p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HIMMAH
Ahmad Fauzan Baihaqi Fauzan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan Ahmad Fauzan Baihaqi Fauzan; Bryna Rizkinta; Ilham Nur Utomo; Desi Susanti; Muhammad Zulham
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 9 No 1 (2025): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v9i1.4110

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India. Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan. Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya Jema’at El-Islami dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni Teo-Demokrasi adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam. Kata Kunci : Al-Maududi, Jamaat Islami, Pakistan
Bertahan di Tengah Modernitas: Ketahanan Lembaga Pendidikan Surau Minangkabau (Sejak Masa Kolonial hingga Pasca Kemerdekaan): Bertahan di Tengah Modernitas: Ketahanan Lembaga Pendidikan Surau Minangkabau (Sejak Masa Kolonial hingga Pasca Kemerdekaan) Ahmad Fauzan Baihaqi Fauzan; Fitria Irmalasari; Arif Maulana; Bryna Rizkinta Sembiring Meilala
Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 8 No 2 (2024): Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Volume 8, Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkik.v8i2.3842

Abstract

I begin this article with admiration for the success of Surau in Minangkabau in maintaining itself as a traditional educational institution in the era of modernisation. Surau as an educational institution in Minangkabau remains an integral part of the collective memory of the Minang people as a whole. As an old heritage, Surau initially functioned as a place for traditional ceremonies, then developed into a place of worship and gathering of young people to learn various knowledge and skills. In addition to being an educational institution, it is also a social institution. On the other hand, the existence of pesantren and madrasah in Java is also growing in Sumatra, especially West Sumatra. Judging from the history of the emergence of pesantren and madrasah in Indonesia, pesantren appeared earlier than madrasah. However, in Minang, Surau is clearly the oldest educational institution. Therefore, the purpose of writing this article is to reveal how the existence of Surau and Islamic boarding schools as well as Madrasah as one of the Islamic Education development institutions continues to grow in the midst of Education Modernisation. The method in this writing uses a qualitative methodology with a historical approach method by collecting data through literature studies. In the data found the word Surau spread out in Indonesia and Malaysia, Surau is thought to have existed before Islam came to West Sumatra. The findings of the author after Indonesia's independence, the implementation of Pesantren and Madrasah Education in West Sumatra became more widespread after the Revolutionary period continued to increase and was encouraged by the government as a Formal Education institution. Keywords: Surau, Pesantren, Madrasah, Islamic Education