Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene Terhadap Retak Mikro Pada Semen Sumur Migas Chris Leonardi Purba; Deny Fatryanto Edyzoh Eko Widodo; Markus Lumbaa; Rohima Sera Afifah; Yuniarti Yuniarti
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.3989

Abstract

Semen sumur migas berperan penting dalam menjaga integritas sumur melalui fungsi isolasi zonal, penopang casing, serta pencegahan migrasi fluida antar formasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap waktu pengikatan, kekuatan tekan, dan pembentukan retak mikro pada semen sumur migas API Class G. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan variasi penambahan serat polypropylene sebesar 0%, 0,5%, dan 1% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi Initial Setting Time (IST) dan Final Setting Time (FST) menggunakan alat Vicat, pengujian compressive strength menggunakan hydraulic press. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene mempercepat waktu pengikatan semen, ditandai dengan penurunan nilai IST dan FST seiring meningkatnya persentase serat. Nilai compressive strength juga mengalami peningkatan signifikan dari 1091,9 psi pada semen tanpa serat menjadi 1415,3 psi pada penambahan 0,5% serat dan mencapai 1565,1 psi pada penambahan 1% serat. Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa semen tanpa serat mengalami retak mikro yang berkembang bebas, sedangkan semen dengan serat polypropylene menunjukkan mekanisme bridging, debonding, dan pull-out yang efektif menghambat penyebaran retak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan serat polypropylene mampu meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan semen terhadap retak mikro, sehingga berpotensi meningkatkan keandalan dan umur semen sumur migas.
Analisis Pengaruh Penambahan Triethanolamine sebagai Akselarator terhadap Setting Time dan Compressive Strength Semen Pemboran Kelas G Muhammad Alfian Nur; Deny Fatriyanto; Markus Lumbaa; Nuruddin Kafy E; Karnila Willard
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i8.4274

Abstract

Semen pemboran merupakan material penting dalam operasi pengeboran minyak dan gas untuk memastikan integritas sumur, menutup zona-zona permeabel, dan mencegah migrasi fluida antar zona. Penelitian ini Memiliki tujuan untuk menganalisisa pengaruh di tambahkannya Triethanolamine (TEA) sebagai akselerator terhadap setting time dan compressive strength semen pemboran API Class G. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi konsentrasi TEA sebesar 0%, 0,5%, dan 1%. Pengujian setting time dilakukan menggunakan Vicat Tester, sedangkan compressive strength diuji menggunakan Hydraulic Press setelah curing selama 24 jam pada suhu 60°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TEA mampu mempercepat waktu pengikatan semen dan meningkatkan nilai compressive strength. Initial Setting time menurun dari 8,75 jam menjadi 5 jam, sedangkan Final Setting time menurun dari 9,5 jam menjadi 5,75 jam pada penambahan 1% TEA. Nilai compressive strength meningkat dari 778,36 psi pada sampel tanpa TEA menjadi 1102,2 psi pada sampel dengan 1% TEA. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan 1% TEA memberikan performa terbaik dalam mempercepat setting time dan meningkatkan kekuatan tekan semen API Class G.
Analysis of the Addition of Pumpkin Additive on Filtration Loss, Mud Cake, and Drilling Mud Rheology Ahmad syufiadin; M. Nur Mukmi; Markus Lumbaa; Baiq Maulinda Ulfah
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.407

Abstract

Drilling is one of the most crucial processes in the oil and gas industry. Among the various types of drilling fluids used in field operations, Water-Based Mud (WBM) remains one of the most widely applied systems. However, this type of drilling fluid still commonly faces challenges related to rheological instability and excessive filtration loss. The extensive use of synthetic additives as filtration control agents has raised environmental concerns, highlighting the need to explore sustainable alternatives. This study aims to analyze the effect of yellow pumpkin addition on filtration loss, drilling mud rheological properties, and mud cake characteristics in water-based mud systems. The study employed a laboratory-scale experimental approach involving four sample variations: 0 g, 6 g, 8 g, and 10 g of yellow pumpkin additive. Testing parameters included mud weight, filtration loss, mud cake thickness, plastic viscosity, yield point, gel strength, and pH in accordance with API 13A standards. The results demonstrated that pumpkin addition significantly affected drilling mud properties, particularly by reducing filtration loss from 8.3 mL to 5.4 mL with the addition of 10 g of pumpkin additive, representing a 34.94% reduction. In addition, mud cake thickness decreased from 0.33 mm to 0.23 mm at the same concentration. Among the 6 g, 8 g, and 10 g samples, the rheological parameter most significantly affected was yield point, which increased from 15 lb/100 ft² to 44 lb/100 ft², while pH values shifted from 10.7 (alkaline) to 7.05 (neutral). These findings indicate that yellow pumpkin starch, due to its high amylopectin content, has potential as an effective biodegradable filtration control agent for water-based drilling fluids.
Studi Laboratorium Penambahan Tepung Umbi Porang Terhadap Filtration Loss dan Rheology Lumpur Pemboran Risaldi; M. Nur Mukmin; Markus Lumbaa; Baiq Maulinda Ulfah
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 8 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i8.583

Abstract

Kehilangan filtrat yang berlebihan pada lumpur pemboran berbasis air (water-based mud/WBM) dapat menyebabkan penurunan fraksi cairan lumpur, yang berpotensi menimbulkan kerusakan formasi (formation damage) berupa penurunan permeabilitas dan porositas di sekitar zona sumur, sehingga mengakibatkan penurunan tingkat produksi hidrokarbon. Permasalahan ini mendorong perlunya eksplorasi bahan aditif alami yang efektif dan ekonomis untuk mengendalikan filtration loss tanpa mengorbankan kestabilan sifat rheology lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung umbi porang (Amorphophallus konjac) terhadap karakteristik rheology dan filtration loss lumpur pemboran berbasis air. Pengujian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan empat variasi sampel, yaitu 0 gram (kontrol), 2 gram, 4 gram, dan 6 gram tepung umbi porang, dengan prosedur pengujian mengacu pada standar American Petroleum Institute (API 13B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi porang berpotensi menurunkan filtration loss dari 8,2 ml menjadi 5,1 ml pada konsentrasi 6 gram, yang mengindikasikan kemampuan pembentukan mud cake yang lebih efektif dan tipis. Pengaruh terhadap rheology terlihat pada peningkatan Plastic Viscosity dari 21 cP menjadi 49 cP dan Yield Point dari 15 lbs/100ft² menjadi 80 lbs/100ft², yang mengindikasikan peningkatan viskositas lumpur dan daya angkat serbuk bor (cutting) selama proses pemboran. Selain itu, Gel Strength meningkat dari 0,52 lbs/100ft² menjadi 0,66 lbs/100ft², serta nilai pH mengalami sedikit penurunan dari 10,7 menjadi 10,52. Konsentrasi optimal untuk menjaga keseimbangan sifat rheology berada pada rentang 2–4 gram, sedangkan penurunan filtration loss yang paling efektif diperoleh pada penambahan 6 gram tepung umbi porang, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai aditif alami pengendali filtration loss pada lumpur pemboran berbasis air.