Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester II, III Desa Kalibeji Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Prisma Linda; Wahyu Kristiningrum; Widia Ria; Yulianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain in pregnant women in the second and third trimesters is a common complaint that often occurs among pregnant women. Pain causes fear and anxiety so that it can cause stress and drastic physiological changes during pregnancy.Acupressure is a form of physiotherapy by providing massage and stimulation at certain points on the body that are useful for reducing various aches and pains and reducing anxiety. The problems experienced in Kalibeji Village are experiencing pain and dizziness This Community Service activity aims to provide benefits to cadres and village midwives. All cadres can obtain correct information to reduce back pain in pregnant women in the second and third trimesters so that they can be applied and taught to be independent of pregnant women.The method used in the implementation Determines targets for pregnant women TM II and TM III and conducts a pre-test on acupressure to reduce back pain, Provides information to reduce back pain in pregnancy trimester II and III, demonstrates acupressure, distribution of leaflets and posttest The results of this service indicate that there is a difference between the pre test and post test given a questionnaire, namely pregnant women before being given a questionnaire with good knowledge of 6 people (60%), sufficient knowledge of 4 people (40%), while pregnant women after being given a questionnaire who have good knowledge good as many as 7 people (70%), sufficient knowledge of 3 people (30%). and post test from the results given a questionnaire and then with ongoing activities every week according to the complaints of pregnant women. Suggestion For midwives and health workers and cadres, they can explain related to acupressure which can reduce back pain in pregnant women Tm II and III AbstrakNyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III merupakan keluhan umum yang sering terjadi di kalangan ibu hamil.Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan stress dan perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan Akupresure merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi kecemasan,. Persoalan yang dialami di Desa Kalibeji mengalami nyeri dan pusing Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi manfaat kepada kader dan bidan desa.Seluruh kader dapat memperoleh informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Trimester II Dan III yang benar agar dapat di aplikasikan dan diajarkan untuk memandirikan ibu hamil. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan Menentukan sasaran pada ibu hamil TM II dan TM III dan melakukan pre test tentang akupresure untuk mengurangi nyeri punggung, Memberikan informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada kehamilan trimester II dan III, mendemontrasikan akupresure, pembagian leaflet dan postest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioneryaitu ibu hamil sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyk 6 orang (60%), pengetahuan cukup sebanyak 4 orang(40%), sedangkan ibu hamil sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (70%), pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (30%). dan pos test dari hasil diberikan kuesioner dan selanjutnya dengan kegiatan berkelanjutan setiap minggu sesuai dengan keluhan ibu hamil. Untuk bidan dan tenaga kesehatan beserta kader dapat memaparkan terkait akupresure yang dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Tm II dan III.
Efektifitas Yoga Anak pada Anak Prasekolah Emiliana; Ida Sofiyanti; Prisma Linda; Nayla Chusna; Yulianti; Asti Puspita
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is an important period of growth and development in the process of human growth and development, one of the important periods is the child's motoric and cognitive development. During this period there are many disturbances that occur in the growth and development of children when there is a lack of attention and stimulation from the parenting environment, such as impaired self-control, impaired concentration, impaired motor and cognitive development in children, as well as other growth and development disorders. If these disorders are not treated immediately, they will affect growth and development that are not optimal, causing problems that will occur in the future. One effort that can be done to overcome this problem is to do Yoga, Yoga is an activity that combines physical exercise, breathing and meditation, which is carried out with the aim of improving physical and emotional well-being. In the pediatric population, yoga has been used to improve physical fitness, motor skills, strength, negative behavior, and behavioral and developmental conditions. So that yoga is suitable as an alternative to overcome growth and development disorders in children. The purpose of this literature review is to determine the effectiveness of yoga in pre-school children. Google Schoolar and Pubmed by keywords with children's yoga for preschoolers. The selected articles are articles in Indonesian and English published from 2017 – 2022 as many as five articles that can be accessed in full text in pdf format. The results of the study showed the effectiveness of yoga for pre-school children with the results showing that growth and development disorders experienced significant changes, yoga was effective in increasing spiritual intelligence, increasing children's motor skills and increasing attention in children who experience attention deficit disorders. Abstrak Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting dalam proses tumbuh kembang manusia, salah satu periode pentingnya adalah perkembangan motorik dan kognitif anak. Dalam masa ini ada banyak gangguan yang terjadi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak apabila kurangnya perhatian dan stimulasi dari lingkungan pengasuhan, seperti gangguan pengendalian diri, gangguan konsentrasi, gangguan perkembangan motorik, kognitif pada anak-anak, maupun gangguan pertumbuhan dan perkembangan lainnya. Gangguan tersebut apabila tidak segera ditangani akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal sehingga menyebabkan masalah-masalah yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masala tersebut adalah dengan melakukan Yoga, Yoga merupakan sebuah aktivitas yang menggabungkan latihan