Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Wayground AI untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Mica Siar Meiriza; Atalya Bernike Br. Barus; Hans Monica Br. Sinaga; Tri Putri Hutahaean; Zaskia Putri Zahra; Syairah Juwita Sari
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 7: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i7.17760

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan Wayground AI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran ekonomi makro. Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan semakin berkembang karena dinilai mampu membantu proses belajar menjadi lebih interaktif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Namun, penggunaan Artificial Intelligence (AI) juga dapat menimbulkan ketergantungan apabila tidak digunakan secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan Wayground AI dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Data diperoleh melalui tes dan angket terhadap 23 mahasiswa yang menggunakan Wayground AI dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest mahasiswa sebesar 48,6 meningkat menjadi 92,9 pada posttest dengan persentase peningkatan sebesar 91,2%. Selain itu, distribusi kategori nilai juga mengalami perubahan signifikan, dimana sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi setelah penggunaan Wayground AI. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Wayground AI efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan permasalahan secara logis dan sistematis. Dengan demikian, penggunaan AI dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa apabila digunakan secara tepat dan seimbang.
Persepsi Konsumen terhadap Perubahan Harga Beras di Kecamatan Medan Pancing Muhammad Reyhan Hersya; Nathasya Regina Gultom; Miftahul Jannah; Karendya Zivilia Br. Ginting; Syairah Juwita Sari; Deni Adriani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap perubahan harga beras di Kecamatan Medan Pancing. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang merupakan konsumen beras di sekitar Kecamatan Medan Pancing. Instrumen penelitian terdiri atas 20 pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert dan mencakup lima indikator, yaitu perubahan harga yang dirasakan, keterjangkauan harga, kewajaran harga, dampak terhadap pengeluaran, serta dampak terhadap pembelian dan konsumsi. Data dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan skor dan nilai rata-rata pada setiap indikator untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden terhadap perubahan harga beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi konsumen sebesar 3,38 dan berada pada kategori netral. Indikator dampak terhadap pengeluaran memperoleh rata-rata tertinggi sebesar 3,62 dengan kategori setuju, diikuti indikator perubahan harga yang dirasakan sebesar 3,59 dengan kategori setuju. Sementara itu, keterjangkauan harga memperoleh rata-rata sebesar 3,33, dampak terhadap pembelian dan konsumsi sebesar 3,29, serta kewajaran harga sebesar 3,10 yang seluruhnya berada pada kategori netral. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga beras paling dirasakan konsumen melalui aspek pengeluaran dan pengelolaan keuangan sehari-hari. Pada aspek pembelian dan konsumsi, penyesuaian yang lebih terlihat berkaitan dengan pilihan jenis atau merek beras dibandingkan dengan pengurangan jumlah pembelian atau konsumsi. Dengan demikian, persepsi konsumen terhadap perubahan harga beras mencakup aspek perubahan harga, keterjangkauan, kewajaran, pengeluaran, serta penyesuaian pembelian dan konsumsi.