p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Indri Dwi Fitriani
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Anemia dan Pentingnya Nutrisi Pada Remaja Putri SMK 45 Lembang Mokh.Sandi Haryanto; Tentry Fuji Purwanti; Lisbet Octovia Manalu; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nahla Fauziah Sukmana; Nadia Fatma; Indri Dwi Fitriani; Gina Revana; Elsa Lestari; Kartini Kartini; Titin Hanipah; Ayu Niasy; Sefya Fica Wulandari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zk2neh06

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Apabila kadar hemoglobin menurun, suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti berkurangnya produktivitas, mudah lelah, serta menurunnya daya tahan tubuh. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia akibat masa pertumbuhan yang cepat, perubahan pola makan, serta kurangnya asupan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai anemia menyebabkan remaja sering tidak menyadari tanda dan gejala anemia serta cara pencegahannya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi mengenai anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi yang bersifat interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, pembagian leaflet edukatif, pelaksanaan pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk menilai tingkat pemahaman siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswi dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dari hasil kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswi mengenai anemia, faktor risiko yang memengaruhinya, serta pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja.
Pencegahan dan Penanganan Penyakit Apendisitis pada Remaja di SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Wulan Nursifa; Dalfa Mutmainah; Abdurasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Ayu Niasy; Gina Revana; Rianti Aprilia; Reiva Nur Ramadani; Damara Oktavia Aline; Indri Dwi Fitriani; Repa Wulandari; Nabila Agustin
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r6vqhh63

Abstract

Appendicitis is one of the most common abdominal emergencies among adolescents, with the potential to cause serious complications such as perforation and peritonitis if not treated in a timely manner. Adolescents’ lack of understanding regarding risk factors, early symptoms, and the importance of a healthy lifestyle served as the primary basis for implementing this community service program. This community service activity was designed to increase the knowledge and awareness of students at SMK PGRI 1 Cimahi regarding the prevention and early detection of appendicitis. The methodological approach included health education using presentation media, leaflets, and interactive discussions, accompanied by pre- and post-tests to evaluate changes in students’ understanding before and after the education. The material covered included the anatomy of the appendix, risk factors for appendicitis, clinical signs and symptoms, prevention through a high-fiber diet, and the need for prompt and accurate medical treatment. Evaluation results indicated a significant increase in students’ knowledge regarding the early detection of appendicitis and the maintenance of gastrointestinal health. Additionally, there was a positive shift in students’ attitudes toward healthy living behaviors and heightened awareness of acute abdominal pain symptoms. This program is expected to contribute as a promotive and preventive intervention in reducing the risk of appendicitis complications among adolescents, while simultaneously strengthening health literacy within the school community.