Herlinda Dwi Ningrum
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Aplikasi Mobile JKN di Kelurahan Polehan Kecamatan Blimbing Kota Malang Ayu Tyas Purnamasari; Ayu Tyas Purnamasari; Reza Safitri; Herlinda Dwi Ningrum
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 1 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v1i1.4340

Abstract

BPJS Kesehatan dalam upaya peningkatan pelayanan terhadap peserta menghadirkan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi ini ditujukan agar dapat membantu mempermudah proses administrasi pelayanan kesehatan peserta. Namun fakta di lapangan, pengetahuan peserta terhadap aplikasi Mobile JKN masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat kelurahan Polehan terhadap aplikasi mobile JKN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan cara mengisi kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat kelurahan polehan terhadap aplikasi mobile JKN yang memiliki pengetahuan baik (59%) adalah usia remaja akhir, pendidikan terakhir sekolah menengah dan pekerjaan karyawan swasta. kesimpulan dari penelitian ini yaitu, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi mobile JKN sudah cukup baik. Namun masih harus dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat teradap aplikasi mobile JKN.
Analisis Penyebab Klaim Pending BPJS Kesehatan pada Layanan Rawat Inap di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Alfi Lailiya Anwar; Herlinda Dwi Ningrum; Ayu Tyas Purnamasari
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v2i1.5186

Abstract

BPJS Health Claim is the submission of BPJS Health patient care costs by the hospital to the BPJS Health which is carried out collectively and billed every month. The process of submitting health payment claims to BPJS Health does not always run smoothly and pending claims can occur. The incidence of pending claims at Kanjuruhan Hospital Malang Regency is caused by several factors including administrative factors, coding factors, and medical factors. Based on preliminary studies, 860 pending claim files were found in January - June 2023. The method used is quantitative research. The research sample in this study used total sampling, namely 273. Data collection was carried out by means of document review. It was found that the causes of pending claims from administrative factors were 71 (26%), coding factors were 149 (55%), and medical factors were 54 (19%). Based on administrative factors, the most common cause of pending claims is due to incomplete supporting documents followed by incomplete claim documents. Based on the coding factor, the most common cause was the placement of primary and secondary diagnoses that were not in accordance with ICD 10 followed by actions that were not in accordance with ICD 10, ICD 9, and PMK Number 26 of 2021 and finally the writing of diagnosis codes. Based on medical factors, the most common cause was due to the medical resume, followed by incomplete supporting results and finally medical enforcement without supporting data. Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien BPJS Kesehatan oleh pihak rumah sakit kepada BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan setiap bulanya. Proses pengajuan klaim pembayaran kesehatan kepada BPJS Kesehatan tidak selamanya berjalan lancar dan dapat terjadi pending klaim. Kejadian pending klaim di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor administrasi, faktor koding, dan faktor medis. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan berkas pending klaim pada bulan Januari – Juni 2023 sebanyak 860 berkas klaim. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 273. Pengumpulan data dilakukan dengan cara telaah dokumen. Didapatkan penyebeb klaim pending dari faktor administrasi sebesar 71 (26%), faktor koding sebesar 149 (55%), dan faktor medis sebesar 54 (19%). Berdasarkan faktor administrasi penyebab terbanyak pending klaim karena dokumen penunjang yang tidak lengkap diikuti dengan ketidak lengkapan dokumen klaim. Berdasarkan faktor koding penyebab terbanyak karena Penempatan diagnosis primer dan sekunder yang tidak sesuai dengan ICD 10 diikuti tindakan yang tidak sesuai dengan ICD 10, ICD 9, dan PMK Nomor 26 Tahun 2021 dan yang terakhir penulisan kode diagnosis. Bedasarkan faktor medis penyebab terbanyak karena Resume medis diikuti ketidak lengkapan hasil penunjang dan yang terakhir penegak medis belum ada data pendukung.
Hubungan Faktor Demografis Terhadap Pencairan Klaim Jaminan Hari Tua di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota Nabila Ayu Kusumaningtyas; Herlinda Dwi Ningrum; Anggi Ardhiasti
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6037

