Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GERAKAN BERSIH PANTAI DARI SAMPAH PLASTIK DAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR DERMAGA PRESTASI POLTEKPEL BANTEN Setya, Dona; Mulyadi, Rama Agus; Tirtana, Denta; Syahputra, Fauzi; Sitepu, Mestiria Harbani; Nuzapril, Mulkan; Putri, Aprilia Syah; Handayani, Muliawati; Marlina, Eulis; Uddin, Soleh; Ricardo, Dapid; Nursyamsu; Amirullah; Nawawi, Cholis Imam; Dewi, Astri Kustina; Anggeranika, Vidiana; Muslim, Jusva Agus; Nurfadhlina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207

Abstract

Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut. The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.
Optimalisasi performa mesin pendingin di Kapal MV. Strait Mas Sembel, Bernadus Valentin; Santoso, Rahmat; Nurfadhlina
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.70

Abstract

Mesin pendingin merupakan salah satu alat bantu yang ada di kapal sebagai penunjang kegiatan operasional di kapal. Mesin pendingin berfungsi untuk mengawetkan bahan makanan yang disimpan di atas kapal dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan di atas kapal MV. Strait Mas dengan kinerja mesin pendingin yang kurang optimal, terutama pada naiknya suhu di bagian ruang bahan makanan basah (meat and fish room). Temperatur pada ruang bahan makanan basah tidak mencapai suhu yang telah ditentukan, sehingga kondisi bahan makanan menjadi tidak segar dan tidak layak konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keoptimalan performa mesin pendingin di kapal MV. Strait Mas, dampak terkait naiknya suhu ruang bahan makanan basah di kapal MV. Strait Mas, dan upaya perbaikan pada ruang bahan makanan basah di kapal MV. Strait Mas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan naiknya temperatur pada ruang pendingin makanan adalah terjadinya kebocoran pada tube condensor, condensor yang sudah kotor, sering terbukanya pintu ruang pendingin, dan kurangnya tekanan freon pada sistem. Maka dari itu, perlu dilakukan sejumlah upaya perbaikan pada ruang pendingin makanan seperti menambahkan freon, membersihkan cooler condensor, dan melakukan probe pada salah satu tube yang bocor. The cooling machine is one of the tools on the ship to support operational activities. The function of the cooling machine is to preserve foodstuffs stored on board for quite a long time. This research was conducted on board the MV. Strait Mas significantly has less than optimal cooling machine performance when the temperature rises in the wet food room (meat and fish room). The temperature in the wet food room does not reach the specified temperature, so the food becomes unfresh and unfit for consumption. This research aims to determine the optimal cooling engine performance on MV Strait Mas Ship impacts related to increasing room temperature for wet food on MV Strait Mas Ship and efforts to repair the damp food space on the MV Strait Mas Ship. This research uses qualitative methods to understand phenomena experienced by research subjects holistically. The research results show that the factors that cause the temperature to rise in the food cooling room are leaks in the condenser tubes, dirty condensers, frequent opening of the cooling room door, and lack of freon pressure in the system. Therefore, it is necessary to make several improvements to the food cooling room, such as adding freon, cleaning the cooler condenser, and carrying out a probe on one of the leaking tubes.
Interkoneksi Kecerdasan Adversitas dalam Perspektif Al Qur'an Nurfadhlina, Nurfadhlina
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i2.12228

Abstract

Artikel ini mengkaji interkoneksi antara konsep Kecerdasan Adversitas dalam perspektif Al-Qur’an. Dalam masyarakat modern yang penuh dengan ketidakpastian dan tekanan, kecerdasan adversitas dapat menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. Artikel ini  bertujuan mengungkap bagaimana Al-Quran memandang kecerdasan Adversitas membentuk karakter manusia yang tangguh secara psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif . Sedangkan metode penafsiran yang digunakan dalam disertasi ini adalah metode tafsir maudu‘i, Metode ini dipilih karena dapat digunakan untuk mengeksplorasi sebuah konsep dalam al-Qur'an secara lebih menyeluruh. Adapun Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui riset kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecerdasan Adversitas membentuk kerangka berpikir aktif, adaptif, dan solutif dalam merespons tantangan. Disertasi ini menemukan bahwa Al-Qur’an memuat prinsip penyelesaian masalah (problem solving) melalui kisah para nabi yang mengintegrasikan daya juang dan proses penyucian jiwa. Kesimpulannya, interkoneksi Kecerdasan Adversitas dalam perspektif Al-Quran membentuk pola kepribadian mukmin ideal yang kuat menghadapi cobaan dan tetap bersandar pada nilai-nilai ilahiah. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan konsep ketahanan diri berbasis Al-Qur’an serta integrasi psikologi modern dan spiritualitas Islam, dengan implikasi pada pendidikan, karakter, dan terapi spiritual.
Proses Penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Khusus FSRU Hua Xiang 8 Ageng Premadi; Nurfadhlina; Erika Safira Oktaviani
Journal Marine Inside Vol 4. No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.238 KB) | DOI: 10.62391/ejmi.v4i1.44

