Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan dan Penanganan Penyakit Apendisitis pada Remaja di SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Wulan Nursifa; Dalfa Mutmainah; Abdurasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Ayu Niasy; Gina Revana; Rianti Aprilia; Reiva Nur Ramadani; Damara Oktavia Aline; Indri Dwi Fitriani; Repa Wulandari; Nabila Agustin
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r6vqhh63

Abstract

Appendicitis is one of the most common abdominal emergencies among adolescents, with the potential to cause serious complications such as perforation and peritonitis if not treated in a timely manner. Adolescents’ lack of understanding regarding risk factors, early symptoms, and the importance of a healthy lifestyle served as the primary basis for implementing this community service program. This community service activity was designed to increase the knowledge and awareness of students at SMK PGRI 1 Cimahi regarding the prevention and early detection of appendicitis. The methodological approach included health education using presentation media, leaflets, and interactive discussions, accompanied by pre- and post-tests to evaluate changes in students’ understanding before and after the education. The material covered included the anatomy of the appendix, risk factors for appendicitis, clinical signs and symptoms, prevention through a high-fiber diet, and the need for prompt and accurate medical treatment. Evaluation results indicated a significant increase in students’ knowledge regarding the early detection of appendicitis and the maintenance of gastrointestinal health. Additionally, there was a positive shift in students’ attitudes toward healthy living behaviors and heightened awareness of acute abdominal pain symptoms. This program is expected to contribute as a promotive and preventive intervention in reducing the risk of appendicitis complications among adolescents, while simultaneously strengthening health literacy within the school community.
Edukasi Visual Interaktif untuk Pencegahan Pernikahan Dini di SMA Negeri 1 Cimahi Wulan Nursifa; M Iqbal Sutisna; Tentry Fuji Purwanti; Lisbet Octavia Manalu; I Gusti Ayu Ratih; Rifa Nurul Fajriani; Dalfa Mutmainah; Siti Sofiah; Salsa Manda Aulia Fasya; Mohamad Ihsan Pahlevi; Reva Oktavia Ramadhani; Damara Oktavia Aline; Chalisa Putri Mayda; Maritha Aurin Alfarizki; Amanda Nabillatussahara Ramadani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di kalangan remaja usia sekolah. Tingkat pernikahan dini yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rendahnya pengetahuan tentang kesehatan Reproduksi, tekanan sosial dan budaya, serta kurangnya pemahaman di kalangan remaja tentang dampak jangka panjang pernikahan di usia muda. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Cimahi dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa tentang pencegahan pernikahan dini dan pentingnya kesiapan usia, pendidikan, dan perencanaan masa depan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui sosialisasi interaktif dan kegiatan konseling, menggunakan media presentasi dan brosur, serta penilaian pra-tes dan pasca-tes untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang definisi pernikahan dini, penyebabnya, dampak fisik, mental, dan sosialnya, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh remaja. Selain itu, para siswa menunjukkan sikap yang lebih dewasa terhadap pernikahan dan lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan mereka. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk melindungi kesehatan remaja dan mencegah pernikahan dini, sehingga mendukung pengembangan generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan berkualitas.