Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimization of Time in the Esterification Process of Jelantah Oil With Anova Analysis Eka Megawati; Adittya Octavian Perdana Putra; Norhan Effendi; Yuniarti Yuniarti
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.692 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v6i2.11331

Abstract

Used cooking oil is oil from frying which is an unused material. The processing of used cooking oil into biodiesel is expected to reduce household waste and become a new and renewable energy source. The first step in making biodiesel is the esterification process by measuring the value of free fatty acids. The purpose of this study was to determine the optimum time used during the esterification process and to compare the volume of using sulfuric acid (H2SO4) catalyst using the Anova method. The research was conducted using an experimental method. The variables used in this study were the deposition time of 12 hours to 25 hours and the volume of catalyst compared was 2 ml and 4 ml for every 200 ml of used cooking oil. Based on the results of the analysis, it was found that the optimum conditions that can be used in the deposition process are at 18 hours using 4 ml of catalyst. Based on the results of ANOVA analysis, it can be concluded that the calculated F value (0.002) <F table (94.196), it means that the FFA value of the 2 and 4 ml catalyst variations does not have a significant difference. faster process.
Evaluasi Kolom Stripper C-04-01 di Unit Naphta Hydrotreater (Studi Kasus di PT. PERTAMINA REFINERY UNIT V BALIKPAPAN) Eka Megawati; Yuniarti Yuniarti; Achmad Rifandi
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Chemurgy-Desember 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.44 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i2.2234

Abstract

Pada penelitian yang berjudul Evaluasi kolom stripper C-04-01 di Unit Naptha Hydrotreater memiliki tujuan mengevaluasi kinerja tray di kolom stripper C-04-01. Pada Kolom naphta stripper mempunyai 20 buah tray. Umpan masuk kolom ini pada tray no.6 dan pada kolom stripper diinjeksikan steam dari samping pada bagian dasar kolom. Short-cut Method merupakan metode yang digunakan untuk menentukan banyaknya tray teoritis berdasarkan perhitungan dari reflux minimum, reflux rasio, tray minimum, menentukan reflux operasi dan jumlah tray ideal teoritis yang digunakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efisiensi tray keseluruhan adalah 90%, jumlah tray teoritis sebanyak 18 buah tray. Temperatur operasi top kolom perhitungan yang didapat adalah sebesar 12,49 oC = 54,48 oF, dan kondisi aktual top kolom adalah 69,14 oC = 156 oF yang berarti diatas temperatur teoritis. Temperatur operasi bottom kolom melalui perhitungan teoritis adalah 236,75 oC = 458,14 oF, sedangkan temperatur aktual kolom sebesar 218,19 oC = 242,75 oF, yang berarti masih dibawah temperatur teoritis. Dengan menaikan temperatur reboiler maka temperatur aktual dapat dinaikan mendekati temperatur operasi bottom kolom perhitungan.Kata kunci: Naphta Hydrotreater, Stripper, Short-cut Method
Optimasi volume katalis H2SO4 dan waktu proses esterifikasi pada tahapan proses biodisel Eka Megawati; Andra Hendrawan Pratama; I Ketut Warsa; Adittya Octavian P Putra; Norhan Effendi; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 1 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i1.1066

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak hasil penggorengan yang merupakan bahan tidak terpakai lagi. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga. Adanya pengolahan terhadap minyak jelantah menjadi biodisel diharapkan dapat mengurangi limbah rumah tangga dan menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan. Langkah awal untuk mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel adalah dengan proses esterifikasi dengan mengukur nilai asam lemak bebas atau Free Fatty Acid (FFA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu optimum yang digunakan saat proses esterifikasi dan membandingkan volume penggunaan katalis Asam Sulfat (H2SO4) menggunakan metode Anova. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah waktu pengendapan yaitu 12 jam sampai dengan 25 jam dan volume katalis yang dibandingkan adalah 6 ml dan 8 ml untuk setiap 200 ml minyak jelantah. Berdasarkan hasil Analisa diperoleh bahwa kondisi optimum yang dapat digunakan pada proses pengendapan yaitu pada waktu 25 jam dengan pemakaian katalis sebanyak 8 ml. Kesimpulan dari Analisa anova adalah nilai F hitung (4,800) > F tabel (2,424), maka dapat diartikan bahwa nilai FFA dari variasi katalis 6 ml dan 8 ml memiliki perbedaan yang signifikan dengan taraf signifikansi 5%.
Pengaruh Suhu Terhadap Karakteristik Arang Hasil Pirolisis Kulit Kolang-Kaling (Arenga pinnata) Yuniarti Yuniarti; Eka Megawati; Ana Dewi; Debora Ariyani; Meita Rezki Vegatama; Ain Sahara
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.410