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi modern saat ini, berpengaruh juga pada berkembangnya dunia kemaritiman. Banyak penyedia jasa yang berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Namun, semakin canggih nya ilmu dan teknologi modern ini dapat menyebabkan beberapa masalah terutama masalah ancaman keamanan pelayaran. Maka dari itu International Maritime Organization (IMO) yang merupakan organisasi tertinggi pelayaran dunia menerbitkan peraturan ISPS Code untuk mencegah terjadinya ancaman keselamatan yang ada terutama di wilayah kapal dan fasilitas pelabuhan. Karena penting dan masih jarangnya yang melakukan penelitian tentang penerapan ISPS Code di Terminal Khusus maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti proses dan evaluasi dalam proses penerapan ISPS Code di Terminal Khusus FSRU Hua Xiang 8. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan Karya Ilmiah Terapan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara mengamati objek yang diteliti (observasi), wawancara dengan beberapa responden pengurus Terminal Khusus, dan studi pustaka pada beberapa referensi yang sesuai dengan objek yang diteliti. PT Sulawesi Regas Satu sudah melakukan proses penerapan ISPS Code di Terminal Khusus FSRU Hua Xiang 8 dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan yang ada. Namun, di dalam evaluasi proses penerapan ISPS Code tersebut masih ditemukan beberapa kendala yang dialami seperti belum adanya lokasi dan kapal FSRU permanen yang menghambat proses penerapan ISPS Code ini sehingga masih panjang proses penerapan yang belum bisa dilaksanakan.
Eksplorasi Pembinaan Karakter Taruni Muslimah Melalui Kajian Keagamaan Dengan Pendekatan Sequential Explanatory Mix Method Nurfadhlina; Rabbani Ischak
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.213

Abstract

Pendidikan karakter memegang peranan krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas profesional. Namun, fenomena degradasi moral di lingkungan perguruan tinggi, seperti menurunnya etika komunikasi, perilaku indisipliner, dan rendahnya kepedulian sosial, menegaskan urgensi penguatan karakter yang salah satunya dapat diwujudkan melalui kajian keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kajian keagamaan yang berlandaskan pada nilai-nilai "Lima Citra Manusia Perhubungan" serta menganalisis pengaruhnya terhadap penguatan karakter taruni muslimah. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed methods) dengan desain Sequential Explanatory, di mana analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan diperkuat oleh uji regresi linier sederhana. Subjek utama penelitian ini adalah taruni muslimah, dengan dukungan data wawancara dari informan yang terdiri atas dosen dan pembina taruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian keagamaan yang mengintegrasikan pembiasaan tilawah Al-Qur'an, hafalan Juz ‘Amma, penguatan adab, aktivitas sosial, serta pembinaan mental secara efektif mampu meningkatkan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan ketangguhan mental taruni. Secara kuantitatif, kajian keagamaan berbasis Lima Citra Manusia Perhubungan ini terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi sebesar 74% terhadap penguatan karakter taruni. Kesimpulannya, integrasi kajian keagamaan ke dalam kurikulum pendidikan karakter merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia perhubungan yang religius, berintegritas, dan profesional.   Character education plays a crucial role in developing human resources who are not only academically excellent but also possess strong moral, ethical, and professional integrity. However, the phenomenon of moral degradation within higher education institutions, such as declining communication ethics, disciplinary issues, and low social awareness, highlights the urgency of character reinforcement, particularly through religious studies. This research aims to explore a religious study model based on the core values of "Lima Citra Manusia Perhubungan" (The Five Images of Transportation Personnel) and to analyze its impact on strengthening the character of female Muslim cadets. Employing a mixed-methods approach with a Sequential Explanatory design, this study utilizes qualitative descriptive analysis reinforced by simple linear regression testing. The primary subjects were female Muslim cadets, supported by data from informants including lecturers and cadet supervisors. The findings reveal that religious studies incorporating Quranic recitation habits, memorization of Juz 'Amma, etiquette reinforcement, social activities, and mental coaching effectively enhance the cadets' religiosity, discipline, responsibility, social awareness, and mental resilience. Quantitatively, religious studies based on the Five Images of Transportation Personnel significantly and positively influence character building, contributing 74% to the enhancement of the cadets' character. In conclusion, the integration of religious studies into the character education curriculum is a strategic step to create human resources in the field of transportation who are religious, have integrity, and are professional.
Bersih-bersih pantai dan penanaman pohon kopasus dalam rangka hari pelaut sedunia Soleh Uddin; Moejiono; Dapid Rikardo; Nursyamsu; Amirullah; Cholis Imam Nawawi; Hendi Prasetyo; Astri Kustina Dewi; Vidiana Anggeranika; Jusva Agus Muslim; Nurfadhlina
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.240

