Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Media Promosi Kesehatan Berbasis Web Tanaman Tradisional (Toga) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Dusun 1 Bongkal Malang Provinsi Riau Dwi Sapta Aryantiningsih; Winda Parlin; Aie Desthia Viola
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41625

Abstract

Latar Belakang: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman yang dimiliki oleh keluarga dan berfungsi sebagai obat-obatan tradisional. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat dan cara penggunaan setiap tanaman obat untuk berbagai penyakit yang berbeda. Hasil survei pendahuluan pada 220 orang diperoleh, 83% masih menggunakan TOGA untuk pengobatan dan 95% diantaranya menggunakan TOGA secara sembarangan atau tidak berdasarkan dosis penggunaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana praktikalitas media promosi kesehatan berbasis Web tanaman tradisional (TOGA) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Metode: Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan mengunakan desain penelitian Quasi Eksperiment. Populasi yaitu masyarakat Dusun 1 Desa Bongkal Malang. jumlah sampel sebanyak 69 responden yang diperoleh menggunakan teknik random sampling. Variabel yang diteliti yaitu sistem informasi Toga berbasis Web dan pengetahuan. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat (uji T). Hasil: penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi dengan media Website tanaman obat yang signitifikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai tanaman obat keluarga (TOGA), nilai signitifikansi pada uji Wilcoxon yaitu 0,001 <0,005 dan hasil uji praktikalitas media Website dengan menggunakan rumus Aiken V diperoleh dengan katagori sangat baik, Kesimpulan: media Website tanaman obat keluarga yang dikembangkan praktis dan layak digunakan. Saran, diharapkan penelitian ini bisa menjadi bahan acuan untuk kedepannya dan media Website tersebut bisa digunakan untuk mencari informasi mengenai tanaman obat keluarga (TOGA).
Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Pemilahan Sampah dan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Dwi Sapta Aryantiningsih; Iyang Maisi Fitriani; Rita Novita; Winda Parlin; Feby Eka Safitri
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1ezjh276

Abstract

Permasalahan sampah masih belum teratasi dengan baik. Di Indonesia sampah berasal dari rumah tangga. Setiap aktifitas manusia pasti akan menghasilkan sampah.  Jika sampah tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan gangguan kesehatan. Sampah bisa menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi penyakit mulai dari diare sampai pada gangguan pernafasan, menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu estetika lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi tanggungjawab bersama, Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang jenis sampah dan cara pengelolaan sampah akan   merusak   lingkungan disekitarnya, terutama sampah hasil kegiatan rumah tangga.  Untukmengatasi   masalah   ini, diperlukankerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan dan Masyarakat dalam memberikan edukasi lingkungan yang komprehensif sehingga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dimasa depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini bertujuan untukmeningkatkan pengetahua masyarakat tentang jenis sampah dan bagaimana pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos. Diharapkan dengan kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2024 di Balai Desa Pangkalan Baru. Hasil kegiatan ini adalah pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah akan meningkat dan masyarakat mampu untuk membuat pupuk kompos secara mandiri dari sampah organik yang ada di sekitar.
PKM : Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Rahmi Pramulia Fitri; Kursiah Warti Ningsih; Dwi Sapta Aryantiningsih; Suryani Suryani; Roza Asnel; Winda Parlin; Mailiza Cahyani; Rahmat Saputra; T Hartian Silawati Ningsih; Harmain Harmain
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/14w2d748

Abstract

Pemeriksaan kesehatan rutin berfungsi sebagai langkah pencegahan yang efektif dalam mendeteksi penyakit sejak dini. Banyak penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan berbagai jenis kanker, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala dapat membantu mendeteksi kondisi ini sebelum berkembang menjadi lebih serius. Menurut data dari World Health Organization (WHO), deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta Masyarakat untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kepau Jaya dari Bulan februari sampai Maret 2025. Hasil kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan peningkatan kesadaran, partisipasi, dan akses informasi kesehatan, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Kegiatan ini juga membuka jalan untuk program-program kesehatan yang lebih berkelanjutan di masa depan.  
Edukasi Deteksi Dini Kanker Servik Pada Wanita Usia Subur Rika Sri Wahyuni; Hamidah Sari Barubara; Andriani; Dwi Sapta Aryantiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2088

