Faqih Utsman
Universitas Wahid Hasyim Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Konstruksi Model Pendidikan Islam Transformatif: Paradigma, Sumber, dan Landasan Operasional Faqih Utsman; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7488

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan konstruksi model Pendidikan Islam Transformatif melalui kajian mendalam terhadap paradigma, sumber, dan landasan operasional yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong transformasi kesadaran individu dan perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pendidikan Islam transformatif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Pendidikan Islam Transformatif dibangun atas prinsip integrasi antara dimensi ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan, dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama pendidikan meliputi Al-Qur’an, Hadis, ijtihad, dan realitas sosial yang menjadi basis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran. Landasan operasional model mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran dialogis, problem-based learning, project-based learning, refleksi kritis, serta evaluasi autentik yang berorientasi pada pembentukan karakter dan transformasi sosial. Guru berperan sebagai murabbi, fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendampingi peserta didik dalam mengembangkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial. Model yang dikembangkan menghasilkan konstruksi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu menjadi agen transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan. Dengan demikian, Pendidikan Islam Transformatif menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan peradaban.
Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z: Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Pancasila Sirojul Huda; Faqih Utsman; Akhmad Arifudin; Ifada Retno Ekaningrum
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8249

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial, cara berpikir, dan perilaku keberagamaan Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, Generasi Z memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi keagamaan yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan baru dalam upaya penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama di kalangan Generasi Z serta mengkaji strategi pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila sebagai upaya penguatan sikap keberagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan pemerintah, serta hasil penelitian yang relevan dengan moderasi beragama, pendidikan karakter, nilai-nilai Pancasila, dan Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, terutama dalam aspek toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Strategi pendidikan karakter berbasis Pancasila dapat diimplementasikan melalui integrasi kurikulum, penguatan budaya sekolah, pengembangan literasi digital, keteladanan guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Model pendidikan karakter yang dikembangkan berorientasi pada internalisasi nilai, transformasi kesadaran, aktualisasi sosial, dan penguatan identitas kebangsaan. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk Generasi Z yang memiliki sikap moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural dan multikultural.