Abstract

Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar di dunia. Kondisi ini berdampak buruk pada keindahan pantai dan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan taruna-taruni Kementerian Perhubungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta teknik pelestariannya melalui penanaman pohon. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan materi keilmuan, diskusi tanya jawab, serta praktik langsung pembersihan sampah plastik dan penanaman pohon kopasus. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2023 di Pesisir Laut Dermaga Prestasi Politeknik Pelayaran Banten dengan melibatkan 200 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem laut, yang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan maritim yang sehat dan berkelanjutan.   Indonesia ranks second globally in contributing plastic waste to the ocean. This condition negatively impacts the beauty of beaches and mangrove ecosystems in coastal areas. This community service activity aims to increase the awareness and knowledge of cadets from the Ministry of Transportation regarding the importance of maintaining coastal environmental cleanliness and preservation techniques through tree planting. The methods used include scientific counseling, Q&A discussions, and direct practice of plastic waste cleanup and Kopasus tree planting. The activity was held on June 20, 2023, at the coastal area of Dermaga Prestasi, Banten Merchant Marine Polytechnic, involving 200 participants. The results indicated an improvement in the participants' collective understanding of environmental cleanliness and marine ecosystem conservation, serving as a concrete step toward achieving a healthy and sustainable maritime environment.
Sosialisasi eduwisata kawasan mangrove di pesisir pantai Politeknik Pelayaran Banten (kolaborasi dengan Politeknik Negeri Lampung) Kusharyanto; Nurfadhlina; Indah Purnaningratri; Soleh Uddin; Wiratno; Rahmat Santoso; Agus Widodo; Susiarni Magdalena; Yollanda Octavitri; Hari Sunanto; Riza Nur Amala; Fauzi Syah Putra; Eulis Marlina; Dona Setya
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.242

Abstract

Pantai Prestasi yang berada di kawasan Politeknik Pelayaran Banten memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan bagi masyarakat Tangerang dan Jakarta, namun pengembangannya saat ini masih terhambat oleh masalah penumpukan sampah di tepi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan konsep eduwisata melalui sosialisasi dan aksi nyata penanaman mangrove dengan melibatkan masyarakat Desa Karang Serang serta taruna-taruni Kementerian Perhubungan. Metode pelaksanaan yang diterapkan mencakup tahapan survei, penyuluhan materi keilmuan, diskusi interaktif, serta praktik lapangan penanaman bibit mangrove secara langsung di pesisir pantai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta mengenai manfaat ekologi dan ekonomi mangrove, serta terciptanya komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai guna meningkatkan nilai jual kawasan tersebut sebagai objek wisata. Secara keseluruhan, program kolaborasi ini berhasil menginisiasi transformasi Pantai Prestasi menjadi kawasan eduwisata yang asri dan berkelanjutan.   Pantai Prestasi, located within the Banten Merchant Marine Polytechnic area, possesses significant potential as a premier tourist destination for the people of Tangerang and Jakarta, yet its development is currently hindered by the accumulation of waste along the shoreline. This community service activity aims to realize the concept of edutourism through socialization and concrete action of mangrove planting, involving the community of Karang Serang Village and cadets from the Ministry of Transportation. The implemented methods include survey stages, scientific material counseling, interactive discussions, and direct field practice of planting mangrove seedlings on the coast. The results of the activity indicate an increase in the participants' collective understanding of the ecological and economic benefits of mangroves, as well as the establishment of a shared commitment to maintaining the coastal environmental cleanliness to enhance the area's value as a tourist object. Overall, this collaborative program successfully initiated the transformation of Pantai Prestasi into a beautiful and sustainable edutourism area.
Implementasi Go Green di kampus Politeknik Pelayaran Banten untuk masa depan lingkungan yang asri & berkelanjutan Andesvan Gumay; Rob Danang Priatmaja; Siwi Woro Herningsih; Rahmat Santoso; Ageng Permadi; Deny Adi Setyawan; Dwi Endah Kurniasari; Indah Purnaningratri; Nurfadhlina; Mokhammad Zulkarnain; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.246