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan, khususnya di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan pengetahuan wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan. Sasaran kegiatan adalah 18 wanita usia subur berusia lebih dari 25 tahun yang dilaksanakan pada bulan September 2025 di Rumah Hijrah Muslimah Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana sebelum edukasi sebanyak 66,7% peserta memiliki pengetahuan kurang dan setelah edukasi menurun menjadi 5,5%, sedangkan pengetahuan baik meningkat dari 33,3% menjadi 94,5%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi deteksi dini kanker serviks efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur. Diharapkan peningkatan pengetahuan tersebut dapat mendorong perilaku pemeriksaan deteksi dini secara rutin guna menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks.
Kesiapsiagaan Pra dan Pasca Bencana di Desa Kampung Panjang Dwi Sapta Aryantiningsih; Miftahul Jannah; Agita Aprilia; M. Alghi Fari; Ripal Samudra
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.97

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melaporkan ribuan rumah di Kabupaten Kampar, termasuk 80 rumah di Desa Kampung Panjang, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Kampar setelah pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang. Olehkarena itu diperlukan program kemanusiaan berjudul “Program Kemanusiaan Terhadap Kesiapsiagaan Pra dan Pasca Bencana.” Tujuan program ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Pelaksanaan proyek berlangsung dari 23 Desember 2024 hingga 18 Januari 2025, meliputi gotong royong di empat dusun, penyuluhan tentang DBD, pembagian bubuk Abate, dan penghibahan tempat sampah berlabel organik dan non-organik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta meminimalkan dampak penyakit akibat bencana. Program ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kampung Panjang
Edukasi Kesehatan “Pemanfaatan Kemangi Sebagai Minuman Boba Peningkat Immune Booster” Feby Safitri; Raudhatul Jannah; Nabila Syahfitri; Dwi Sapta Aryantiningsih
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.98

Abstract

Kemangi (Ocimum Sanctum) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Kemangi banyak digemari masyarakat dalam bentuk daun segar, kemangi lebih sering digunakan sebagai sayuran mentah dimakan bersama lauk sebagai lalapan. Sedangkan boba adalah sejenis minuman teh susu ditambah dengan “mutiara” yang terbuat dari tapioka. Keberadaan topping boba pada minuman  menjadi variasi minuman favorit  baik di Dunia maupun di Indonesia. Inovasi boba yang dibuat dengan campuran saripati kemangi merupakan bentuk produk yang dapat meningkatkan kemanfaatan kemangi yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai lalapan saja, selain itu inovasi minuman boba kemangi juga merupakan produk yang memperhatikan kesehatan, karena dari kemangi kita dapat memperoleh banyak manfaat baik bagi kesehatan. Edukasi kesehatan pemanfaatan kemangi sebagai minuman boba ini dilakukan kepada 30 Peserta dengan sasaran Ibu PKK dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan peserta, hal ini dilihat dari peningkatan hasil pre test dan post test.
Edukasi Kesehatan Pemanfaatan Pare Sebagai Kreasi Bahan Pembuatan Bolu Dwi Ramadhani Indrayati; Nur Annisa; Nadila Ramah Safutri; Dwi Sapta Aryantiningsih
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.99

Abstract

Tanaman pare termasuk ke dalam tanaman semusim yang tumbuh menjalar ke atas, buahnya berbentuk bulat memanjang dan rasanya pahit bila dikonsumsi, kandungan zat quinine yang tinggi pada buah pare yang membuat buah ini terasa pahit. Dengan rasanya yang pahit, sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk memasak dan memanfaatkan tanaman ini. Adapun beberapa manfaaat dari tanaman ini seperti menurunkan kadar gula darah, juga sebagai anti mikroba, dan memberikan kesembuhan terhadap luka dan jamur. Inovasi pembuatan bolu dari ekstrak pare bertujuan untuk meningkatkan minat konsumsi pare pada masyarakat dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan pare lebih bervariasi dan dapat lebih dinikmati oleh masyarakat. Dengan edukasi ini, masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan pare dengan inovasi bolu yang lebih bisa dinikmati tanpa rasa pahit. Edukasi kesehatan pemanfaatan pare sebagai bolu ini dilakukan kepada 20 Peserta masyarakat Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru dengan hasil adanya peningkatan pengetahuan peserta, hal ini dilihat dari peningkatan hasil pre test dan post test