Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kompetensi Guru Berdasarkan Qs. Al-Jumuah Ayat 2 Muhamad Rizka_Saomi
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Khulasah: Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM STAIS Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.979 KB) | DOI: 10.55656/kisj.v3i1.54

Abstract

Al-Quran merupakan sumber kehidupan yang berlaku pada masa dahulu, sekarang dan yang akan datang. Di dalamnya terdapat ide-ide ilmiah untuk mengatur segala kebutuhan hidup manusia, termasuk salah satunya mengenai kompetensi guru seperti di dalam al-Quran surat al-Jumuah ayat 2. Kompetensi guru merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pendidik dalam rangka menciptakan proses pendidikan yang baik dan bermutu, yakni proses belajar mengajar yang efektif dan kondusif dengan melahirkan anak didik yang mempunyai ilmu pengetahuan dan intelektual yang cerdas serta berakhlak yang baik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru berdasarkan al-Quran surat al-Jumuah ayat 2 dengan menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam sebagai analisisnya.
Kriteria Pendidik Dalam al-Quran Surat al-Baqarah Ayat 124-128 Rizka Saomi, Muhamad
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v4i2.189

Abstract

Pendidik dikenal dengan berbagai istilah, yakni al-murabbi, al-muallim, al-muzakki, al-ulama al-muzakki dan al-ustadz, semua istilah tersebut mengacu kepada pengertian pendidik. Wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW ialah Qs. Al-Alaq ayat 1-5, yakni mengenai pendidikan. Di dalam al-Quran, banyak ayat-ayat mengenai pendidikan atau pendidikan Islam, diantaranya mengenai pendidik. Oleh karena itu, pembahasan ini akan difokuskan pada kriteria pendidik dalam Qs. Al-Baqarah ayat 124-128 dalam analisis ilmu pendidikan Islam. Adapun kriteria pendidik dalam penelitian Qs.Al-baqarah ayat 124-128 ini ialah seorang pendidik harus mampu mengajarkan al-Quran dan as-Sunnah, seorang pendidik harus mempunyai sifat muzakki, dan seorang pendidik harus memunyai sifat visioner.
STRATEGI GURU DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA MELALUI KITAB TADZKIRAH AS-SAMI’ WA AL-MUTAKALLIM FII ADAB AL’ALIM WA AL-MUTA’ALLIM KELAS VII MTS ASSUNNAH CIREBON Rizka Saomi, Muhamad; Mahmudah, Azkiyatul; Azizah, Muasromatul
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Wulang Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v1i1.304

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui di lapangan Strategi Guru akhlak dalam pembentukan akhlak siswa melalui kitab Tadzkirah As-Sami’ wa Al-Mutakallim Fii Adab Al-Alim wa Al- Muta’allim Kelas VII MTs Assunnah Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana strategi guru dalam pembentukan akhlak melalui kitab Tadzkirah As-Sami’ Wa Al-Mutakallim Fii Adab Al’Alim Wa Al-Muta’allim. Tulisan ini dibuat berdasarkan ilmiyah dan data lapangan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan analisis dokumentasi, wawancara, dan observasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian bersifat narasi. Data yang disajikan berupa deskriptif mengenai strategi guru dalam pembentukan akhlak siswa melalui kitab Tadzkirah As-Sami’ wa Al-Mutakallim Fii Adab Al-Alim wa Al- Muta’allim. Proses analisis dilakukan dengan pengumpulan data oleh sumber data kemudian data direduksi. Proses mereduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih pokok-pokok informasi berdasarkan sumber informasi yang terkumpul. Hasil temuan ini adalah strategi guru dalam membentuk akhlak siswa melalui kitab Tadzkirah as-sami’ wa al-mutakallim fii adab al-alim wa al-mutakallim yang peneliti temukan yaitu: 1. Menjadi teladan yang baik bagi siswa, 2. Memotivasi akan pentingnya akhlak mulia, 3. Menegur atau menasehati siswa yang ditemukan kurang baik akhlaknya, 4. Menceritakan kisah teladan para sahabat dalam menerapkan akhlak yang dapat dijadikan panutan, dan didukung dengan kisah yang terdapat dalam al-qur’an sehingga siswa tidak hanya mengenal materi, 5. Memotivasi siswa untuk menerapkan apa yang disampaikan melalui materi dan kisah, 6. Memerintahkan siswa untuk menghafal kata-kata motivasi dari perkataan para ulama. Tujuan yang diharapkan dalam penulisan skripsi ini adalah agar siswa menjadi manusia yang berakhlakul kariimah baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kata Kunci: Strategi pembentukan akhlak, pembentukan akhlak
PERAN GURU DALAM CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK PERTIWI TAMBI Muhamad RizkaSaomi; Niah SafangatulJannah
Iftitiah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2024): IFTITIAH: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PIAUD IAI Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/ijpiaud.v1i2.297