Abstract

ABSTRACTSugar palm plants are included in the top ten plantation commodities in East Kalimantan. So far, kolang-kaling   fruit peel waste has not been widely used, except for fertilizer. Palm peel waste has a non-uniform texture, but the inside is hard, so it can be used to make charcoal. Charcoal is made by pyrolysis process and can be used as raw material for briquettes as a new renewable energy source. This study aims to obtain biochar as a raw material for making briquettes with the highest calorific value through the pyrolysis process. The manufacture of biochar begins with the drying process of the raw materials and then proceeds with heating the sample in a pyrolysis reactor for 1 hour. The process takes place with the constant variable is the sample weight of 500 g and the heating time for 1 hour, and the variable that changes is the combustion temperature. Pyrolysis was carried out at temperatures of 200 °C, 250 °C, 300 °C, 350 °C, and 400 °C. The mass of charcoal obtained was 487.23 g, 438.37 g, 402.03 g, 318.1 g and 278.84 g. The resulting calorific value is 4158.7 cal/g, 4432.5 cal/g, 4620.2 cal/g and 4840.7 cal/g. The ash content were 12.01%, 14.64%, 14.99%, 15.25% 21.98%, respectively. Volatile Matter obtained 76.50%, 69.67%, 61.68%, 56.71%, 47.15%. While the fixed carbon biochar is 0.80%, 8.93%, 9 78%, 11.30%, 16.31%. The characteristics of the pyrolysis biochar are seen by proximate testing. Biochar with the highest calorific value was obtained at a temperature of 400 °C, namely 4840.7 cal/g.Keywords: Palm fruit peel, Calorific value, Pyrolysis, Charcoal
Analisis Sifat Fisika dan Nilai Keekonomian Minyak Goreng Bekas Menjadi Biodiesel Dengan Metode Transesterifikasi Eka Megawati; Arham Ardiansyah; Amirul Mukminin; Dedora Ariyani; Yuniarti Yuniarti; Mohammad Lutfi
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 9, No 1 (2022): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v9i1.17962

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti solar yang berasal dari bahan nabati seperti minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas adalah limbah dari sisa penggorengan, biasanya dibuang karena sudah digunakan lebih dari satu kali. Transesterifikasi merupakan reaksi antara trigliserida yang terkandung dalam minyak nabati atau lemak hewan dengan alkohol untuk membentuk alkil ester. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika dan nilai keekonomian minyak goreng bekas menjadi biodiesel dengan metode transesterifikasi. Bahan limbah yang digunakan merupakan minyak goreng. Analisis fisika dilakukan dengan melakukan pengujian karakteristik biodiesel meliputi % FFA, angka asam, gliserol, kandungan air, massa jenis, pH, rendemen dan warna. Nilai karakteristik biodisel pada sampel 1 yaitu: FFA sebesar 0,65 %, angka asam 0,42 mg, gliserol 59 mL, kadar air 0,006 %, rendemen 0,83 %, massa jenis 852 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas, sedangkan nilai karakteristik biodisel pada sampel 2 yaitu: FFA sebesar 0,56 %, angka asam 0,50 mg, gliserol 58 mL, kadar air 0 %, rendemen 0,83 %, massa jenis 845 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas. Nilai karakteristik biodisel pada sampel 3 yaitu: FFA sebesar 0,65 %, angka asam 0,50 mg, gliserol 59 mL, kadar air 0,07 %, rendemen 0,78 %, massa jenis 847 kg/m3, pH 7 dan menghasilkan warna kuning emas. Pengolahan minyak goreng bekas sebanyak 300 L/bulan akan menghasilkan biodiesel 246 L/bulan @Rp. 9.000 = Rp. 2.214.000 dan gliserol 23 L/bulan @Rp. 3.000 = Rp. 86.250. Sehingga diperoleh total pendapatan = Rp.2.300.250/bulan. Sementara itu, biaya produksi berupa penggunaan listrik, pembelian pelarut dan katalis sebesar Rp.1.370.500/bulan. Sehingga Hasil analisis keekonomian menunjukkan bahwa pembuatan biodiesel skala industri kecil layak diproduksi dengan nilai keuntungan mencapai Rp.929.750/bulan.
Analisa Pengaruh dan Hubungan Temperatur Amine, Tekanan Feed Gas dan Laju Alir Feed Gas Terhadap Penyerapan CO2 pada Unit 1C-2 Absorber (Studi Kasus PT. XYZ) Eka Megawati; Yuniarti Yuniarti; Achmad Fadlih
al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 7, No 2 (2020): al Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ak.v7i2.9361

Abstract

Gas alam atau natural gas yang berasal dari sumur gas atau yang terbawa bersama sumur minyak, biasanya masih banyak mengandung zat pengotor. Pada umumnya karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S) merupakan pengotor utama pada gas alam. Salah satu yang ditemukan dalam feed gas yang diterima oleh PT. XYZ adalah feed gas dengan kandungan CO2 sebesar 5-6% mol namun saat ini feed gas yang diterima cenderung mengandung CO2 sekitar 3-3,5% mol. Karbon dioksid atau yang sering disebut CO2 merupakan gas yang bersifat asam karena adanya uap air yang mengakibatkan CO2 semakin korosif. Selain hal tersebut, titik beku dari CO2 (-78 °C) yang lebih tinggi dibandingkan dengan titik beku metana (-182 °C) mengakibatkan penyumbatan pada tube-tube Alat penukar panas yang suhunya dapat mencapai -150 °C. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh suhu amina, tekanan feed gas dan laju alir feed gas terhadap penyerapan CO2. Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi, regresi dan koefisien determinasi dengan variable bebas berupa temperatur amina, tekanan feed gas, laju alir feed gas dan variable terikat berupa penyerapan CO2. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat seberapa berpengaruh variabel-variabel yang digunakan dalam menyerap CO2 yakni temperatur amina berpengaruh besar dengan nilai korelasi 0,94, tekanan feed gas berpengaruh besar dengan nilai korelasi sebesar 0,86 dan laju alir feed gas berpengaruh besar dengan nilai korelasi 0,97. Kata Kunci: Gas karbon dioksida; amine MDEA; persamaan regresi; temperatur amine; tekanan feed gas; laju alir feed gas