Penurunan kondisi injektor common-rail secara bertahap dapat mengganggu atomisasi bahan bakar, memperparah ketidakseimbangan pembakaran antar-silinder, dan meningkatkan asap knalpot yang terlihat. Studi lapangan ini mengevaluasi prosedur kalibrasi injektor langsung pada mesin (on-engine) pada mesin diesel Chevrolet Captiva FL C140 menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok. Kecepatan getaran pada empat posisi terkait injektor dan opasitas gas buang diukur sebanyak tiga kali pengulangan. Rata-rata getaran menurun dari 5,54 menjadi 1,35 mm/detik (75,64%), sedangkan rata-rata opasitas menurun dari 55,43% menjadi 28,90% (47,87%). Seluruh nilai rata-rata getaran pasca-kalibrasi berada di bawah acuan studi sebesar 2 mm/detik, dan seluruh pembacaan opasitas pasca-kalibrasi berada di bawah batas HSU 40% yang berlaku. Perbandingan getaran berpasangan pada tingkat injektor tidak mencapai signifikansi statistik (α=0,05; t(3)=2,68; p=0,075), sedangkan perbandingan opasitas menunjukkan hasil yang signifikan (t(2)=4,82; p=0,040). Selain itu, rata-rata deviasi absolut penyeimbangan injektor menurun dari 63,25 menjadi 3,75 unit, dengan keempat nilai tersebut masuk ke dalam rentang normal -50 hingga +50. Prosedur ini menunjukkan potensi nilai yang menjanjikan untuk pemeliharaan lapangan, namun klaim yang lebih luas memerlukan pengujian pada berbagai kendaraan serta perbandingan dengan kalibrasi menggunakan test-bench.