Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi pada Pasien Obesitas dengan Kesulitan Intubasi di RSUD Kota Yogyakarta Abdur Rahman Rafi; Muhaji; Raden Sugeng Riyadi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 6 (2026): JKRI - Mei 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas meningkatkan risiko komplikasi anestesi, terutama kesulitan intubasi, sehingga memerlukan penerapan Asuhan Kepenataan Anestesi (ASKAN) yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ASKAN pada pasien obesitas dengan kesulitan intubasi di RSUD Kota Yogyakarta menggunakan desain kualitatif melalui wawancara, observasi, dan multiple studi kasus. Hasil menunjukkan penerapan ASKAN secara klinis telah baik, namun dokumentasi belum optimal sesuai standar terbaru. Teknik ramped position terbukti efektif meningkatkan keberhasilan intubasi. Optimalisasi ASKAN perlu ditingkatkan melalui penguatan dokumentasi, SOP, pelatihan, serta dukungan sarana untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PERAWAT DALAM MELAKUKAN PRIMARY SURVEY DI IGD RSUD R.A.A TJOKRONEGORO PURWOREJO Ibrahim Latief; Triyas Singgih Pambudi; Muhaji
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.722

Abstract

Gawat darurat adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan cepat karena berpotensi mengancam nyawa, menyebabkan kecacatan, atau memperburuk kondisi pasien. Penyebab utamanya meliputi penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran pernapasan bawah, kanker, dan cedera. Dalam situasi ini, primary survey menjadi langkah awal yang krusial, di mana perawat sebagai tenaga utama di IGD memegang peran penting dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat dalam melakukan primary survey di instalasi gawat darurat.  Metode Penelitian yang digunakan adalah desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 20 perawat IGD diambil dari seluruh populasi menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat (p = 0,011; r = 0,555). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat dalam melakukan primary survey.
PENGARUH VIDEO EDUKASI MITIGASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA ALAM PADA SISWA MA SUNAN PANDANARAN YOGYAKARTA Ayu Cahyani; Muhaji; Aisyah Nur Azizah
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.774

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kesiapsiagaan, khususnya di kalangan pelajar. Kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana menjadi tantangan besar dalam upaya mitigasi risiko. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara menarik dan efektif, salah satunya melalui media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi mitigasi bencana terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa kelas X MA Sunan Pandanaran Yogyakarta. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar siswa (37,5%) berada dalam kategori kurang siap. Setelah diberikan edukasi menggunakan media video, terjadi peningkatan signifikan, dengan 68,8% siswa berada pada kategori siap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari video edukasi terhadap peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam. Dapat disimpulkan bahwa video edukasi mitigasi bencana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan edukasi kebencanaan dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler serta menjalin kerja sama dengan lembaga terkait guna memperkuat kesiapsiagaan siswa.