fisik, pernafasan dan meditasi, yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik maupun emosional. Dalam populasi untuk pediatri, yoga telah digunakan untuk meningkatkan kebugaran fisik, keterampilan motorik, kekuatan, perilaku negatif, dan kondisi perilaku dan perkembangan. Sehingga yoga cocok untuk alternatif untuk mengtasi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Tujuan Literatur review ini adalah untuk mengetahui efektivitas yoga pada anak pra-sekolah. Google Schoolar dan Pubmed dengan kata kunci dengan yoga anak untuk anak prasekolah. Artikel yang dipilih adalah artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan sejak tahun 2017 – 2022 sebanyak enam artikel yang dapat diakses fulltext dalam format pdf dan dilakukan kritisi artikel menggunakan teknik PICO. Hasil penelitian menunjukan efektifitas yoga untuk anak pra sekolah dengan hasil menunjukan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami mengalami perubahan yang signifikan, yoga efektif dalam meningkatkan kecerdasaran spiritual, meningkatkan kecerdasan emosional, meningkatkan kesmampuan motorik dan kognitif anak, meningkatkan perhatian pada anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dan meningkatkan konsentrasi belajar anak prasekolah.
Mmd Praktik Pengkajian Keluarga Dusun Jetis RW 06 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Clara Laura; Noviyani, Feni; Hartini; Kusuma Intan Setianing Fifit; Nurul Amalia Hidayantika; Nurul Fadilah; Prisma Linda; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family Assessment Practice (FAP) is one of the student activities that must be carried out which is a form of real work in providing Community Midwifery Care Services. The aim of Family Assessment Practice (FAP) is that students are expected to be able to identify, plan, prioritize, implement and evaluate the management of community midwifery services using community movement and empowerment techniques as well as educational approaches for individuals, families, special groups or certain communities in achieving the SDGs. Benefits: Being able to get to know the culture and customs of the people in the work area of Leyangan RW 06 Hamlet on a daily basis. In implementing this community midwifery practice, the assessment is carried out by means of direct interviews and secondary data collection. Based on the study data, there were 49 toddlers who attended routine posyandu for TB/BB measurements. Of the 49 toddlers, 6 (12.2%) toddlers experienced stunting. Counseling is very important, but what is even more important is the level of attendance of the community itself, therefore when providing counseling it is necessary to pay close attention to their activities or type of work to ensure the level of attendance. . With the implementation results obtained, there were 6 toddlers covered by posyandu Rw. 06 experienced stunting. From the results of the study of 16 mothers of toddlers at posyandu with post-test results of 75%, they were aware of stunting. This suggests and requires refreshing of cadres on the proper and correct use of anthropometric equipment. It is hoped that with this there will be cooperation with community health centers. It is hoped that Leyangan Village, especially Rw. 06 can increase awareness of parents/caregivers in participating in posyandu for toddlers, and it is hoped that cadres and midwives will be more active in providing health information to the community, especially parents/caregivers   Abstrak Praktik Pengkajan Keluarga (PPK) merupakan salah satu kegiatan mahasiswa yang harus dilaksanakan dimana suatu bentuk kerja nyata dalam memberikan Pelayanan Asuhan Kebidanan Komunitas. Tujuan Praktik Pengkajan Keluarga (PPK) diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi, merencanakan, memprioritaskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi manajement pelayanan kebidanan komunitas dengan teknik pergerakan dan pemberdayaan masyarakat serta pendekatan edukasi pada individu, keluarga, kelompok khusus ataupun pada komunitas tertentu dalam mencapai SDG’s. Manfaat Mampu mengenal budaya, dan adat kebiasaan masyarakat, diwilayah  kerja Dusun Leyangan RW 06 sehari-hari. Dalam pelaksanaan praktik kebidanan komunitas ini pengkajian  dilakukan dengan cara wawancara langsung, dan pengambilan data sekunder. Berdasarkan data pengkajian terdapat 49 balita yang mengikuti posyandu rutin untuk pengukuran TB/BB. Dari 49 balita terdapat 6 (12,2%) balita mengalami stunting. Penyuluhan sangat penting, tetapi lebih penting lagi adalah tingkat kehadiran masyarakat itu sendiri, karenanya ketika akan memberikan penyuluhan perlu diperhatikan dengan seksama aktifitas atau jenis pekerjaan mereka agar terjamin tingkat kehadirannya. . Dengan hasil implementasi yang didapatkan terdapat hasil 6 balita cakupan posyandu Rw. 06 mengalami stunting  Dari hasil pengkajian 16 ibu balita pada posyandu dengan hasil prites postes 75% Telah mengetahu Stunting. Hal ini menyarankan dan perlu adanya refreshing kader pada penggunaan alat antopometri yg baik dan benar diharap dengan ini ada kerja sama dengan puskesmas. Diharapkan Desa Leyangan khususnya Rw. 06 dapat meningkatkan kesadaran orang tua/ pengasuh  dalam ikut serta posyandu balita, serta diharapkan Kader dan Bidan lebih aktif memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat khususnya orangtua/pengasuh.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.R Umur 23 Tahun di Klinik Istika Kabupaten Semarang Jawa Tengah Linda, Prisma; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Istika Pringapus Clinic, Semarang Regency, Central Java and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "R" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "R" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidananberkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Klinik Istika Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”R” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”R” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami odem pada kaki kanan. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-7 ibu mengeluh ASI kurang lancar, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE Pijat Oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Implan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “R” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI NYERI HAID (DISMENORE) Prisma linda; Dwi Laila Hasanah Batubara; Devi Ayu Pratiwi Nugraha; Nihayatuzen; Rohani Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6753

