Peningkatan mobilitas di kawasan perkotaan dapat dioptimalkan melalui integrasi skema Social Traffic Management, Mobility as a Service (MaaS), dan Network Management System (NMS). Digitalisasi dalam sistem transportasi memungkinkan lebih dari 80% interaksi dengan penumpang terkait permintaan informasi, perjalanan, dan validasi dapat dilakukan secara otomatis melalui platform dan aplikasi berbasis teknologi. Penelitian ini menganalisis integrasi digitalisasi serta peran Internet of Things (IoT) dalam sistem transportasi, dengan fokus pada MaaS, Social Traffic Management, NMS, serta implikasi sosio-ekonomi yang dihasilkan. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mendukung transformasi digital transportasi. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan triangulasi data melalui analisis desktop research, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) dengan pemangku kepentingan bersama para ahli, serta teori dan literatur akademik terkait MaaS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MaaS, sebagai inovasi dalam integrasi transportasi, memainkan peran sentral dalam meningkatkan efisiensi dan konektivitas antar moda transportasi melalui pemanfaatan API, IoT, serta analitik data. Implementasi NMS berkontribusi dalam pengelolaan mobilitas dengan menyediakan sistem yang adaptif dan terintegrasi bagi pengguna secara real-time. Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa peran integrator dalam Integrasi transportasi di Jabodetabek sangat krusial dalam menyelaraskan berbagai layanan transportasi guna menciptakan perjalanan multimoda yang lebih lancar, efisien, dan nyaman bagi Masyarakat serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan layanan transportasi berbasis MaaS, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas, efisiensi biaya, pengurangan emisi, dan inovasi teknologi bagi kebijakan transportasi berkelanjut teori-teori yang relevan dengan studi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mobility as a Service.