Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Circulating Microrna-19 as a Non-Invasive Biomarker for Detecting Lung Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis of Diagnostic Test Accuracy Studies Farida Anggraini Soetedjo; Nur Khamidah; Johanes Aprilius Falerio Kristijanto; Febrisma Bangun Sanjaya
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51965

Abstract

Invasive procedures remain the gold standard for lung cancer diagnosis, while new cases in 2018 reached 30,023 patients and tend to occur at a younger age, necessitating non-invasive markers for early detection of lung cancer. Currently, numerous studies have been conducted on microRNA (miRNA) as a lung cancer biomarker, including miRNA-19; however, research findings on miRNA-19 in the diagnosis of this disease remain controversial, prompting this study to assess the ability of miRNA-19 to detect lung cancer through a meta-analysis. Literature searches were conducted in three databases (PubMed, Science Direct, and Cochrane) up to March 22, 2023, using the Patient, Intervention, Comparison, Outcome (PICO) principle, with inclusion criteria for prospective, retrospective, case-control, or cross-sectional studies providing data for analyzing the diagnostic capability of miRNA-19. The methods used adhere to the 2020 PRISMA guidelines. Analysis was performed using STATA, MetaDisc, and Review Manager software. Four articles met the inclusion criteria for this meta-analysis. The combined analysis results regarding the sensitivity of miRNA-19 in lung cancer diagnosis reached 0.81 (95% CI [confidence interval]: 0.76–0.85), specificity 0.69 (95% CI: 0.61–0.76), diagnostic odds ratio (DOR) 12.62 (95% CI: 4.73–33.65), and area under the curve (AUC) 0.85. Analysis of the positive likelihood ratio (PLR) and negative likelihood ratio (NLR) yielded results... Analysis of the positive likelihood ratio (PLR) and negative likelihood ratio (NLR) yielded results 2.51 (95% CI: 1.59–3.95) and 0.29 (95% CI: 0.18–0.48). Based on the above data, miRNA-19 has potential in the non-invasive diagnosis of lung cancer.
Pendekatan Kedokteran Keluarga Melalui Kunjungan Rumah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Hipertensi Di Kota Surabaya: Sebuah Laporan Kasus Johanes Aprilius Falerio Kristijanto; Wike Herawaty; Ayu Cahyani Noviana; Farida Anggraini Soetedjo; Nur Khamidah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan kedokteran keluarga berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronis, terutama pada lansia dengan komorbiditas dan keterbatasan sosial-ekonomi. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan kunjungan rumah pada seorang pasien lansia dengan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di Kota Surabaya, dengan penekanan pada fungsi keluarga, sumber daya lingkungan, dan determinan kesehatan menurut kerangka HL Blum. Studi ini merupakan laporan kasus deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui satu rangkaian kunjungan rumah meliputi anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik dan penunjang sederhana, observasi lingkungan rumah, penyusunan genogram, penilaian fungsi keluarga dengan Family APGAR, dan asesmen sumber daya keluarga menggunakan SCREEM. Pasien berusia 67 tahun dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 selama ±10 tahun dan hipertensi ±8 tahun, datang dengan keluhan pandangan kabur, obesitas sentral, dislipidemia, dan hiperurisemia; tekanan darah 160/100 mmHg dan gula darah sewaktu 221 mg/dL menunjukkan penyakit yang belum terkontrol. Family APGAR menunjukkan fungsi keluarga kategori sedang, dengan dukungan utama berpusat pada istri dan keterlibatan anak yang terbatas. Asesmen SCREEM mengidentifikasi hambatan pada aspek sosial, budaya, ekonomi, edukasi, dan medis, sementara aspek religius bersifat protektif. Pemetaan dengan kerangka HL Blum menegaskan bahwa interaksi faktor keturunan, perilaku berisiko, lingkungan yang kurang mendukung, dan keterbatasan pelayanan kesehatan berkontribusi terhadap buruknya pengendalian penyakit, sekaligus menegaskan nilai strategis kunjungan rumah dalam merancang tatalaksana bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehensif dan berorientasi keluarga.
Deteksi Dini Hipertensi dan Hiperglikemia Berbasis Komunitas di Desa Made Kota Surabaya Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Johanes Aprilius Falerio Kristijanto; Farida Anggraini Soetedjo; Nur Khamidah; Siswoyo Siswoyo
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 8 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i8.394

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan hiperglikemia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko hipertensi dan hiperglikemia melalui pendekatan pemeriksaan kesehatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi skrining tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, wawancara kesehatan, serta edukasi gaya hidup sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang rendah terhadap faktor risiko PTM, namun setelah dilakukan skrining dan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan serta kesadaran mengenai pentingnya pencegahan. Kegiatan ini juga menghasilkan data awal mengenai prevalensi risiko hipertensi dan hiperglikemia di tingkat komunitas. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan PTM secara mandiri dan berkelanjutan.