Nihayatus Sholichah
Universitas Dr. Soetomo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Layanan Kenaikan Pangkat Berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo Dzuu Washfi Azhmi; Nihayatus Sholichah; Dandy Patria
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) merupakan platform digital yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara untuk mengelola data dan informasi kepegawaian ASN di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan kerangka evaluasi menggunakan kriteria evaluasi William Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di BKD Kabupaten Sidoarjo telah cukup efektif dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas layanan dan memiliki tingkat efisiensi yang baik dalam memangkas alur birokrasi. Namun, dari segi kecukupan masih terdapat gap terkait sumber daya manusia dan integrasi sistem. Responsivitas kebijakan terhadap kebutuhan ASN cukup baik meskipun masih ada ruang perbaikan dalam aspek komunikasi dan pemutakhiran data. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi lemahnya validitas data kepegawaian, belum adanya bridging system antara SIPEKAT dan SIASN, keterbatasan SDM, dan minimnya kesadaran ASN dalam pemutakhiran data mandiri.
Transformasi Digital Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Diwek Kabupaten Jombang Nuraini Indah Lestari; Nihayatus Sholichah; Ika Devy Pramudiana
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.539

Abstract

Transformasi digital melalui Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan langkah strategis untuk merombak tata kelola administrasi kesehatan di tingkat pelayanan primer sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan klinis pasca-implementasi RME di Puskesmas Diwek, Kabupaten Jombang, yang ditinjau dari dimensi efisiensi operasional serta kesiapan adaptasi kultural dan teknis sumber daya manusia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik, data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan, tenaga medis, sistem operator, serta pasien selaku pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME secara nyata meningkatkan efisiensi operasional pelayanan kesehatan masyarakat. Digitalisasi berhasil memangkas waktu pencarian berkas pasien dari 15 menit menjadi 5 detik melalui input berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta mereduksi total durasi pelayanan dari semula 2 jam menjadi di bawah 10 menit. Integrasi resep digital secara real-time antarunit juga sukses meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) akibat tulisan tangan medis yang tidak terbaca. Di sisi lain, tantangan transisi berupa resistensi kultural dari staf senior berhasil dijembatani melalui manajemen perubahan yang persuasif dengan metode pendampingan sejawat. Namun, sistem ini masih menghadapi kendala berupa kerentanan infrastruktur, berupa gangguan jaringan internet dan fluktuasi listrik saat musim hujan, yang memicu beban kerja ganda akibat pencatatan manual sementara. Secara teoritis, penerapan RME di Puskesmas Diwek telah memenuhi pilar Smart Governance, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan sistem cadangan luring (offline-backup) dan stabilitas konektivitas lokal.
Inovasi Pelayanan Penilaian Kinerja Aparatur Berbasis Digital (E-Kinerja BKN) Pada BKPSDM Kabupaten Kaimana Jumardi; Nihayatus Sholichah; Sri Roekminiati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.543

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dalam pelayanan penilaian kinerja aparatur yang berbasis digital melalui e-Kinerja BKN di BKPSDM Kabupaten Kaimana. Penelitian ini didorong oleh kebutuhan reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik yang mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas sistem penilaian kinerja ASN dengan cara yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Akan tetapi, penerapan pelayanan berbasis digital di wilayah masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi dan kemampuan sumber daya manusia. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Kinerja BKN di BKPSDM Kabupaten Kaimana telah menciptakan inovasi dalam pelayanan penilaian kinerja ASN dengan mengubah sistem kerja dari manual ke digital yang lebih efisien dan terintegrasi. Penerapan e-Kinerja dapat meningkatkan efisiensi administrasi, keterbukaan penilaian, tanggung jawab kinerja, serta kedisiplinan kerja ASN. Faktor yang mendukung pelaksanaan mencakup komitmen dari pemimpin, dukungan kebijakan instansi, dan meningkatnya kesadaran ASN dalam pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, kendala yang ada mencakup terbatasnya akses internet dan kemampuan teknologi informasi beberapa karyawan. Studi ini menyatakan bahwa e-Kinerja BKN menjadi alat krusial dalam mendukung reformasi birokrasi serta modernisasi pelayanan bagi pegawai daerah
Model Pemberdayaan Lansia Menyongsong Peningkatan Usia Harapan Hidup Mike Triana Anggraini; Nihayatus Sholichah; Ika Devy Pramudiana
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.545

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia tidak selalu disertai kualitas hidup yang memadai, sehingga lansia berisiko menjadi beban alih-alih subjek yang berdaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pemberdayaan yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia serta menentukan faktor yang paling dominan. Populasi penelitian adalah lansia berusia enam puluh tahun ke atas, dengan sampel sebanyak 120 responden yang dipilih secara acak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Variabel bebas berupa empat dimensi pemberdayaan yang diturunkan dari kerangka active ageing, yaitu akses layanan kesehatan, partisipasi kegiatan, dukungan sosial, dan kemandirian ekonomi, sedangkan variabel terikat adalah kualitas hidup. Analisis dilakukan secara bertahap: deskriptif untuk menggambarkan data, korelasi untuk menyeleksi variabel, dan regresi linear berganda untuk menguji hubungan beberapa faktor sekaligus. Hasil menunjukkan model signifikan secara simultan dan menjelaskan sekitar 35,6% variasi kualitas hidup. Dukungan sosial merupakan faktor paling dominan, diikuti akses layanan kesehatan dan partisipasi kegiatan, yang seluruhnya berhubungan positif dan signifikan; usia berhubungan negatif, sedangkan kemandirian ekonomi, status perkawinan, dan pendidikan tidak berhubungan signifikan. Disimpulkan bahwa kualitas hidup lansia lebih ditentukan oleh sejauh mana mereka diberdayakan secara sosial dan diberi akses layanan daripada oleh atribut demografis atau ekonomi, sehingga model pemberdayaan lansia sebaiknya memprioritaskan penguatan dukungan sosial dan partisipasi. Temuan bersifat asosiatif sehingga penelitian lanjutan berdesain longitudinal diperlukan