Rika Yuni Ambarsari
Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS LITERASI SAINS UNTUK PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN WUJUD BENDA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 1 BULUKERTO Rika Yuni Ambarsari; Rima Febrianti; Slamet Santoso; Untung Nugroho; Whilan Sulistyawati; Gilang Ramadhan Putranto
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6748

Abstract

Belajar IPA di sekolah dasar perlu pengalaman belajar yang nyata dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari agar siswa bisa memahami konsep ilmu pengetahuan dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan awal di SD Negeri 1 Bulukerto, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada materi perubahan wujud benda masih menggunakan metode ceramah dan buku teks sebagai utama, sehingga partisipasi siswa dan pemahaman konsep belum mencapai tingkat yang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki pemahaman siswa tentang konsep IPA dan meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang berbasis literasi sains melalui percobaan sederhana. Tujuan kegiatan ini mencakup 24 siswa kelas III dan dua orang guru. Metode yang diterapkan mencakup kegiatan penyuluhan, pelatihan bagi guru, penerapan metode belajar, bimbingan, serta penilaian. Data diperoleh dari pengamatan, hasil tes pembelajaran, dan refleksi guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa naik dari 66 menjadi 84 dan persentase ketuntasan belajar juga naik dari 65% menjadi 87%. Aktivitas belajar siswa mencapai rata-rata 85,42%. Guru bisa membuat LKPD yang berlandaskan literasi sains dan melakukan eksperimen sendiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa eksperimen yang mudah dilakukan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep, membuat mereka lebih aktif dalam belajar, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami ilmu pengetahuan. Kata Kunci: literasi sains; pembelajaran IPA; perubahan wujud benda; sekolah dasar
DAMPAK PROGRAM MENDONGENG TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH Luncana Faridhoh Sasmito; Soelistijono; Aan Budi Santoso; Rika Yuni Ambarsari; Ninda Beny Asfuri; Artika
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6830

Abstract

Kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, berempati, dan mengelola emosi dipengaruhi oleh keterampilan sosial dan emosional, yang harus dikembangkan sejak usia sekolah dasar. Hasil observasi yang dilakukan di SDN Bororejo menunjukkan bahwa beberapa siswa masih mengalami kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, kurang percaya diri saat menyuarakan pendapat mereka, dan tidak dapat mengendalikan emosi mereka dengan benar. Kondisi ini mendorong implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kegiatan mendongeng interaktif yang menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari kegiatan ini adalah dua hal. Yang pertama adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa. Yang kedua adalah untuk meningkatkan kemampuan guru untuk menerapkan pendekatan mendongeng berbasis pendidikan karakter. Metode pelaksanaan adalah pendekatan Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC). POAC terdiri dari tahap perencanaan program yang didasarkan pada analisis kebutuhan mitra; pengorganisasian kegiatan dan pembagian tugas; pelaksanaan program melalui mendongeng interaktif; dan pengawasan dan evaluasi hasil kegiatan. Program ini diterapkan pada 30 siswa kelas IV SDN Bororejo melalui enam sesi mendongeng yang menggunakan media visual, permainan peran, dan diskusi reflektif. Angket respons guru, wawancara, dokumentasi kegiatan, dan lembar observasi keterampilan sosial dan emosional digunakan untuk melakukan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa keterampilan sosial dan emosional rata-rata siswa meningkat dari 61,7% menjadi 85,3%. Ada peningkatan dalam hal empati, kerja sama, komunikasi, pengendalian emosi, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menghargai pendapat teman. Selain itu, guru memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap program dan menyatakan bahwa teknik mendongeng mudah digunakan dan dapat membuat pembelajaran lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, program mendongeng interaktif telah terbukti menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa di sekolah dasar. Program ini juga dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembelajaran dan literasi sekolah.