Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Mpasi Ubi Jalar untuk Batita pada Kader Posyandu di Puskesmas Minanga Asterlita Ryane Wenas; Vennetia Ryckerens Danes
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2et7m924

Abstract

Masalah gizi pada bayi dan batita masih menjadi tantangan di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan kader Posyandu mengenai pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) lokal bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang cara membuat MPASI lokal berbahan dasar ubi jalar yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap lima kader Posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 34 poin. Pelatihan terbukti efektif meningkatkan pemahaman kader tentang pemanfaatan bahan pangan lokal untuk MPASI. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor dan integrasi dalam program gizi masyarakat.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana Alam Vennetia Ryckerens Danes; Sri Seprianto Maddusa; Asterlita Ryane Wenas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hpbr9w24

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Bencana alam yang sering terjadi ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat khususnya perempuan, sering kali menjadi kelompok yang rentan dalam situasi darurat. Sebagai penjaga keluarga dan penggerak masyarakat perempuan memainkan peran penting dalam penanggulangan bencana, baik dalam upaya mitigasi, evakuasi, maupun pemulihan pasca-bencana. Namun, seringkali perempuan tidak memperoleh akses informasi atau pelatihan yang memadai tentang cara menghadapi dan mengelola risiko bencana. Pelatihan dasar penanggulangan bencana merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya perempuan sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dasar perempuan dalam menghadapi bencana melalui kegiatan pelatihan dan evaluasi pembelajaran menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 13 peserta perempuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas perempuan dalam mitigasi bencana berbasis komunitas
Hubungan antara Pengawasan, Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Penjamah Makanan dalam Penerapan Higiene Sanitasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Manado Sitti Nur Fathia Maulasa; Diana Vanda Daturara Doda; Asterlita Ryane Wenas
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1149

Abstract

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serves as a core pillar of the Makan Bergizi Gratis (MBG) Program, which is highly vulnerable to food contamination. This cross-sectional quantitative study analyzed the relationships between supervision, knowledge, and attitudes with food handlers' practices across two SPPG sites in Mapanget District, Manado City, using a total sampling technique (N=82). Data were collected using questionnaires and direct observations. Food safety practices were measured through two distinct sources: self-report questionnaires and direct observations. Univariate findings showed high proportions in the good category for supervision (87.8%), knowledge (97.6%), attitudes (89.0%), self-reported practices (65.9%), and observed practices (93.9%). Spearman Rank analysis revealed significant positive relationships between supervision (r = 0.559; p < 0.001) and attitudes (r = 0.577; p < 0.001) with food handlers' practices. Conversely, knowledge showed no significant relationship with practices (r = 0.035; p = 0.755). Managerial supervision and internal attitudes are the main drivers of hygienic practices, whereas theoretical knowledge does not convert into practical compliance due to high workload and fast-paced kitchen operations. SPPG management should enhance kitchen environments and simulation-based supervision.