Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Media Ular Tangga Berbasis Augmented Reality Pada Pembelajaran Sejarah Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar Santri N. Fitri Amaliya; Muhamad Ibnu Malik; Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Qiqi Yuliati Zakiah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1672

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran Sejarah Islam di lingkungan pesantren masih didominasi oleh metode konvensional sehingga belum mampu mengoptimalkan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality (AR) pada pembelajaran Sejarah Islam, mendeskripsikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar dan pemahaman santri, serta mengkaji kontribusinya dalam membentuk kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Syi'arul Huda Lembang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta evaluasi pembelajaran menggunakan pretest dan posttest sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media ular tangga berbasis AR mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada santri. Penggunaan media tersebut meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, dan pemahaman santri terhadap materi Sejarah Islam yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 66,72 pada pretest menjadi 88,62 pada posttest. Selain itu, terjadi peningkatan kedisiplinan santri yang ditandai dengan kehadiran yang lebih konsisten, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan pembelajaran, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kesimpulan: Implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality efektif mendukung pembelajaran Sejarah Islam di pesantren melalui peningkatan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini menghasilkan model inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality, Game Based Learning, materi Sejarah Islam, dan pendidikan karakter pesantren sebagai strategi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, serta berorientasi pada pembentukan karakter santri.
Evolusi Epistemologi Ilmu dari Yunani hingga Posmodernisme dan Implikasinya terhadap Paradigma Pendidikan Kontemporer Muhamad Ibnu Malik; N. Fitri Amaliya; Urwah Urwah; Imroatus Sholihah; Adang Hambali
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.0121.463

Abstract

This study examines the evolution of the epistemology of science from classical Greek thought, Islamic scientific tradition, empirical modernism, to relativistic postmodernism, and analyzes its implications for contemporary educational paradigms. The purpose of this study is to identify the epistemological character of each historical phase, find similarities and differences related to the sources and validity of knowledge, and formulate their influence on educational theory, learning approaches, and curriculum development in the modern and postmodern eras. This study uses a qualitative approach with a literature study method through the analysis of primary philosophical sources and secondary academic literature. Data are classified thematically and analyzed using content analysis techniques. The results show that Greek epistemology emphasizes rationality; Islamic epistemology is integrative between revelation, reason, and empiricism; modern epistemology prioritizes scientific empiricism and objectivity; while postmodern epistemology views knowledge as plural and contextual. The study concludes that these epistemological dynamics have a significant influence on educational paradigms. Modernism gave rise to objective and competency-based education; postmodernism gave rise to collaborative, contextual, and learner-centered learning; Meanwhile, Islamic epistemology offers an integrative paradigm that balances intellectual, empirical, and moral aspects. This research contributes theoretically as a cross-historical epistemological framework and practically as a reference for developing holistic and adaptive curricula and learning models.