Suryani Suryani
Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PKM : Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Rahmi Pramulia Fitri; Kursiah Warti Ningsih; Dwi Sapta Aryantiningsih; Suryani Suryani; Roza Asnel; Winda Parlin; Mailiza Cahyani; Rahmat Saputra; T Hartian Silawati Ningsih; Harmain Harmain
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/14w2d748

Abstract

Pemeriksaan kesehatan rutin berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Banyak penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan berbagai jenis kanker, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala dapat membantu mendeteksi kondisi ini sebelum berkembang menjadi lebih serius. Menurut data dari World Health Organization (WHO), deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kepau Jaya dari Bulan februari sampai Maret 2025. Hasil kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan peningkatan kesadaran, partisipasi, dan akses informasi kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Kegiatan ini juga membuka jalan untuk program-program kesehatan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  
Green Land: Strategi Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di RW 2 Jl. Bintara, Kota Pekanbaru Suryani Suryani; Kursiah Warti Ningsih; T. Septi Nabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yaw9cd28

Abstract

Degradasi lingkungan akibat pesatnya pembangunan kota, dan berkurangnya ruang terbuka hijau di wilayah seperti Pekanbaru menunjukkan pentingnya inisiatif lingkungan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Program GREEN LAND (Gerakan Lingkungan Hijau Mandiri) dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan hijau yang berkelanjutan. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis serta keterampilan warga melalui metode demonstrasi partisipatif. Kegiatan dilakukan di RW 2, Jl. Bintara, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan masyarakat dalam aksi penanaman pohon secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif dari masyarakat dan keberhasilan penanaman 40 pohon yang sesuai dengan karakteristik lingkungan setempat. Inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan fisik, penguatan dan mempererat ikatan sosial warga. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam aspek perawatan pascatanam, program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan kelompok masyarakat dan kolaborasi multipihak. GREEN LAND sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan menjadi contoh nyata praktik pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata Tematik dan Proyek Kemanusiaan di Desa Naumbai Kecamatan Kampar Suryani Suryani; Pramudya Padma Sulistyo; Addya Salsabila; Rahmi Dwi Yelvi; Melva Sarmauli Hutajulu; Yola Tri Zahara; Sufika Herliana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c50n1a44

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat, khususnya di wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaan PTM, disertai dengan belum optimalnya pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menjadi tantangan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Desa Naumbai menghadapi permasalahan berupa kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan serta minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis, manfaat, dan cara pengolahan tanaman obat keluarga sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait PTM, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA melalui pembuatan apotek hidup. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, pembagian leaflet edukatif, serta kegiatan praktik penanaman TOGA yang dilaksanakan secara partisipatif melalui tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum Desa Naumbai dengan melibatkan perangkat desa dan kader kesehatan setempat. Implementasi kegiatan dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman obat, antara lain jahe, kunyit, serai, sirih, temulawak, dan kumis kucing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai PTM, meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan serta pemeliharaan TOGA. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, integrasi penyuluhan PTM dan program apotek hidup berbasis TOGA efektif sebagai upaya awal dalam meningkatkan kesadaran, kemandirian kesehatan, dan perilaku hidup sehat masyarakat Desa Naumbai secara berkelanjutan.