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kehadiran di sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan nyeri haid dapat menyebabkan sikap yang kurang tepat dalam menghadapi dismenore. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja putri dalam menghadapi nyeri haid (dismenore) melalui edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 4 Cikarang Selatan dengan sasaran remaja putri yang telah mengalami menstruasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, konseling, diskusi interaktif, serta demonstrasi penanganan dismenore secara farmakologis dan nonfarmakologis. Media edukasi berupa leaflet digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyebab, dampak, dan cara penanganan dismenore. Peserta juga mulai memahami hubungan antara stres dan nyeri haid serta menunjukkan sikap yang lebih positif dalam mengelola dismenore secara mandiri. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat dalam menghadapi nyeri haid.
Analisis Penerapan Yoga dalam Meningkatkan Konsentrasi dan Perkembangan Motorik Anak pada Usia Prasekolah Prisma Linda; Dea Pebrianti; Stefanus Aditya; Endy Safadilla
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1283

Abstract

Usia prasekolah (3–6 tahun) merupakan masa kritis dalam perkembangan motorik dan kognitif anak. Kekurangan stimulasi pada masa ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, perkembangan motorik yang terhambat, serta masalah perilaku jangka panjang. Yoga anak merupakan intervensi integratif yang menggabungkan gerakan fisik, pernapasan, dan relaksasi. Artikel ini bertujuan menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan yoga dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan perkembangan motorik anak usia prasekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, GARUDA, ScienceDirect, dan DOAJ menggunakan kata kunci terstruktur. Sebanyak 22 artikel jurnal yang diterbitkan dalam rentang 2018–2023 dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan melalui sintesis tematik. Hasil menunjukkan bahwa yoga anak secara signifikan meningkatkan motorik kasar dan halus, keseimbangan, koordinasi bilateral, konsentrasi belajar, kecerdasan emosional, regulasi diri, dan kecerdasan spiritual. Program yoga dengan durasi 8–12 minggu dan frekuensi 2–3 kali per minggu memberikan dampak paling optimal. Yoga anak layak diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai stimulasi tumbuh kembang yang holistik dan berbasis bukti.
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN DI TPMB HESTY Ika Kania Fatdo Wardani; Prisma Linda; Hesty Nurul Ummah J; Iim Imroah; Lilis Setiawati; Novita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.7073

Abstract

Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur (WUS). Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, dan penanganan keputihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang pencegahan dan penanganan keputihan melalui edukasi kesehatan di TPMB Hesty Tahun 2026. Sasaran kegiatan adalah 20 wanita usia subur yang berkunjung ke TPMB Hesty. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan keputihan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama edukasi. Nilai pretest menunjukkan pengetahuan kategori sedang sebesar 55%, baik 20%, dan kurang 25%. Setelah penyuluhan, hasil posttest meningkat menjadi kategori baik sebesar 95% dan sedang 5%. Hasil uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur mengenai pencegahan dan penanganan keputihan. Kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Manajemen Menopause Pada Wanita Usia 35 - 45 Tahun Putri Puspa Anggini; Hajar Nur Fathur Rohmah; Prisma Linda; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1585

Abstract

Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan wanita yang didahului oleh masa premenopause dan dapatdisertai berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Pengetahuan yang baik diperlukan agar wanita mampumemahami perubahan tersebut dan melakukan manajemen menopause secara tepat. Penelitian ini bertujuanmengetahui efektivitas edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan wanitausia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatifdengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahunyang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan.Data dikumpulkan melalui pre-test, pemberian edukasi menggunakan leaflet disertai penjelasan langsung selamakurang lebih 20 menit, kemudian post-test. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelumedukasi, 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) cukup, dan 9 responden(30,0%) baik, dengan mean 13,37. Setelah edukasi, seluruh responden (100,0%) berada pada kategori baikdengan mean 20,73. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,788 dan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), serta seluruhresponden mengalami peningkatan nilai pengetahuan. Edukasi manajemen menopause menggunakan medialeaflet efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia 35 - 45 tahun.