Aisyah Nur Azizah
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Enhancing Food Poisoning Emergency Response Skills Through Simulation-Based Training Among Special Education Teachers: A Pre-Experimental Study Deri Raihan Aljabar; Gatot Suparmanto; Aisyah Nur Azizah
Genius Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2026): Nursing Education, Emergency Preparedness, and Community Health Practice
Publisher : Genius Publishing (CV. Gerbang Ilmu Nusantara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66763/gjn.v2i1.32

Abstract

Background: Food poisoning outbreaks in schools remain an important public health concern because teachers often become the first responders during emergencies. However, competencies related to post–food poisoning management remain limited, particularly in special education settings. Objectives: To examine the effect of simulation-based post–food poisoning management training on teachers’ skills at SLB Negeri 1 Bantul. Methods: A quantitative pre-experimental study using a one-group pretest–posttest design was conducted among 51 teachers selected through simple random sampling. Participants received structured simulation training focused on post–food poisoning stabilization procedures. Teachers’ skills were assessed using an observational checklist before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before training, most participants demonstrated poor (58.8%) and fair (27.5%) skill levels. Following simulation, all participants achieved very good skill levels (100%). Statistical analysis demonstrated significant improvement after the intervention (Z = –6.224; p < 0.001), with all participants showing positive rank changes. Conclusions: Simulation-based training effectively improved teachers’ post–food poisoning management skills and may strengthen emergency preparedness in school settings through improved early stabilization capacity.
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN Muhamad Rizky Endanu; Vita Purnamasari; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.683

Abstract

Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki komplikasi yang akan terjadi seperti hal nya kejadian penurunan hemodinamik berupa tekanan darah dan nadi. sehingga pasien akan merasakan terjadinya mual dan muntah di fase intra anestesi maupun pasca anestesi. Intra Operative Nausea and Vomiting (IONV) ini sering terjadi pada berbagai operasi. Namun, kondisi tersebut juga umum dialami pada tindakan operasi dengan menggunakan anestesi spinal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan hemodinamik intraoperatif terhadap kejadian Intra Operative Nausea and Vomiting (IONV) pada pasien spinal anestesi di RSUD Bendan. Metode yang digunakan pada Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 55 responden, populasi pada penelitian ini adalah pasien yang akan operasi dengan teknik spinal anestesi. Penelitian ini menggunakan teknik sampling Consecutive Sampling. Pengumpulan data diambil secara langsung oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan juga lembar monitoring. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa Hemodinamik terhadap kejadian Intra Nausea and Vomiting (IONV) yang dibuktikan dengan uji Spearman Rank dengan hasil p value 0,000 (p < 0,05). Sehingga hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Hemodinamik Terhadap Kejadian Intra Operative Nausea and Vomiting (IONV) Pada Pasien Spinal Anestesi di RSUD Bendan.
HUBUNGAN HIPOTENSI INTRA OPERATIF TERHADAP MUAL MUNTAH PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN SPINAL ANESTESI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Julia Ananda Nur Imani; Anita Setyowati; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.711

Abstract

Anestesi regional diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah spinal anestesi, dengan lokasi penyuntikan di vertebra lumbal sekitar L4-L5. Hipotensi merupakan salah satu resiko yang harus diperhatikan dalam prosedur spinal anestesi. Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipotensi pada saat intraoperatif memicu terjadinya perasaan tidak nyaman pada perut. Tujuan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan hipotensi intra operatif terhadap mual muntah pada pasien Sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 42 responden, dengan teknik sampling accidental sampling, uji yang digunakanan adalah uji kendall tau. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 52 responden merasa mual saja sebanyak 23 responden (42,3%), responden mengalami retching sebanyak 7 (13,5%), dan responden yang mengalami mual lebih dari 30 menit atau muntah ≥ 2 kali sebanyak 0 responden (0%), sedangkan responden tidak merasa mual dan muntah sebanyak 22 responden (42,3%). Hasil uji Kendall tau didapatkan hasil 0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara hipotensi intra operatif dengan kejadian mual muntah pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
PENGARUH PEMBERIAN INFORMED CONSENT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI ANESTESI SPINAL DI RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN Ajuk Nike Ernani; Anita Setyowati; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.737

Abstract

Anestesi spinal meskipun efektif menghilangkan rasa sakit seringkali menimbulkan masalah psikososial yaitu kecemasan pada pasien pre operasi. Kecemasan yang tidak jelas dapat diatasi dengan pemberian informed consent yang baik. Didapatkan 81% pasien mengalami kecemasan saat akan menjalani anestesi spinal karena kurangnya informasi yang diterima oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informed consent terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi anestesi spinal di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 38 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian informed consent, mayoritas pasien mengalami kecemasan berat (44,7%) dan panik (21,1%). Setelah intervensi, terjadi penurunan signifikan dengan 78,9% pasien mengalami kecemasan ringan dan tidak ada pasien yang mengalami kecemasan berat atau panik. Analisis statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000), mengindikasikan bahwa informed consent efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberian informed consent yang jelas dan komprehensif berperan penting dalam mengurangi kecemasan pasien sebelum menjalani anestesi spinal.
PENGARUH VIDEO EDUKASI MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA ALAM PADA SISWA MA SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA Ayu Cahyani; Muhaji; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.774

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kesiapsiagaan, khususnya di kalangan pelajar. Kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana menjadi tantangan besar dalam upaya mitigasi risiko. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara menarik dan efektif, salah satunya melalui media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi mitigasi bencana terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa kelas X MA Sunan Pandanaran Yogyakarta. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar siswa (37,5%) berada dalam kategori kurang siap. Setelah diberikan edukasi menggunakan media video, terjadi peningkatan signifikan, dengan 68,8% siswa berada pada kategori siap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari video edukasi terhadap peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Dapat disimpulkan bahwa video edukasi mitigasi bencana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi kebencanaan dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler serta menjalin kerja sama dengan lembaga terkait guna memperkuat kesiapsiagaan siswa.