Abstract

Latar belakang: Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan finansial bagi pekerja setelah tidak aktif bekerja. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, terjadi peningkatan signifikan dalam pencairan klaim JHT, terutama sebelum masa pensiun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan tujuan JHT sebagai tabungan hari tua. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keputusan pencairan klaim adalah faktor demografis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografis (tingkat pendidikan, pendapatan, lama bekerja, dan status pernikahan) terhadap pencairan klaim JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batu Kota. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 81 peserta klaim JHT yang dipilih menggunakan rumus slovin dari total populasi 3.138 peserta. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,189), pendapatan (p=1,000), lama bekerja (p=0,125), dan status pernikahan (p=1,000) dengan pencairan klaim JHT. Kesimpulan: Faktor demografis yang diteliti dalam penelitian ini tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pencairan klaim JHT. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pencairan JHT kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik demografis, seperti kebutuhan ekonomi mendesak,persepsi terhadap kebijakan, atau literasi keuangan.
Gambaran Pengajuan Klaim Rawat Inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan Asuransi Mandiri Inhealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo Leylina Budiarti; Eko Rahman Setiawan; Herlinda Dwi Ningrum
Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR) Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Insurance and Medical Records (IJHIMR)
Publisher : Kementerian Kesehatan Poltekkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/ijhimr.v3i1.6064

Abstract

Latar Belakang: Coordination of Benefit (COB) adalah metode koordinasi manfaat asuransi ganda untuk mencegah pembayaran berlebih dan memperluas cakupan layanan. Rumah Sakit Rizani sebuah rumah sakit tipe C, telah menerapkan COB sejak 2022. Data observasi dan wawancara pada periode Juli-September 2024 menunjukkan 76 klaim rawat inap COB dari 6 perusahaan asuransi, dengan 19 klaim mayoritas dari Mandiri InHealth. Dalam prosesnya masih terdapat kendala seperti ketidaklengkapan berkas pasien dan penunjang, pengisian resume medis oleh DPJP, serta revisi billing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengajuan klaim rawat inap COB (Coordination of Benefit) JKN dan asuransi Mandiri InHealth di Rumah Sakit Rizani Probolinggo. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Rizani Probolinggo menggunakan metode deskriptif kualiatatif, teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap 6 informan dan menggunakan triangulasi sumber untuk uji keabsahan. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengajuan klaim rawat inap COB melibatkan beberapa tahapan mulai dari pendaftaran pasien, verifikasi, hingga pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan dan Mandiri InHealth. Proses ini melibatkan SDM dengan latar belakang kesehatan dan non-kesehatan, serta melibatkan berbagai unit rumah sakit dan aplikasi penunjang seperti Pelkes Online, Simo, E-Klaim, V-Klaim (eksternal), Evomedis, Casemix Apps (internal). Dalam proses pengajuannya, ditemukan kendala terkait kelengkapan dokumen dan implementasi SPO. RS Rizani belum memiliki SPO khusus untuk COB JKN dan Mandiri InHealth, namun RS Rizani mengacu pada SPO yang berlaku untuk seluruh jenis asuransi. Kesimpulan : Pengajuan klaim rawat inap COB JKN dan asuransi Mandiri InHealth melalui beberapa tahapan yang meliatkan SDM, unit, serta aplikasi pendukung. Dalam prosesnya RS rizani belum memiliki SPO khusus COB JKN dan Mandiri InHealth. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit menyusun SPO spesifik, meningkatkan pelatihan SDM, menempatkan staf khusus untuk pengelolaan berkas klaim, serta memperkuat koordinasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan klaim COB. Kata kunci:  COB, JKN, Mandiri InHealth, Pengajuan klaim, rawat inap