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif civitas akademika serta masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus Politeknik Pelayaran Banten melalui program "Go Green". Kampus yang terletak di wilayah pesisir Sukadiri menghadapi tantangan lingkungan berupa pesatnya pembangunan dan dampak polusi udara dari aktivitas pelayaran serta aktivitas nelayan yang padat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya ruang terbuka hijau dan rendahnya motivasi komunitas kampus untuk terlibat dalam aksi konservasi nyata. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup survei analisis kebutuhan lahan, penyuluhan edukatif mengenai gaya hidup ramah lingkungan, serta aksi praktis penanaman 50 pohon pelindung dan pohon buah di area strategis kampus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan motivasi taruna dalam menerapkan praktik hijau, serta terciptanya lingkungan kampus yang lebih asri, sejuk, dan nyaman. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya lingkungan berkelanjutan yang mendukung kesehatan dan estetika kawasan pesisir Banten secara jangka panjang.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the academic community and the surrounding society in preserving the environment of the Banten Marine Polytechnic campus through the "Go Green" program. The campus, located in the Sukadiri coastal area, faces environmental challenges such as rapid development and the impact of air pollution from shipping activities and busy fishing operations. The main issues identified include a lack of green open spaces and low motivation among the campus community to engage in concrete conservation actions. The methods applied in this activity consist of a land needs analysis survey, educational counseling on eco-friendly lifestyles, and practical implementation by planting 50 shade and fruit trees in strategic campus areas. The results of the activity show a significant increase in the knowledge and motivation of cadets to implement green practices, as well as the creation of a more beautiful, cool, and comfortable campus environment. The success of this program is expected to be a foundation for creating a sustainable environmental culture that supports the health and aesthetics of the Banten coastal region in the long term.
Penyuluhan kebersihan terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan pada kawasan pesisir Kabupaten Tangerang Rahmat Santoso; Boedi Prihandono; Astri Kustina Dewi; Deny Adi Setyawan; Alvian Demaz Peramutya; Nurfadhlina; Ade Taopik Hidayatuloh; Rabbani Ischak; Weli Agus Setiawan
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dalam mengelola sampah secara berkelanjutan di kawasan pesisir. Kawasan pesisir sering kali menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola, sehingga mengancam ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman mengenai dampak sampah plastik serta keterbatasan sarana pembuangan sampah yang memadai. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyuluhan teori mengenai klasifikasi sampah dan daur ulang, diskusi interaktif, serta implementasi praktis berupa pembagian 25 drum sampah dan aksi pembersihan pantai bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan warga mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik serta terciptanya lingkungan pesisir yang lebih bersih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa pesisir lainnya untuk mewujudkan lingkungan maritim yang asri dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas lokal.   This community service activity aims to increase the awareness and active participation of the people in Kohod Village, Pakuhaji District, Tangerang Regency, in managing waste sustainably in coastal areas. Coastal regions often become unmanaged waste disposal sites, threatening marine ecosystems and public health. The main issues identified include low understanding of the impact of plastic waste and the limited availability of adequate waste disposal facilities. The methods used in this activity include theoretical counseling on waste classification and recycling, interactive discussions, and practical implementation through the distribution of 25 trash drums and a joint beach cleanup with residents. The results show a significant increase in residents' knowledge regarding organic and non-organic waste sorting and the creation of a cleaner coastal environment. This success is expected to serve as a model for other coastal villages to achieve a beautiful and sustainable maritime environment through collaboration between academics, village governments, and local communities.