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki adalah salah satu jenjang pendidikan yang penting untuk diperhatikan bersama-sama. Karena melalui pendidikan anak usia dini maka kita dapat mencetak calon generasi hebat penerus bangsa dengan bahasa yang cakap. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui cara guru memberikan cerita melalui media buku cerita bergambar hewan, mengetahui respon anak terhadap cerita yang di berikan, mengetahui kemampuan berbicara anak setelah dilakukan bercerita oleh guru melalui media buku cerita bergambar hewan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Adapun hasil penelitian yang didapatkan yaitu, cara guru dalam memberikan materi dengan metode cerita bergambar hewan dilakukan dengan persiapan yang cukup matang, hal ini memberikan kesan yang baik bagi para siswa sehingga mereka tampak menikmati proses pembelajaran yang dilakukan. Respon anak-anak sangat baik karena mereka dapat mengekspresikan materi yang sudah dipelajari dan dapat menceritakan hewan yang dipelajarinya. Kemudian kemampuan berbicara anak setelah dilakukan bercerita oleh guru melalui media buku cerita bergambar hewan yaitu mereka selalu berlomba menyebutkan nama hewan, menirukan suara hewan yang ditunjuk oleh guru dan dapat menebak nama makanan dari hewan tersebut. Kata Kunci: Berbicara, Guru, Meningkatkan
Pendidikan Karakter Ekonomi Anak Usia Dini Melalui Program Celengan Seribu Sehari di TKIT Gemintang Subang N. Fitri Amaliya; Dede Ruslan; Muhamad Rizka Saomi
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2025): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pelaksanaan program “Celengan Seribu Sehari” di TKIT Gemintang Subang sebagai upaya pembentukan karakter ekonomi anak usia dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kebiasaan jajan anak yang kurang terkontrol, di mana anak cenderung merasa terdorong untuk membeli jajanan tanpa pertimbangan kebutuhan atau pengelolaan uang yang bijak. Pertanyaan penelitian berfokus pada sejauh mana program celengan dapat menumbuhkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam pengelolaan keuangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, orang tua, dan anak usia dini di TKIT Gemintang Subang. Analisis data dilakukan secara tematik untuk memahami pola perilaku dan perubahan yang terjadi pada anak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Celengan Seribu Sehari”, yang dilakukan di rumah dengan pengawasan orang tua dan bimbingan guru, efektif menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian anak. Anak belajar menyisihkan uang secara rutin, mencatatnya dalam buku tabungan, serta menunggu hasilnya hingga pembukaan celengan di akhir tahun ajaran. Program ini tidak hanya membentuk kebiasaan positif dalam pengelolaan uang, tetapi juga memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga.
Konsep Pendidik Menurut Imam Ghazali Saomi, Muhamad Rizka; Suci Muzfirah
Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2026): Cipulus Edu: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI Al Badar Cipulus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep pendidik menurut Imam al-Ghazali serta relevansinya dalam pendidikan Islam dan konteks pendidikan kontemporer. Kajian difokuskan pada pandangan al-Ghazali mengenai kedudukan pendidik, landasan spiritual dan moral menjadi guru, tugas dan etika pendidik, serta karakter pendidik yang baik dan yang harus dihindari. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur library research dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari karya-karya utama Imam al-Ghazali, khususnya Ihya Ulumiddin, serta buku, kitab, dan literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap konsep dan prinsip pendidikan yang dikemukakan al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam al-Ghazali memandang pendidik sebagai profesi yang sangat mulia karena berperan dalam pembinaan hati, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Pendidik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan moral. Al-Ghazali menekankan pentingnya niat ikhlas, kesucian hati, pengamalan ilmu, serta kesesuaian metode dengan tingkat pemahaman murid. Delapan prinsip etika pendidik yang dirumuskannya menjadi pedoman dalam membentuk karakter guru ideal. Penelitian ini merekomendasikan pemikiran al-Ghazali sebagai rujukan dalam pengembangan dan pembinaan pendidik agar tercapai keseimbangan antara kompetensi profesional dan integritas spiritual. Kata kunci: Imam al-Ghazali, pendidik, pendidikan Islam, etika pendidik
Urgensi Penyucian Niat dalam Aktivitas Menuntut Ilmu: Studi Kualitatif terhadap Pemikiran Az-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Rizqy Nur Solihat; Isop Syafei; Izzuddin Musthafa; Muhammad Faiz Ramadhan
Jurnal Kawakib Vol 6 No 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v6i2.335

