Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGGUNAAN PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT PADA KARYAWAN UNTUK MENUNJANG KESELAMATAN KERJA DI PT. SAVANA CHARTA INDONESIA Zainal Arifin; Arief Hidayat Tumanggor; Antaris Fahrisani; Djibril Tri Bayu Pamungkas
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.185

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan prioritas utama dalam operasional industri maritim dan logistik, termasuk pada PT Savana Charta Indonesia. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang konsisten dan tepat oleh karyawan menjadi faktor kunci dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosialisasi, kenyamanan APD, dan pengawasan terhadap keselamatan kerja dengan mediasi optimalisasi penggunaan APD. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linear berganda (SPSS) dengan melibatkan karyawan PT Savana Charta Indonesia sebagai responden. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel sosialisasi, kenyamanan APD, dan pengawasan berpengaruh signifikan terhadap keselamatan kerja dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,684 menunjukkan bahwa 68,4% variasi keselamatan kerja dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Secara parsial, sosialisasi merupakan variabel paling dominan (B=0,35; Sig. 0,000) dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, diikuti oleh pengawasan (B=0,31; Sig. 0,001) dan kenyamanan APD (B=0,29; Sig. 0,002). Meskipun demikian, terdapat tantangan signifikan terkait kenyamanan, di mana 27% responden menyatakan bahwa APD yang tersedia kurang ergonomis, sehingga berpotensi menurunkan tingkat kepatuhan. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk mengevaluasi kualitas serta spesifikasi APD, mengintensifkan sosialisasi berkelanjutan, dan memperketat pengawasan di lapangan guna mencapai target Zero Accident secara efektif.   Occupational Safety and Health (K3) is a top priority in the maritime and logistics industry operations, including at PT Savana Charta Indonesia. Consistent and appropriate use of Personal Protective Equipment (PPE) by employees is a key factor in preventing workplace accidents. This study aims to analyze the influence of socialization, PPE comfort, and supervision on occupational safety through the mediation of PPE use optimization. The research method used is a quantitative approach through multiple linear regression analysis (SPSS) involving PT Savana Charta Indonesia employees as respondents. The results of the simultaneous test (F Test) show that the variables of socialization, PPE comfort, and supervision have a significant effect on occupational safety with a significance value of 0.000. The coefficient of determination (R2) value of 0.684 indicates that 68.4% of the variation in occupational safety is explained by these three variables. Partially, socialization is the most dominant variable (B=0.35; Sig. 0.000) in increasing compliance with PPE use, followed by supervision (B=0.31; Sig. 0.001) and PPE comfort (B=0.29; Sig. 0.002). However, there are significant challenges related to comfort, where 27% of respondents stated that the available PPE is less ergonomic, thus potentially reducing the level of compliance. This study recommends companies to evaluate the quality and specifications of PPE, intensify ongoing socialization, and tighten supervision in the field to effectively achieve the Zero Accident target.
Pelatihan Perawatan Akumulator untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Kelistrikan Perahu Nelayan Desa Kohod, Kabupaten Tangerang Syairi Anwar; Nursyamsu; Zainal Arifin; Nurfadhlina; Ian Mochamad Sofian; Muhammad Irwandi Lendra Pratama; Andesvan Gumay; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i2.294

Abstract

Keandalan akumulator penting bagi pengasutan mesin, lampu navigasi, komunikasi, dan perangkat navigasi pada perahu nelayan skala kecil. PkM ini bertujuan memperkuat kapasitas nelayan Desa Kohod dalam pemeriksaan dan perawatan preventif akumulator. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juli 2026 dengan sasaran 20–30 perwakilan nelayan; jumlah hadir final belum tercatat secara konsisten sehingga rentang tersebut diperlakukan sebagai sasaran program. Program menggunakan Participatory Action Research dengan strategi andragogi dan komposisi 30% teori serta 70% praktik, meliputi pengukuran tegangan menggunakan multimeter, pembersihan/proteksi terminal, dan pengukuran massa jenis elektrolit. Evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan uji unjuk kerja. Capaian agregat menunjukkan pemahaman teknis minimal 80% untuk tegangan, massa jenis elektrolit, dan state of charge; namun data individual, skor rata-rata, standar deviasi, dan rubrik uji keterampilan tidak tersedia. Program menyediakan modul saku dan pocket multimeter/kit servis aki serta merancang monitoring satu dan tiga bulan. Hasil mendukung manfaat praktis pelatihan, tetapi dampak jangka panjang terhadap frekuensi kerusakan dan availability sistem belum diukur.   Accumulator reliability is important for engine starting, navigation lights, communication, and navigational devices on small fishing boats. This community service program aimed to strengthen the capacity of fishers from Kohod Village to inspect and maintain accumulators preventively. The activity was conducted on 14 July 2026 with a target of 20–30 fisher representatives; final attendance was not recorded consistently, so this range is treated as the program target. The program used Participatory Action Research with an andragogical strategy and a 30% theory/70% practice composition, including voltage measurement with a multimeter, terminal cleaning/protection, and electrolyte specific-gravity measurement. Evaluation involved pre-test, post-test, and practical skill assessment. Aggregate outcomes showed at least 80% technical understanding for voltage, electrolyte specific gravity, and state of charge; however, individual data, means, standard deviations, and the skill-test rubric were unavailable. Participants were provided with a pocket guide and a pocket multimeter/battery-service kit, while one- and three-month monitoring was planned. The findings support the practical value of training, but long-term effects on battery failures and electrical-system availability remain unmeasured.