Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pesantren sebagai Pusat Peradaban Islam: Integrasi Tradisi dan Modernitas dalam Pendidikan Kontemporer Resdin Efendi Pasaribu; Said Maskur
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.10433

Abstract

Pesantren sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia menghadapi tantangan fundamental berupa tuntutan integrasi tradisi dan modernitas dalam konteks pendidikan kontemporer. Artikel ini menganalisis dinamika integrasi tradisi dan modernitas di pesantren melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka analisis lima dimensi, yakni ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-integratif, dan teleologis-transformatif. Melalui proses empat fase integrasi, yaitu konsolidasi tradisional, negosiasi kultural, sintesis kreatif, dan revitalisasi peradaban, penelitian ini memetakan trajektori integrasi yang dialami pesantren dalam merespons tuntutan pendidikan kontemporer tanpa kehilangan identitas keislamannya. Studi kasus terhadap Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Pesantren Condong Kudus, dan Pesantren Jamiyatul Abror Tasikmalaya mengungkap model integrasi yang beragam namun saling melengkapi. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama, meliputi dikotomisasi tradisi-modernitas, komodifikasi nilai peradaban, fragmentasi identitas kelembagaan, serta stagnasi intelektual, yang mengancam keberlangsungan integrasi tersebut. Temuan menunjukkan bahwa integrasi tradisi dan modernitas di pesantren yang berkelanjutan memerlukan pendekatan dialektis yang memposisikan tradisi sebagai fondasi dan modernitas sebagai katalisator penguatan peradaban Islam kontemporer
Kepemimpinan Pendidikan Yang Adaptif Dan Visioner Dukhroini Ali; Resdin Efendi Pasaribu; Mujid; Erma Fatmawati; Khotimatus Sholikhah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan visioner dalam menghadapi tantangan perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika dunia pendidikan di era globalisasi. Kepemimpinan pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga dituntut mampu membangun inovasi, kolaborasi, dan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan yang adaptif ditandai dengan kemampuan pemimpin dalam merespons perubahan secara cepat, fleksibel, dan solutif, sedangkan kepemimpinan visioner diwujudkan melalui kemampuan merancang arah dan tujuan pendidikan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan mutu lembaga pendidikan. Selain itu, pemimpin pendidikan yang efektif mampu mengintegrasikan nilai-nilai inovasi, komunikasi, penguatan budaya organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan yang adaptif dan visioner menjadi faktor strategis dalam menciptakan lembaga pendidikan yang kompetitif, responsif, dan relevan terhadap kebutuhan zaman
Integrasi Keilmuan Islam Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Kontemporer: Telah Ontologis, Epistemologis Dan Aksiologis Resdin Efendi Pasaribu; Muhammad Faisal
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i4.8788

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi keilmuan Islam dalam perspektif filsafat ilmu kontemporer melalui telaah ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Pendekatan integrasi keilmuan Islam telah menjadi diskursus akademik yang signifikan dalam upaya mendamaikan tradisi keilmuan Islam dengan sains modern, namun masih menghadapi tantangan konseptual dan praktis yang mendasar. Melalui analisis filosofis komprehensif, penelitian ini mengembangkan kerangka lima dimensi yang mencakup dimensi ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-integratif, dan teleologis-transformatif sebagai landasan teoretis integrasi keilmuan Islam. Selain itu, penelitian ini merumuskan model transformasi empat fase yang meliputi dekonstruksi, reorientasi, integrasi, dan transformasi transdisipliner untuk memandu proses rekonstruksi epistemik dalam pendidikan tinggi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis dan analisis hermeneutik-kritis terhadap pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan Amin Abdullah, artikel ini menunjukkan bahwa integrasi keilmuan Islam mensyaratkan reorientasi ontologis dari dikotomi sacred-profane menuju kesatuan realitas tawhidi, rekonstruksi epistemologis yang mengintegrasikan sumber revelasi dengan rasionalitas ilmiah, serta reposisi aksiologis yang menempatkan nilai transendental sebagai landasan etika keilmuan. Temuan penelitian juga mengidentifikasi empat risiko kritis, yakni reduksi ontologis, fragmentasi epistemologis, instrumentalisme aksiologis, dan skolastisisme baru, yang berpotensi menghambat proses integrasi secara autentik