Abstract

This research analyzes the concept of intention (niyyah), the urgency of its purification, and the relevance of Az-Zarnuji's thoughts in the book Ta‘lim al-Muta‘allim to modern Islamic education. Using a qualitative approach and library research, the study focuses on content analysis of the primary text of Ta‘lim al-Muta‘allim. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman.The results show that intention (an-niyyah) is the main spiritual and moral foundation that determines the blessing (barakah) and devotional value of seeking knowledge. Az-Zarnuji emphasizes the purification of intention (tazkiyat an-niyyah) so that the learning objective is free from worldly ambitions and directed as a means of devotion to God (Allah). A sound intention leads to beneficial knowledge (‘ilm nāfi‘) and shapes the scholar's character to be humble (tawāḍu‘) and ethical.This thought has high relevance in the context of modern education. The concept of Tazkiyat an-Niyyah can serve as the spiritual foundation that strengthens the implementation of Deep Learning, ensuring the learning process is both Meaningful and Mindful, thereby enabling the educational system to reorient itself towards the formation of a character defined by integrity and civility.
Implementasi Media Ular Tangga Berbasis Augmented Reality Pada Pembelajaran Sejarah Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar Santri N. Fitri Amaliya; Muhamad Ibnu Malik; Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Qiqi Yuliati Zakiah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1672

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran Sejarah Islam di lingkungan pesantren masih didominasi oleh metode konvensional sehingga belum mampu mengoptimalkan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality (AR) pada pembelajaran Sejarah Islam, mendeskripsikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar dan pemahaman santri, serta mengkaji kontribusinya dalam membentuk kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Syi'arul Huda Lembang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta evaluasi pembelajaran menggunakan pretest dan posttest sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media ular tangga berbasis AR mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada santri. Penggunaan media tersebut meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, dan pemahaman santri terhadap materi Sejarah Islam yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 66,72 pada pretest menjadi 88,62 pada posttest. Selain itu, terjadi peningkatan kedisiplinan santri yang ditandai dengan kehadiran yang lebih konsisten, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan pembelajaran, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kesimpulan: Implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality efektif mendukung pembelajaran Sejarah Islam di pesantren melalui peningkatan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini menghasilkan model inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality, Game Based Learning, materi Sejarah Islam, dan pendidikan karakter pesantren sebagai strategi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, serta berorientasi pada pembentukan karakter santri.
Pengembangan Literasi Membaca Siswa MI Melalui Pendekatan Kontekstual:: Studi Kualitatif Muhamad Rizka Saomi; Muasromatul Azizah; Duladi AdiSodikin
Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 1 (2026): Wulang: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education at Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/wjp.v4i1.561

Abstract

This study aims to describe and analyze the development of reading literacy in elementary school (MI) students through the application of a contextual approach. The study focuses on the application of a contextual approach in reading instruction, the role of teachers in designing, implementing, and evaluating instruction, students' learning experiences, supporting and inhibiting factors, and its impact on students' interest, engagement, and reading comprehension. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through observations of the learning process, in-depth interviews with teachers and students, and documentation studies of learning materials and the madrasah literacy program. Data analysis was conducted using an interactive model that included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the contextual approach was implemented through the selection of reading materials relevant to students' lives, linking text content to real life experiences, collaborative learning, utilizing the madrasah environment as a learning resource, and integrating Islamic values. Teachers acted as learning designers, facilitators, and reflective evaluators to ensure meaningful learning. Students experienced a positive learning experience, characterized by increased reading interest, active engagement, and reading comprehension. Supporting factors include teacher competence, student motivation, a literate environment, and family support, while limited resources and differences in student abilities pose obstacles. This study concludes that a contextual approach is effective in developing MI students' reading literacy holistically.