadi 86,18 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 28,75 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep Zero Waste dan kesehatan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan kesehatan lingkungan.