p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Marcela Anggraeni
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Personal Hygiene Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Sma Cipta Mandiri Muhammad Deri Ramadhan; Tentry Puji Purwanti; Lisbet Octavia Manalu; Sintia Dian Ningsih; Tiara Nur Agustin; Hilya Surya Afdillah; Marcela Anggraeni; Fahmi Adian Nizar; Aulia Suci Ajeng Putri Lestari; Susilawati Susilawati; Sherlie Sriayu Diah Azahra; Rianti Aprilia; Sinta Sulistiawati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v4pfgw42

Abstract

Personal hygiene merupakan salah satu determinan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja, khususnya pada usia sekolah menengah yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kurangnya pengetahuan serta perilaku kebersihan diri yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada sistem reproduksi, yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikososial remaja. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan di SMA Cipta Mandiri sebagai upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku siswa dalam menjaga personal hygiene guna mencegah infeksi reproduksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuis, dengan dukungan media visual sebagai sarana penguatan materi. Materi pendidikan mencakup pengertian personal hygiene dan infeksi reproduksi, faktor etiologi, mekanisme terjadinya infeksi, manifestasi klinis, serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya kebersihan diri dan kesehatan reproduksi, serta terbentuknya sikap positif terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan berbasis sekolah merupakan strategi efektif dalam pencegahan infeksi reproduksi pada remaja dan berpotensi memberikan dampak berkelanjutan terhadap kualitas kesehatan generasi muda.
Mengenal Ileus Obstruktif dan Upaya Pencegahannya Sejak Dini di SMA Negeri 13 Bandung Theophylia Melisa Manumara; Hillya Surya Afdillah; Marcela Anggraeni; Rifa Nurul Fajriani; Dita Apriliyanti; Sefya Fica Wulandari; Susilawati Susilawati; Fahmi Adian Nizar; Aiska Haniyya Muhtar; Titin Hanipah; Nadia Fatma
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bdhwzp60

Abstract

Obstructive ileus is a surgical emergency characterized by an obstruction of intestinal passage—either partial or total—due to a mechanical blockage. The high incidence of obstructive ileus in Indonesia, particularly in West Java, is a serious concern in the healthcare sector because it still carries a relatively high mortality rate. The general public’s limited knowledge, including among adolescents, regarding the signs and symptoms of obstructive ileus often leads to delays in medical treatment. This community service activity aims to improve the knowledge of students at SMAN 13 Bandung regarding obstructive ileus through structured health education. The methods used include presenting material using PowerPoint, distributing leaflets as self-study materials, and evaluating understanding through a post-test in the form of an interactive quiz. The activity was conducted with students selected through purposive sampling. The evaluation results showed an increase in students’ knowledge following the health education intervention. This activity demonstrated that multimodal health education involving visual media, print media, and interactive assessment is effective in improving adolescents’ knowledge of obstructive ileus. Therefore, a continuous health education program in schools is needed as a preventive and promotive effort to improve community health literacy.