Vektor penyakit masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan sumber daya alam yaitu ikan guppy untuk mengendalikan populasi jentik nyamuk di perairan air tawar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa sekolah terhadap informasi berbasis edukasi guna membentuk karakter peduli lingkungan. Kegiatan edukasi dilaksanakan di SMA Negeri 10 Takengon dengan melibatkan para siswa sebagai responden. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah intervensi pada empat point yaitu pemahaman jentik nyamuk, potensi ikan guppy, penyakit demam berdarah, dan strategi pengendalian penyakit. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebanyak 79,5% siswa mampu menyerap materi informasi dengan sangat baik setelah intervensi dilaksanakan. Seluruh materi edukasi mencatatkan peningkatan pemahaman hingga mencapai jumlah responden maksimum setelah sosialisasi. Peningkatan cenderung terlihat pada poin materi mengenai pemahaman demam berdarah dan teknik pengendalian penyakit. Peningkatan pengetahuan ini tidak hanya memperluas wawasan akademis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membentuk penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan di kalangan generasi muda. Melalui sosialisasi ini, para siswa terdorong untuk menerapkan perilaku hidup bersih, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar pekarangan rumah dan sekolah. Integrasi antara edukasi kesehatan dan pemanfaatan potensi daerah lokal ini menjadi langkah preventif yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.