Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM DAN OPTIMALISASI HUMAN CAPITAL MANAGEMENT SEBAGAI MODEL INVESTASI JANGKA PANJANG PARTAI POLITIK DPC PDIP KABUPATEN PESAWARAN Aria Guna; Marzuki Noor
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v9i1.410

Abstract

The development of Islamic society is one of the key strategies in building sustainable political strength, especially in areas that have a dominant Muslim voter base such as Pesawaran Regency. Optimizing Human Capital Management (HCM) is seen as an approach that can strengthen the capacity of cadres, improve the quality of socio-religious services, and create long-term political investment for the party. This research uses a qualitative-descriptive method with a literature study and policy analysis approach, through tracing the organizational documents of the DPC PDIP Pesawaran, HCM theories, and literature on the development of Islamic society. The analysis was carried out through data reduction, thematic categorization, and theoretical interpretation based on the HCM framework and the concept of community empowerment based on Islamic values. The results of the study show that HCM optimization provides three strategic contributions: (1) strengthening cadre competencies through political education, technical training, and internalization of national-Islamic values; (2) increasing the effectiveness of Islamic community development programs through a participatory, inclusive, and needs-based approach of the ummah; and (3) the birth of a long-term political investment model that increases the legitimacy and competitiveness of the party. These findings confirm that HCM not only strengthens the internal structure of party organizations, but also becomes a key instrument in building collaborative relationships and the sustainability of Islamic community empowerment programs at the local level. This study emphasizes the urgency of systematic, measurable, and future-oriented HR governance for political parties in developing a more adaptive, productive, and responsive political approach to the needs of the Muslim community.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Local Asset Mapping dalam Mendukung Nominasi Desa Pancasila di Sukadadi Kabupaten Pesawaran Lampung Muhamad Bisri Mustofa; Aria Guna; Khomsahrial Romli; Rini Setiawati
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): Volume 05 Nomor 04 (Oktober-Desember 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/94hnf812

Abstract

Salah satu cara yang dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan adalah memberdayakan masyarakat berdasarkan aset dan potensi lokal. Desa Sukadadi di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, memiliki banyak aset lokal, termasuk sumber daya manusia, sosial, ekonomi, pertanian, kelembagaan, budaya, dan ekowisata. Aset lokal ini dapat digunakan untuk mendukung persiapan untuk dicalonkan sebagai Desa Pancasila Tingkat Nasional pada tahun 2026. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan aparatur desa, kelembagaan masyarakat, kelompok tani, pelaku UMKM, pemuda, tokoh masyarakat, dan tim pengembang desa tentang cara menemukan dan mengembangkan aset lokal. Kegiatan dilakukan melalui pengarahan, diskusi partisipatif, identifikasi, dan pemetaan aset lokal. Kemudian, diskusi dilakukan untuk menentukan potensi apa yang harus menjadi prioritas pengembangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi berbagai aset strategis Desa Sukadadi, seperti sumber daya manusia, kelompok tani dan komoditas bawang merah, UMKM, Karang Taruna, kelembagaan desa, modal sosial, dan potensi ekowisata. Diskusi partisipatif juga menghasilkan beberapa ide pengembangan, seperti meningkatkan pengiklanan produk UMKM, mendorong pemuda, dan mengembangkan ekowisata. Keterlibatan peserta dalam proses identifikasi, diskusi, dan pemetaan ditunjukkan secara kualitatif telah meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya mengelola aset lokal, melibatkan masyarakat, bekerja sama dengan banyak pihak, dan meningkatkan kelembagaan. Ini menunjukkan bahwa peta aset lokal dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan aset yang dimiliki desa. Ini juga dapat menjadi dasar bagi pembuatan program pemberdayaan lanjutan untuk membantu Desa Sukadadi menyesuaikan diri sebagai Desa Pancasila.