Judul ini membahas karakteristik manajemen pendidikan Islam dalam upaya menjauhi perilaku bullying dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Fenomena bullying dan intoleransi yang semakin meningkat menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai moral dan akhlak dalam sistem pendidikan. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap saling menghargai, toleransi, dan empati terhadap sesama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kepustakaan atau yang biasa disebut study pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan berbagai data pustaka, serta membaca dan mencatat, lalu mengolah data yang dijadikan sebagai bahan penelitian. Manajemen pendidikan Islam memiliki ciri khas yang berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah, seperti kasih sayang (rahmah), keadilan (‘adl), persaudaraan (ukhuwah), dan toleransi (tasamuh). Nilai-nilai tersebut diimplementasikan dalam seluruh proses pengelolaan pendidikan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Melalui pendekatan ini, lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Selain itu, peran guru sebagai teladan, penerapan aturan yang adil, serta pembinaan karakter peserta didik menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya bullying dan intoleransi. Dengan penerapan manajemen pendidikan Islam yang tepat, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu hidup dalam keberagaman.Kata kunci: Manajemen Pendidikan Islam, Bullying, Intoleransi.