Andi Miftahul Jannah
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Status Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Keterampilan Motorik Wahyana Wahid; Arimbi Arimbi; Andi Miftahul Jannah; A Ine Aprilia Damai
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v6i1.13561

Abstract

Keterampilan motorik merupakan komponen penting dalam menunjang kemampuan individu menjalankan aktivitas sehari-hari secara efektif. Tingkat keterampilan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya aktivitas fisik dan status gizi. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur serta asupan nutrisi yang seimbang berperan dalam mendukung kualitas gerak seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik terhadap keterampilan motorik pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan subjek mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar sebanyak 30 orang. Status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C, dan keterampilan motorik diukur melalui tes keseimbangan, koordinasi, kelincahan, dan kecepatan. Analisis data menggunakan korelasi gamma dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi maupun aktivitas fisik dengan keterampilan motorik. Namun, secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 83,1% terhadap keterampilan motorik.
ANALISIS MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS OLAHRAGA LARI DI KAWASAN RING ROAD GELORA BUNG KARNO Rayhan Aldamma Suryana; Taufik Yudi Mulyanto; Andi Miftahul Jannah; Ika Yulianingsih
JOURNAL SPORTINDO Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya konsistensi masyarakat dalam melakukan aktivitas olahraga secara rutin masih menjadi persoalan di kawasan perkotaan, meskipun fasilitas ruang publik olahraga semakin berkembang. Kawasan Ring Road Gelora Bung Karno (GBK) merupakan salah satu ruang publik yang banyak digunakan untuk aktivitas lari, namun partisipasi masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh kesadaran pribadi, tetapi juga oleh faktor lingkungan, fasilitas, keamanan, kenyamanan, dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap aktivitas olahraga lari masyarakat di kawasan Ring Road GBK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang berolahraga secara rutin di kawasan GBK. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang disusun berdasarkan indikator motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan aktivitas olahraga lari, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memiliki kecenderungan hubungan positif terhadap aktivitas olahraga lari, tetapi belum menjadi faktor yang paling dominan dalam menjelaskan intensitas keterlibatan responden. Sebaliknya, motivasi ekstrinsik yang berkaitan dengan fasilitas, keamanan, kenyamanan lingkungan, dan dukungan sosial menunjukkan peran yang lebih kuat dalam mendorong partisipasi olahraga masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa ruang publik yang tertata, aman, dan nyaman menjadi faktor penting dalam pembentukan perilaku olahraga di kawasan perkotaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kualitas fasilitas kawasan, seperti pemeliharaan jalur lari, peningkatan pencahayaan, penyediaan area istirahat, serta pengembangan program partisipatif, seperti kegiatan lari bersama, edukasi kesehatan, dan komunitas olahraga terbuka yang mampu menumbuhkan motivasi internal masyarakat secara lebih berkelanjutan.