Ahmad Rizky Firdaus
Sekolah Tinggi Agama Islam Kuala Kapuas

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ADOPSI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DI MADRASAH: STUDI PERSPEKTIF TEORI DIFUSI INOVASI ROGERS Ahmad Rizky Firdaus; Ahmad Hasan; Putri Norsafitri; Nor Janah; Bella Bella
INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut institusi untuk beradaptasi secara cepat melalui berbagai inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi dan difusi inovasi digital pada aspek pembelajaran dan administrasi di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) melalui perspektif Teori Difusi Inovasi Everett Rogers. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan, guru, siswa, serta penyebaran kuesioner terhadap 30 tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi seperti smart TV, absensi digital, jurnal mengajar digital, dan sistem penilaian berbasis teknologi mendapat respons positif karena memiliki keunggulan relatif (relative advantage), kesesuaian (compatibility), dapat diuji coba (trialability), dan dampak yang dapat diamati (observability). Meskipun demikian, aspek kerumitan (complexity) masih dirasakan oleh kelompok guru senior akibat keterbatasan literasi digital serta hambatan teknis infrastruktur. Pola adopsi guru didominasi oleh kelompok Early Majority (9 guru), diikuti Early Adopter (6 guru), Late Majority (6 guru), Innovator (5 guru), dan Laggard (4 guru). Saluran komunikasi interpersonal terbukti lebih efektif dalam mempercepat difusi dibanding komunikasi instruksional top-down. Kepala sekolah memegang peran krusial sebagai agen perubahan (change agent) dalam memfasilitasi sarana dan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendampingan sejawat dan integrasi kebijakan berbasis tata kelola yang berkelanjutan.
Reaktualisasi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pengembangan Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal Rinovian Rais; Brigita Puridawaty; Ahmad Rizky Firdaus; Jimmy Malintang; Alfadhli Alfadhli
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17304

Abstract

Keberagaman budaya, agama, bahasa, dan identitas sosial merupakan realitas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut menuntut pengembangan pendidikan multikultural yang tidak hanya mengenalkan keberagaman secara simbolik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kritis, sikap toleran, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dalam konteks ini, pemikiran Ki Hadjar Dewantara memiliki relevansi yang kuat karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan manusia yang merdeka, berbudaya, dan berkarakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaktualisasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pengembangan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dokumen pendidikan, dan berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan interpretasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kemerdekaan, kebudayaan, kemanusiaan, konsep Trikon, tri pusat pendidikan, serta prinsip ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani dapat menjadi landasan pengembangan pendidikan multikultural yang humanis, inklusif, kontekstual, dan transformatif. Temuan ini menawarkan kerangka konseptual pendidikan multikultural yang berakar pada kearifan lokal Indonesia sekaligus relevan dalam menjawab tantangan keberagaman dan dinamika sosial kontemporer.
The Decline of Banjar Customary Buying and Selling Contracts in the Era of Online Transactions: A Study of the Living Qur'an in Pahandut Seberang Aysah; Ahmad Rizky Firdaus; Nur Wakhidah
Aslama: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslama.v2i4.48

Abstract

This study examines the erosion of the traditional Banjar sales contract (akad) in Pahandut Seberang amid the rapid growth of digital transactions such as GoFood and online shopping. For generations, the Banjar community has upheld the verbal akad expressed through the phrases “jual-lah” (sell it) by the seller and “tukar-lah” (I take it) by the buyer as a symbol of mutual consent, honesty, and ethical conduct in trade. This practice is deeply rooted in Qur’anic values, particularly the principle of tarāḍin (mutual willingness) as stated in Qur’an Surah An-Nisā’ verse 29. However, modernisation and digital technology have caused the verbal akad to diminish, especially in non-face-to-face transactions where ijabqabul is replaced by technical actions such as pressing the “order” button. This research employs a Living Qur’an approach and a qualitative-descriptive method through interviews, observation, and documentation with three informants: a Banjar seller, a GoFood driver, and a buyer. The findings reveal three patterns: (1) traditional sellers continue to preserve the akad as cultural identity and religious practice, (2) digital transactions eliminate verbal akad and transform social relations into impersonal interactions, and (3) buyers reinterpret akad through social expressions such as saying “thank you” as a sign of consent. Thus, the Banjar akad tradition is not entirely disappearing but undergoing a transformation of meaning amid technological change.